
"Oh God"
Elma jelas melotot menatap laki-laki dihadapan nya itu
Setelah membawa nya kabur dengan penampilan persis seperti gadis malam, dengan rambut wig pendek, pakaian seksi, Hells tinggi dan kini laki-laki itu mengurung nya didalam sebuah mansion yang entah milik siapa.
Yang Elma ingat mansion ini jelas berbeda jauh dengan Mansion yang mereka datangi semalam.
"Begini tuan, ini seperti pelanggan hak asasi"
ucap Elma sambil mengerutkan dahinya.
"Tuan tahu aku ini seorang gadis muda, tuan harus tahu jika tuan membawa seorang gadis..catat GADIS bukan perempuan atau wanita, tapi GADIS ke mansion tuan! Apa ini tidak berlebihan?"
"Kau fikir aku tertarik pada seorang gadis ingusan seperti mu?"
Emre bicara sambil menaikkan alisnya.
Sialan aku di kata ingusan.
umpat Elma dalam hati.
"Baiklah tuan, begini maksud ku apa ini tidak terlalu berlebihan? apa tuan rela merenggut kebebasan gadis ingusan ini? aku harus pergi sekarang untuk menemui seseorang, setelah itu baru kita membahas soal kesalahan semalam"
Oh God kenapa aku harus berurusan dengan manusia semacam ini.
Umpat Elma dalam hati.
Alih-alih menjawab Ocehan gadis dihadapan nya itu,Emre dengan cepat mengulurkan telapak tangan kanannya.
"Mobil?"
ucap Emre sambil menggerakkan jemari-jemari nya.
"Aku menghilang kan kunci nya"
Sungut Elma.
"Mobil nya?"
Tanya Emre lalu mengeluarkan handphone nya.
"Aku akan minta orang-orang ku untuk mengambilnya dengan kunci serap"
__ADS_1
seketika Elma terdiam, dia menggigit bibir bawahnya, ekspresi wajah nya langsung berubah.
Bagaimana mengatakannya? pasti sang anak buah kakeknya sudah menahan mobilnya sejak tahu Elma datang ke club.
"Hahahaha"
Elma mencoba tertawa dengan sedikit dipaksakan.
"Mobilnya ada bersama... bagaimana aku harus mengatakannya pada mu tuan, begini hidup ku ini sulit sekali, jika aku kembali untuk mengambil mobil mu, itu artinya aku bisa mati dengan cara yang begitu sempurna"
Elma jelas bingung bagaimana cara menjelaskan nya.
Maksud nya dia ingin berkata, jika dia Kembali dan ketahuan sang kakek nya maka tamat sudah riwayatnya Tapi apalah daya dia tidak punya kemampuan untuk mengatakan kesusahan hatinya.
Emre menurunkan telapak tangan nya.
"Masuk kedalam kamar, fikirkan bagaimana cara kamu mengembalikan mobil ku besok"
Ucap Emre lantas menunggu Elma untuk masuk kedalam kamar itu.
"Tuannnnnnn"
Rengek Elma kemudian.
Yah besok juga bagaimana cara mengembali kan nya?aku mana mungkin kembali ke klub hanya demi sebuah mobil???
Emre bertanya tiba-tiba.
Elma mengangguk cepat.
"Tahu, itu keluaran terbaru"
jawab Elma sambil mengerutkan bibir nya.
"Bagus, artinya kamu tahu berapa harga mobil itu"
Elma mengangguk cepat.
"Tuan begini"
Elma secepat kilat menyentuh tangan Emre.
"Kau tahu tuan? aku akan mencari cara untuk mengganti nya tapi kembali demi mendapat kan mobil itu saat ini sama saja aku akan kembali masuk ke dalam terkaman seekor Singa"
__ADS_1
Elma terus memegang tangan Emre, dia berusaha untuk merayu laki-laki itu bagaimana pun caranya.
Yah mana mungkin aku bisa mendapat kan nya Kembali? satu-satunya manusia yang patut disalahkan saat ini adalah sang kakak yang tidak menjemput nya sejak awal.
Umpat Elma dalam hati.
"Tapi mengurung ku didalam Mansion sebesar ini sama saja dengan merenggut kebebasan ku"
Elma mencoba merayu Emre, mengelus lembut tangan Emre Sambil melebarkan senyumannya Se...manis mungkin.
"Yakinlah, aku akan mencari cara untuk mengembalikan mobil itu pada mu"
"Aku akan mencari cara terbaik untuk mengembalikan nya"
Elma terus mengoceh dihadapan laki-laki itu.
Dan alih-alih mempedulikan ocehan Elma, laki-laki itu Dengan gerakan cepat mendorong Elma untuk masuk kedalam kamar.
"Jika sudah bisa mendapatkan kembali mobil ku, kau baru boleh keluar dari tempat ini?"
"Tapi..tuan"
Elma bicara sambil berusaha Menoleh kebelakang, sedangkan emre terus berusaha mendorong tubuh nya.
"Tuannnnnnn"
Rengek Elma sambil mengerutkan bibir nya.
Emre secepat kilat menutup pintu kamar itu dan mengunci nya dari luar.
"Tuannnnnnn"
pekik Elma kesal.
"Dasar tua Bangka perhitungan, aku sumpah kamu jadi pengeran kodok yang tidak laku-laku hingga menua"
Setelah itu Elma menendang kesal pintu kamar itu.
Duggg
"Awwhhh"
Seketika dia meringis Karena kaki nya terasa begitu sakit saat menendang pintu itu.
__ADS_1
Oh sial.
Elma duduk dilantai dengan perasaan kesal sambil merengek tidak jelas dengan perasaan dongkol.