Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Foto lawas


__ADS_3

Emre terus memperhatikan Elma sejak tadi, gadis itu tampak sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, terus berkutat di dapur menyiapkan segala sesuatu untuk dirinya.


Sejak pernikahan mereka, gadis itu muali mengurusi seluruh kebutuhan nya.


Sejenak Emre memejamkan bola matanya, seolah tidak percaya jika gadis kecil dimasa lalu yang menyelamatkan diri nya adalah Elma bukan Elis.


Jadi selama ini fikiran yang berkembang soal Elis yang telah membantu nya hancur seketika.


Realita nya jelas dia telah salah paham dan menduga gadis kecil itu adalah Elis, dia benar-benar merasa seperti orang bodoh karena berfikir Elis adalah gadis kecil yang selama ini dia cari.


"Ngomong-ngomong kamu benaran bocah bersepatu pink itu? dimana kakak laki-laki mu? dia sangat baik sekali, cukup berbanding terbalik dengan mu di masa kecil"


Tanya Elma tiba-tiba sambil meletakkan gelas capuccino milik Emre.


Emre menaikkan sebelah alisnya, mencoba merapikan lengan jas nya.


"Berbanding terbalik?"


"Hmmm kamu bahkan memang tidak baik sampai sekarang"


Protes Elma lagi saat ingat apa yang dilakukan Emre pada nya belakangan ini.


Emre tampak tertawa mengejek.


"Itu tidak baik karena pertemuan kita jelas sangat buruk sekali, kamu mencuri mobil ku"


Protes Emre cepat.


"Haishhhh itu karena aku ingin menghindari diri dari kakek atas perjodohan kita"


ucap Elma cepat sambil membela diri.


"Tapi kamu mengacaukan semuanya"


Kata nya lagi dengan perasaan kesal.


"Kamu tidak memberitahukan nya pada ku"


Jawab Emre sambil sibuk membenahi dasinya, beberapa Kali namun gagal.


"Coba lihat bahkan dia tidak bisa memasang kan dasinya sendiri"


Elma langsung meninggalkan pekerjaan nya lantas dengan cepat menyambar dasi Emre.

__ADS_1


"Ini kesini, bukan ke arah tadi"


Elma bicara sambil tangannya sibuk membenahi dasi Emre.


"Kamu tahu, kalau aku tahu kamu yang akan di nikahkan dengan ku, aku tidak akan mau memulai nya dengan masuk ke kamar mu"


Elma mencoba mengingat-ingat pertemuan pertama mereka.


"Benar bukan? pertemuan pertama kita di kamar club waktu itu?"


Tanya nya lagi sambil mendongak menatap Emre.


Seketika dia melebarkan senyumnya,dia tertawa kecil sambil menampilkan barisan gigi putih nya.


"Aku lupa"


Setelah berkata begitu dia kembali membenahi dasi Emre.


"Hmmm ini jauh lebih rapi dari buatan mu tadi"


Elma bicara sambil menepuk-nepuk bahu Emre.


"Tampan juga"


Setelah berkata begitu Elma berniat membalikkan tubuhnya, tapi Emre dengan gerakan cepat meraih lengannya dan menarik tubuh Elma.


"Apa yang kamu lakukan?"


Tanya Elma langsung membulat kan bola matanya.


"Katakan pada ku tentang sesuatu, yang bisa membuat aku yakin jika gadis kecil itu adalah kamu"


Emre bicara sambil menahan kencang tubuh Elma, membiarkan gadis itu terus berada di pelukan nya.


"Apa ini keharusan?"


Elma menaikkan alisnya.


"Aku hanya ingin memastikan 1 hal saja"


Elma tampak diam sejenak.


"Hmmm "

__ADS_1


Elma mencoba untuk mengingat-ingat soal pertemuan pertama mereka disaat kecil.


"Bukankah ada 2 gadis kecil lain nya di kebakaran perusahaan?"


Tanya Elma tiba-tiba.


"Dan ahh...kamu ingat putra uncle Anwar? kakak laki-laki neysa? bukan kah mereka masih Keluarga kalian? aku fikir saat itu salah satu dari gadis kecil itu menyelamatkan Sehan ketika mereka terjebak di dalam lift nya"


Elma bercerita penuh semangat.


"Gadis itu bahkan hampir meninggal saat menyelamatkan Sehan bukan? siapa nama nya? hmmm aku fikir kamu pasti mengingat nya, karena di antara anak-anak lainnya gadis itu terlihat paling mencolok saat itu"


"Ya?"


Emre sejenak mengerutkan keningnya, berusaha untuk mengingat-ingat soal masa lalu.


"Aku punya foto kami di masa lalu, hmmm sebentar"


Ucap Elma lantas meraih handphone nya.


"Aku pernah memfoto ulang foto lawas semasa anak-anak, lalu memposting nya di Facebook"


Setelah berkata begitu Elma tampak sibuk membuka album foto fb nya.


"Kenangan lama.... kenangan lama...ah ini dia, ini aku,ini kami kan? ini gadis kecil keluarga uni emirat Arab"


Elma mulai menunjukkan foto-foto lawas yang usang, dirinya, Emre...


Elis?


Emre mengerutkan keningnya.


Jadi benar dia salah orang.


"Nah ini Sehan dan ini gadis itu kan?"


Tanya Elma sambil menoleh ke arah Emre.


Seketika laki-laki itu membulatkan bola matanya, menatap tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


"Ini kakak mu kan?"


Tanya nya lagi ke arah Emre dengan senyuman yang mengambang.

__ADS_1


"Ah dan ini seperti nya anak dari keluarga asing yang mengadakan kesepakatan perjanjian dengan Daddy kami, aku fikir anak ini begitu di sukai kakak ku Gerry saat itu"


Sejenak Emre kehilangan kata-kata, dia paham sekarang apa yang sebenarnya terjadi di malam 7 tahun yang lalu.


__ADS_2