Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Meluruskan kesalahpahaman


__ADS_3

Sejenak Jerry menaikkan alisnya, ketika sang kembaran Gerry Lincoln menghubungi nya pagi-pagi sekali, meminta nya untuk datang ke apartemen nya untuk meluruskan sesuatu.


"Kau sudah bangun dari tidur panjang mu?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Jerry, Gerry dengan cepat berkata.


"Kita harus mencoba meluruskan sesuatu Jerry"


"Soal?"


"Emilia bukan pelaku di malam kecelakaan itu, kamu dan mommy telah salah menuduh seseorang"


Ucap gerry cepat.


"Apa?"


"Dia juga korban dimalam itu"


Sejenak Jerry berusaha mencerna perkataan Gerry, dia secara perlahan memijat kepalanya yang tiba-tiba menjadi sakit.


"Minta maaf pada nya, jelaskan apa yang terjadi, siapa yang kamu nikahi dan siapa yang dia nikahi"


Jerry jelas tersentak.


"Kau bilang apa? gadis itu berada di apartemen mu? bagaiman....?"


Jerry jelas menggantung kalimat nya.


"Aku yang membawa nya kemari"


Jawab Gerry cepat.


"What?"


"Aku menunggu kalian sebelum jam makan malam,bawa adik nya untuk ikut datang kemari"


Jerry pada akhirnya hanya bisa menarik kasar nafasnya.


Sejenak Jerry menaikkan ujung bibirnya saat tiba-tiba Alicia muncul dari arah pintu kamar mandi, sang istri baru saja menyelesaikan ritual panjang mandinya.


Dengan gerakan cepat dia meraih tubuh Alicia yang hanya terbungkus handuk putih yang menutupi dada hingga ke pahanya.


"Akhhh Jerry"


Alicia terpekik kaget.

__ADS_1


"Boleh 1 kali lagi?"


Goda Jerry sambil mencium lembut leher Alicia.


"Ishhh"


Sang istri hanya memunyungkan bibirnya.


"Ertan sebentar lagi bangun, sayang"


Ucap Alicia pelan.


Jerry memeluk lembut tubuh Alicia.


"Aku fikir malam ini kita akan datang ke kediaman saudara kembar ku"


Ucap Jerry tiba-tiba.


"Ya?"


Alicia tampak mengerut kan dahinya.


"Ada sebuah kesalahpahaman yang harus di luruskan soal pernikahan kakak mu dan kembaran ku"


Lanjut Jerry pelan.


***********


Sejenak senyuman di wajah Emilia sirna saat tahu sosok siapa yang datang ke apartemen Gerry, emilia merasakan gerakan kakinya tiba-tiba melemas.


"Kau menjebak ku"


Ucap Emilia berteriak histeris pada Gerry saat sadar siapa yang ada di hadapannya.


Lincoln.


Emilia secepat kilat berusaha untuk kabur, tingkat shok dan trauma nya jelas meningkat.


"No.. Emilia dengar kan aku"


Gerry mencoba meraih tubuh Emilia.


"Lepaskan aku"


Emilia fikir apakah Lincoln kembali akan mengambil dan mengurung diri nya ke tempat Kemarin.

__ADS_1


Emilia terus memberontak saat tubuh kekar Gerry terus berusaha memeluk erat dirinya.


"Tidak, aku mohon dengar kan penjelasan ku"


"Tidak, lepaskan aku"


Emilia terus berusaha untuk melepaskan diri, tangis nya jelas pecah saat itu juga, saat genggaman Gerry terlepas, Emilia secepat kilat lari dari sana menuju ke arah dapur.


secepat kilat dia meraih Pisau dapur disana, berusaha menodongkan nya pada Gerry dan jerry, Tubuhnya jelas gemetaran, tangis nya pecah tidak terkendali.


Apa ini kematian ku? kenapa semua orang membohongi ku?


Emilia fikir mempercayai Gerry pilihan yang baik, tapi rupanya laki-laki itu mengenal Lincoln dan berusaha untuk menjebak nya agar dia kembali ke tuan Lincoln.


Jerry fikir membiarkan Alicia berada di mobil sementara memang pilihan yang cukup bijak, jika tidak jelas Alicia pun akan Bingung dengan situasi saat ini.


Gerry berusaha untuk bicara dengan sabar ke arah Emilia, menahan tangannya secara perlahan.


"Dia adik ku, Emilia dia adik ku, ada kesalahpahaman dalam pernikahan kemarin"


Gerry berusaha untuk maju, mencoba untuk mendapatkan Pisau di tangan Emilia.


"Apa?"


Seketika otak Emilia kembali membuntuh.


"Dia telah salah paham soal sesuatu yang belum bisa aku jelaskan saat ini, tapi dia adik ku Jerry dan pernikahan kemarin bukan untuk mu dan dia, melainkan untuk kamu dan aku"


Emilia tampak menatap nanar wajah Gerry, dia masih belum paham kearah mana perkataan Gerry.


"Coba ingat baik-baik nama belakang Elma hmm??? "


Gerry berusaha melepaskan pisau dari tangan Emilia Secara perlahan.


Seolah terhipnotis Emilia melepaskan Pisau di tangannya, dia berusaha untuk mengingat nama asli sang teman baik.


Anselma MC J Lincoln


Gerry mencoba menyentuh wajah Emilia, menatap lembut bola mata itu.


"Semua hanya kesalahpahaman, pernikahan kemarin bukan antara kamu dan Jerry hmm, tapi antara kamu dan aku,ada alasan khusus hingga aku aku tidak bisa datang ke acara pernikahan nya"


Ucap gerry lagi masih terus berusaha menyakinkan diri Elma.


Dia tahu berdiam selama nya jelas tidak mungkin, itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah, tapi bukan berarti dia harus tergesa-gesa untuk membicarakan semua persoalan nya, Emilia jelas butuh waktu.

__ADS_1


Tapi minimal Emilia harus tahu dulu soal status mereka, agar dia bisa terus menyelidiki semua nya dengan perasaan jauh lebih tenang tanpa harus memikirkan bagaimana cara mengirim emilia pulang, dia jelas membutuhkan Emilia untuk perlahan membuka ingatan nya dimasa kemarin agar mereka bisa membuka siapa pelaku yang sebenarnya di kejadian 7 tahun silam.


__ADS_2