
Begitu mendengar kabar jika seseorang terjatuh dari tangga mansion Jerry, Gerry secepat kilat kembai ke kediaman Jerry, dengan jutaan kekhawatiran Gerry mencari Emilia, fikiran buruk jelas menghantam Dirinya.
Dia jelas takut sesuatu yang buruk menimpa sang istri, hingga pada akhirnya membuat Gerry kalang kabut membawa mobil nya menuju ke titik tujuan.
Seketika Gerry menarik nafasnya lega saat melihat Emilia baik-baik saja, Gerry langsung menyambar tubuh Emilia dan memeluk erat tubuh sang istri tanpa bisa berkata apa-apa.
"Sayang?"
Emilia bertanya bingung melihat ekspresi Gerry yang begitu aneh dan penuh kepanikan.
"Aku fikir sesuatu yang buruk terjadi pada mu"
Ucap Gerry sambil mengelus lembut kepala Emilia.
"Aku baik-baik saja"
Ucap Emilia cepat.
"Teman masa sekolah ku yang terjatuh di tangga"
Gerry mengerutkan dahinya, dia langsung melepaskan pelukannya dari Emilia.
"Siapa?"
"Neysa"
Jawab Emilia cepat.
Seketika bola mata gerry membulat.
"Siapa?"
__ADS_1
Alih-alih menjawab Emilia malah balik bertanya.
"Dia seperti nya mengenal kamu dengan baik"
Gerry menyentuh cepat wajah Emilia.
"Apa dia bicara sesuatu yang buruk?"
Tanya Gerry cepat, dia menatap dalam bola mata Emilia.
Sang istri menggeleng cepat.
"Tidak, tapi dia seperti orang yang kebingungan"
Ucap Emilia dengan perasaan sedikit bingung.
"Dia menatap ku dengan tatapan yang aneh, mungkin karena dia memang tidak begitu menyukai aku sejak masa sekolah dulu, jadi Begitu melihat aku lagi dia langsung shock"
Emilia berusaha mengingat moment di masa sekolah nya dulu.
Gerry menaikkan alisnya.
"Seja di SMP dia memang kurang begitu menyukai aku"
Emilia mengangguk cepat.
"Kenapa begitu?"
Gerry mengerutkan dahinya.
"Aku tidak begitu paham, awalnya kami cukup dekat kemudian semuanya berubah ketika semua nilai-nilai ku mulai berada di atas nilai-nilai milik nya"
__ADS_1
"Ya?"
Mendengar cerita Emilia sejenak Gerry tercekat, dia fikir apa mungkin?
"Katakan pada ku sayang, saat kejadian 7 tahun yang lalu, apakah dia ada di dekat kamu? maksud ku apa dia bertingkah sedikit aneh?"
Gerry bertanya sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya, menatap dalam wajah Emilia Mencoba mencari tahu soal masa lalu.
"Apa yang terjadi di acara kampus nya?"
Gerry mulai ingat, malam kejadian saat itu bertepatan pada saat acara kampus yang di adakan oleh 2 universitas sekaligus.
Emilia Tampak mencoba mengingat-ingat sejenak.
"Aku sebenarnya enggan datang, tapi Elma bilang dia telah mengatur pertemuan kita, dan salah satu teman kami bilang jika aku tidak datang artinya yang menjadi ratu kampus malam itu akan berpindah tangan pada Neysa"
"Apa ada laki-laki yang berada di antara kamu dan neysa?atau perempuan juga bisa jadi? setelah bersama neysa, dia mungkin berpindah menuju ke arah kamu dalam waktu yang cukup lama?"
Tanya Gerry lagi, mencoba untuk membuat Emilia terus berfikir namun tidak ingin membuat Emilia tertekan dengan keadaan.
Emilia mengerutkan dahinya, dia mencoba mengingat-ingat.
Secepat kilat ingatan nya kembali ke masa waktu itu.
Persis seperti kaset kusut yang di re take ulang untuk mendapatkan moment berharga nya.
"Ada, seorang laki-laki yang usia nya sekitar 23 tahunan dan seorang gadis dari jurusan sebelah"
Sepersekian detik kemudian bola mata Gerry membulat sempurna.
"Masih bisa mengingat sket wajahnya?"
__ADS_1
Emilia kembali berfikir, lalu dia mengangguk cepat.
Gerry tampak menaikkan ujung bibirnya, dia yakin pasti ada yang terlewati malam itu hingga tidak semua orang menyadari nya sejak awal perkara.