
Di masa lalu
Seorang perempuan muda tampak duduk di atas atap rumah sakit, masih menggunakan pakaian pasien perempuan itu secara perlahan menggoyang-goyangkan kakinya sambil terus mengunyah buah apelnya.
Sesekali perempuan itu melirik kearah samping kanannya, seolah-olah bola matanya sejak tadi memang tengah menunggu seseorang yang akan datang menemui diri nya.
Disisi tangga bawah, seorang laki-laki tampan berkaca mata dengan pakaian seragam dinas rumah sakit tampak berjalan tergesa-gesa menaiki anak tangga satu demi satu, dengan nafas tidak beraturan laki-laki itu terus melesat naik sambil melirik ke arah jam tangan nya.
Dokter Dekan muda mencoba mengambil nafasnya dalam-dalam saat dia tiba di gedung paling atas rumah sakit tersebut, dengan posisi tubuh sedikit ber jongkok dan kedua tangan memegang lutut nya, bola mata laki-laki itu mencoba menyusuri atap gedung tersebut.
Seketika senyuman nya mengambang dengan sempurna, saat dia melihat seorang perempuan dengan wajah cantik mendominasi itu ternyata masih dengan setia menunggu dirinya.
Dekan secepat kilat berlari mendekati perempuan itu dengan nafas tersengal-sengal.
"Kamu telat selama 23 menit 16 detik"
Protes perempuan itu sambil memicingkan sebelah matanya ke arah dekan.
"Maafkan aku sayang"
Laki-laki itu bicara lantas memeluk erat tubuh perempuan itu dengan penuh cinta"
"Mereka bilang kamu pingsan? hamil? 8 Minggu?"
Dokter Dekan terus bertanya dengan begitu antusias, dia menyentuh wajah perempuan itu dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Yang ditanya hanya melebar kan senyuman nya dengan penuh kebahagiaan, bola mata perempuan itu tampak berkaca-kaca.
Secepat kilat laki-laki itu mengangkat tubuh perempuan itu yang tak lain adalah istri nya, berteriak penuh kebahagiaan sambil terus memeluknya erat.
"Aku fikir kita akan pindah ke apartemen yang lebih besar, hmmm harus ada kamar lain yang dibuat khusus untuk anak-anak"
Dokter Dekan terus bicara dengan antusias, laki-laki itu secepat kilat meletakkan tubuh perempuan itu ke atas kursi yang perempuan itu duduki tadi.
"Aku fikir tidak perlu pindah segala, apartemen yang lama sudah lebih dari cukup sayang"
Perempuan itu bicara sambil sedikit memberikan protes untuk laki-laki itu, dia fikir terlalu berlebihan jika Dejan lagi-lagi menukar apartemen dan membelinya dengan model yang baru dan lebih luas.
Laki-laki itu tampak diam, dia duduk dengan cepat disamping perempuan itu, mencoba menggenggam erat tangan sang istri lantas berkata.
Ucap dokter Dekan tiba-tiba, menyentuh lembut wajah sang istri untuk beberapa waktu.
"Aku fikir mungkin mereka masih tidak menyukai aku"
Perempuan itu bicara dengan suara yang begitu kecil, dia mulai ingat status nya, dia tahu keluarga dekan jelas tidak menyukai dirinya yang hanyalah orang miskin yang tidak punya apa-apa, terlalu berbanding terbalik dengan dekan yang jelas tampan, orang kaya, karir cemerlang dan memiliki semua hal yang tidak pernah akan dimiliki orang miskin seperti diri nya, bahkan keluarga Dekan jelas merupakan pengusaha yang cukup berpengaruh di semua kalangan jadi bagaimana berani dirinya masuk dengan percaya diri didalam keluarga sesempurna itu.
Pada akhirnya Mereka jelas menikah diam-diam, menyembunyikan status mereka dari semua orang, karena bagi perempuan itu dekan jelas terlalu sempurna.
"No...kita akan mencobanya lagi hmmm, lagi pula ada penerus keluarga zahid didalam sini"
Ucap dekan pelan sambil mengelus lembut perut sang istri.
__ADS_1
"Aku fikir sebaik nya tunggi hingga anak ini lahir"
perempuan itu bicara sambil menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Tapi sayang'
Dekan jelas cukup keberatan.
"Sekali inj saja penuhi keinginan ku, mari beritahukan keluarga kamu ketika anak kita lahir nanti"
Dokter Dekan tampak diam, mencoba menelisik bola mata sang istri untuk waktu yang cukup Lama.
******
Catatan \=
Maafkan outhor yang jarang up disini, sebab di akun 1 nya outhor full update 3 novel sekaligus tiap hari nya🙏🏻🙏🏻 mana ada yang crazy up di selang-seling pula.
jadi jelas ketar-ketir sendiri tiap hari bagi jadwal antara update cerita, kerja & ngurus anak.
__ADS_1