
Bola mata Elma terasa berkunang-kunang saat mendengar sang kakek berkata "MENIKAH"
Aku ingin mati saja....!!!
pekik Elma dalam hati.
Ah tidak bukankah aku masih muda? cantik pula? bukan....maksud ku tuhan bisakah buat aku pura-pura pingsan saja saat ini?
Tanya Elma dalam hati.
"Kakek jika karena ciuman tadi kami harus menikah, itu aku rasa sebuah kesalahpahaman"
Elma jelas saja berusaha untuk protes dan menolak, bicara sambil berusaha memijat sang kakek dengan penuh cinta.
"Kalian bukankah cukup dekat? sulit sekali mempertemukan kalian sejak dulu, setelah kakek fikir kamu menolak nya kakek tidak lagi berencana mempertemukan kalian, ternyata kalian malah sudah saling mengenal"
Ucap kakek tua MC Juan senang.
"Apa?"
Elma menghentikan pijatan nya, sejenak dia menaikkan alisnya, sedangkan Emre mengerutkan keningnya.
"Ternyata tanpa perlu di jodohkan, kalian sudah dekat dan berpacaran"
Sambung daddy Emre.
"Pacaran?"
Elma dan Emre bicara secara bersamaan.
"Kami tidak berpacaran kakek"
Rengek Elma cepat.
Itu kan tragedi, masa gara-gara ciuman di kata pacaran.
Protes Elma dalam hati.
"Kami tidak berpacaran dad"
Emre berusaha untuk ikut meluruskan.
__ADS_1
"Baiklah, pasangan yang dekat memang seperti itu, tidak mesti berpacaran untuk mengungkap kan perasaan cinta"
Daddy Emre bicara dengan penuh kebahagiaan.
"Dad"
Emre mencoba untuk memotong kata-kata Daddy nya.
"Kita akan membahas tanggal pastinya, aku fikir sebaiknya kita melakukan pertemuan keluarga lebih dulu"
Kakek tua MC Juan bicara sambil menepuk-nepuk tangan Elma.
"Dia laki-laki yang baik"
Lanjut kakek MC Juan.
"Emre, kau tahu son? Daddy senang kami sudah mengenal Elma sebelum kami memperkenalkan gadis ini pada mu"
"Kakek, uncle ini kesalahpahaman, kami tidak berpacaran, kami bahkan belum menge..."
Belum sempat Elma protes terlalu jauh tiba-tiba Tuan Fawad memegang dadanya, seketika tubuhnya mengejang.
Emre tampak panik dengan perubahan ekspresi sang Daddy.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sang Daddy terjatuh tidak sadarkan diri
"Daddy..."
"Uncleee..."
Pekik Elma histeris
Seketika suasana mansion Emre El fawad mendadak diterpa kepanikan, Emre dengan keadaan panik langsung menyambar tubuh Daddy nya, membawa sang Daddy menuju ke rumah sakit di ikuti oleh Elma dan kakek tua fawad.
Emre jelas tidak banyak bicara, bahkan hingga tiba di rumah sakit dia tetap memilih diam seribu bahasa. Sebentar-sebentar Emre mengusap kasar wajahnya, bahkan tidak jarang dia mondar-mandir Kesana-kemari menunggu tim dokter melakukan pemeriksaan terhadap Daddy nya di ruangan UGD didalam sana.
Kakek MC Juan jelas tidak kalah panik, dia fikir fawad muda sejauh ini baik-baik saja, tapi kenapa tiba-tiba kesehatan nya menjadi memburuk begitu saja.
Elma jelas hanya bisa terdiam, beberapa kali dia menggigit bibir bawahnya, Elma fikir Bukan kah dia sedang berjuang lari dari pernikahan? lalu kenapa tanpa dia sadari dia malah masuk ke perangkap pernikahan? Dia ingin menolak keadaan, tapi semakin kemari semakin memperburuk keadaan.
Bahkan belum sempat dia protes dan menolak mentah-mentah semua nya, Daddy Emre tiba-tiba ambruk tanpa sebab.
__ADS_1
Lalu beberapa waktu kemudian seorang dokter keluar dari ruangan UGD diikuti beberapa perawat nya.
Emre jelas dengan perasaan panik bertanya pada laki-laki itu yang adalah uncle Elma.
"Bagaimana uncle? Apa yang terjadi?"
Elma bertanya dengan perasaan was-was.
"Apa yang terjadi pada daddy ku?"
"Tekanan darah fawad memburuk, begitu juga dengan tekanan jantung nya, kami harap kalian tidak membuat hal-hal yang bisa memicu semakin memburuk nya kesehatan tuan fawad"
Ucap dokter itu cepat.
"Dan jangan membahas soal sesuatu yang bisa membuat semakin buruk kesehatan nya, aku fikir menolak pernikahan bukan pilihan bijak, Elma"
"Ya?"
Jelas saja Elma tercekat.
Emre dengan cepat menarik tangan Elma, menjauh dari sang kakek dan dokter itu.
"Ini terdengar tidak menyenangkan, tapi aku harap kamu mau bekerja sama, mari kita teruskan pernikahan ini dalam keadaan suka atau tidak"
Ucap Emre cepat.
"What?"
Jelas saja Elma keberatan.
"Tapi aku tidak mencintai kamu"
"Apa aku terlihat mencintai kamu?"
Balas Emre sambil menaikkan alisnya.
"Tapi ini soal pernikahan juga masa depan ku"
"Dan ini soal hidup dan mati seseorang"
Seketika Elma menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1