
Jerry perlahan menuruni anak tangga, menatap Alicia yang sibuk asyik mengobrol dengan Ertan, ujung bibir Jerry Lincoln jelas terangkat sempurna, dia fikir ke khawatiran nya cukup tidak beralasan terhadap perempuan itu.
Rupanya Alicia bahkan sama sekali tidak gampang di tumbang kan oleh perempuan semacam neysa.
Jerry fikir Alicia mungkin akan cukup kesulitan menghadapi neysa, kebanyakan perempuan akan menjadi lemah ketika di tekan oleh perempuan lain, tapi Alicia jelas berada di luar ekspektasi nya, dia bahkan lebih cocok menjadi sang pemeran antagonis jika di film-film atau bahkan drama-drama televisi.
sejenak Jerry Lincoln mengulum senyumannya, duduk di atas kursi makan, menunggu sang pelayan mempersiapkan semua sarapan nya.
"Tidak apa-apa, aku yang akan melakukan nya, bibik bisa melanjutkan tugas yang lainnya"
Ucap Alicia cepat sambil tersenyum ke arah sang pelayan, meraih piring yang ada di tangan pelayan itu lantas mulai mempersiapkan makanan Jerry Lincoln.
"Sayang, kamu mau yang mana?"
Alicia menoleh ke arah ertan, bicara pada sang anak sambil tangannya dengan cekatan meletakan beberapa potongan sandwich ke piring Jerry Lincoln.
"Kamu tidak bertanya pada ku sayang?"
Jerry Lincoln menaikkan ujung alisnya.
"Alicia menoleh ke arah Jerry"
"Kamu mau roti selai?"
Alicia bertanya cepat ke arah Jerry.
Laki-laki itu menatap dalam bola mata Alicia.
"Tawaran nya Terdengar berbeda,kamu bertanya pada ertan Sayang kamu mau yang mana? sedangkan dengan ku kamu mau roti yang mana? itu terdengar tidak adil"
Protes Jerry.
Apapula ini?
__ADS_1
batin Alicia.
"Kamu cemburu pada putra mu sendiri?"
Alicia mengerutkan keningnya.
"Apa Daddy boleh cemburu pada mu sayang? mommy mu tidak memanggil Daddy dengan kata SAYANG, apa itu terdengar adil?"
Jerry berusaha untuk mengadu pada ertan.
Bocah kecil itu tampak menatap dalam wajah sang Daddy, dia kelihatan berusaha untuk berfikir.
Aihhhh dia benar-benar seperti anak kecil.
sungut Alicia melihat kelakuan Jerry.
"Mommy sedang beltengkal dengan Daddy? meleka bilang ketika Olang dewasa tidak memanggil sayang itu altinya meleka sedang malah dan beltengkal?"
Ertan bertanya sambil menyentuh lengan Alicia.
Alicia berusaha mengembangkan Senyuman nya, membelai lembut rambut ertan.
"Sayang, mommy tidak sedang bertengkar dengan daddy"
Ucap Alicia cepat.
"Daddy mu hanya sedikit sensitif, Mommy fikir Daddy mu sedang datang bulan"
Alicia bicara sambil menggoda ke arah ertan, melirik ke arah Jerry sambil tersenyum jahil.
Apa? datang bulan?
Jerry jelas terbelalak mendengar ucapan Alicia, dia baru tahu sang istri bisa sejahil itu.
__ADS_1
"Apa itu datang bulan mommy?"
Ertan bertanya sambil mengerutkan dahinya.
"Jangan dengarkan mommy mu"
Ucap Jerry sambil menarik cepat tangan Alicia.
Seketika Alicia tersentak kaget, sepersekian detik kemudian tubuhnya secepat kilat berada di atas paha Jerry.
"Apa yang kamu lakukan?"
Alicia berusaha untuk melepaskan diri, tapi Gerry malah memeluk erat dirinya.
"Jangan bergerak, kau akan membangun kan yang di bawah sana"
Jerry bicara sambil berusaha menjahili Alicia, seketika sang istri terdiam.
Ertan tertawa senang melihat mommy dan Daddy nya yang terlihat akur di matanya.
"Mommy tidak mau membelikan ciuman untuk Daddy? kata nenek fawad olang yang saling mencintai itu pasti seling membelikan ciuman, aku seling membelikan ciuman untuk nenek fawad, uncle emle dan mommy...."
Seketika ertan menggantung kan kalimatnya.
Jerry tampak mengerutkan dahinya.
"Mommy? mommy siapa?"
Ertan tampak tercekat, dia hampir saja menyebutkan soal mommy Elis.
Uncle Emre selalu memperingati dirinya Agar tidak pernah memberi tahukan soal mommy Elis nya kepada siapapun, karena kata uncle Emre akan ada orang jahat yang bakal mengambil mommy nya dari mereka.
"Sayang?"
__ADS_1
Jerry kembali bertanya pada ertan masih dengan sejuta tanda tanya.