
Saat Emre tengah mengganti pakaian dalam nya, tiba-tiba Elma masuk begitu saja ke kamar nya, tanpa mengetuk pintu, tanpa aba-aba.
"Oh God.shi..t"
Umpat Emre dengan jutaan keterkejutan, dia masih berusaha menggunakan bawahannya dengan tergesa-gesa saat Elma tiba-tiba melesat masuk kedalam.
Alih-alih ikut terkejut dan lari, Elma malah mulai mengoceh menghadapi Emre.
"Katakan pada ku, Kenapa jadi begitu rumit pernikahan nya? kan hanya menikah di kantor saja? kenapa jadi mengadakan pesta secara besar-besaran?"
Protes Elma cepat ke arah Emre dengan perasaan jengkel.
Dia fikir kalau secara besar-besaran kan srmua orang bisa tahu pernikahan nya, rencana untuk pergi dan kabur lagi bisa-bisa gagal lagi.
"Bisa tunggu di luar? aku harus mengganti pakaian Ku terlebih dahulu, setelah itu kita baru membicarakan nya"
Ucap Emre cepat kearah Elma, membentang kan tangan kanan nya menuju ke arah pintu luar.
Emre Fikir mungkin gadis itu akan segera keluar dari kamarnya.
"Kamu bisa mengganti pakaian mu dihadapan ku"
Tanpa peduli ekspresi Emre, Elma malah dengan santai memutar tubuhnya.
Jawaban Elma serta ekspresi nya jelas ada di luar ekspektasi Emre.
"What?"
Jelas saja Emre terkejut saat mendengar kan ucapan Elma.
"Ashhh ini benar-benar mengganggu, tutup mata mu atau berbalik dengan segera"
Oceh Emre kesal, laki-laki itu dengan cepat menggunakan satu persatu pakaian nya.
Elma seolah tanpa urusan malah berkacak pinggang,sejenak berusaha untuk mengintip kebelakang.
Besar atau kecil?
Batin nya dalam hati sambil memicingkan bola matanya ke belakang.
__ADS_1
"Yakkkk aku bilang menghadap kedepan"
teriak Emre kesal.
Elma tekekeh dalam hati.
"Kau ini ge er sekali, siapa yang mau melihat milik kamu, paling ukuran nya Begitu kecil sekali"
"What?"
Oh shi..t.
Emre terus mengumpat kesal, menatap dongkol ke arah Elma.
Ada gadis model begini.
"Oh ya Tuhan aku benar-benar bisa gila Menikahi gadis seperti kamu"
"Itu bagus,aku berharap kamu bisa gila lalu langsung masuk ke rumah sakit jiwa"
Balas Elma cepat.
"What?"
Umpat Emre lagi salam hati, membuang handuk nya ke arah samping lantas mendekati Elma.
"Kamu bilang apa tadi?"
"Rumah sakit jiwa"
"Bukan itu, yang sebelumnya?"
Seketika Elma memundurkan tubuhnya saat Emre semakin mendekati dirinya.
"Yang mana? ah kenapa pernikahan nya jadi berubah? kenapa jadi begitu megah?"
"Bukan uang itu, yang jauh setelah nya"
Emre terus maju kedepan,membuat Elma semakin melangkah mundur kebelakang.
__ADS_1
"Yang mana? aku lupa!"
"Ah... lupa atau pura-pura lupa?"
Emre menaikkan sebelah alisnya, terus berjalan kedepan menatap tajam bola mata Elma.
Pada akhirnya posisi gadis itu benar-benar terjepit, menabrak dinding.
Kedua tangan Emre berusaha menahan tubuh Elma.
"Rasa nya aku mendengar kamu berkata, paling ukuran nya Begitu kecil"
Saat Emre mengatakan itu, seketika Elma ingat dengan ucapannya tadi.
"Oh hahahahaha maksud ku mungkin, yah mungkin "
Elma berusaha tertawa, Emre semakin memajukan wajahnya, hingga menciptakan jarak yang hanya bisa di ukur dengan jari saja.
"Yakin? mungkin kecil?"
Tanya Emre pelan.
Elma mengangguk pelan.
ehhhh
buru-buru dia menggeleng
"Tidak...mungkin aku salah memikirkan nya"
Ralat Elma cepat.
Emre kembali menaikkan alisnya.
"Ingin memastikan ukuran nya?"
Tanya Emre lantas menarik cepat pinggang Elma.
"Mau mencoba nya?"
__ADS_1
What????