
Alicia jelas menaikkan alisnya saat melihat Mobil yang mereka Naiki tiba-tiba memutar jalan mencoba masuk ke sebuah rumah pemakaman umum keluarga elit di pusat Paris di seberang sana, sejenak Alicia menoleh ke arah Lincoln, berfikir kenapa laki-laki itu membawa mereka ketempat seperti ini.
"Apakah kita akan masuk ke tempat itu Lincoln?"
Alicia jelas bertanya dengan perasaan bingung, masih sambil memeluk ertan yang tertidur pulas di atas pahanya.
Alih-alih menjawab, Lincoln malah menoleh ke arah ertan kemudian berkata.
"Aku cukup iri dengan Ertan yang bisa tidur di atas paha mu penuh dengan penuh kasih sayang"
Sungut Lincoln lalu mencoba bersandar di bahu Alicia.
Alicia jelas melotot mendengar kan ucapan Lincoln.
"Kau cemburu pada anak kecil?"
Dia bertanya sambil menoleh kearah Lincoln yang bersandar di bahunya.
Seketika bola mata mereka bertemu, dengan gerakan refleks tangan kanan Lincoln menahan tengkuk Alicia, kemudian dia menautkan bibir nya pada Alicia.
"Linc...hmpppp"
Alicia ingin sekali memaki laki-laki itu yang selau bergerak sesuka hatinya, suka atau tidak Alicia pada nya, Lincoln hanya mau tau kalau Alicia suka dengan seluruh tindakan nya.
Alicia mencoba untuk memberontak dan mendominasi tubuh Lincoln, bukan nya gerakan yang leluasa didapat, tapi gerakan nya semakin menjadi sulit karena ertan kecil menggeliat sambil menahan tangan Alicia dengan begitu nyaman.
Oh God, ayah dan anak sama-sama menjengkelkan.
Umpat Alicia didalam hati.
__ADS_1
Lincoln melepaskan ciuman nya, cukup puas saat Alicia tidak bisa bergerak menerima ciuman hangat nya.
"Kita sudah tiba"
Bisik Lincoln sambil mencium lembut pipi kiri Alicia.
Seketika Alicia mengerutkan bibir nya.
Si brengsek ini selalu saja begini.
"Aku akan menggendongnya nya"
"Ucap Lincoln pelan lantas secara perlahan meraih tubuh ertan dari pangkuan Alicia.
"Sebenarnya kita ingin mengunjungi makam siapa?"
Masih dengan perasaan bingung Alicia berusaha turun dari duduknya, mengikuti langkah Lincoln yang mulai menggendong si kecil ertan ke dalam dadanya.
Lincoln tampak berjalan lebih dulu, kemudian tiba-tiba dia menghentikan langkahnya, Alicia yang berjalan di belakangnya jelas langsung menabrak punggung kokoh itu.
"Akhhh*
Ringis Alicia pelan sambil memegang kening nya.
Lincoln jelas mengulum senyumannya, dengan gerakan cepat tangan kanannya Menyentuh kening Alicia.
'Sakit?"
Alicia masih menyentuk kening nya dengan perasaan kesal.
__ADS_1
"Kalau mau berhenti mesti memberikan peringatan lebih dulu agar orang lain tidak menabrak mu"
Gerutu Alicia.
Tanpa peduli ocehan Alicia, Lincoln dengan cepat mengulurkan tangannya.
"Kemarilah"
Ucap Lincoln pelan.
"Ya?"
"Berikan tangan mu"
"Kenapa?"
Lincoln mendesah kesal.
"Bisakah jangan bertanya saat aku tengah menawarkan kebaikan"
"Oh"
Alicia bicara sambil mengulurkan tangannya.
Lincoln fikir baru kali ini dia bertemu perempuan dengan karakter begini, dengan gerakan cepat dia meraih tangan Alicia, membawa perempuan itu menuju ke satu batu nisan di tengah-tengah lapangan luas yang di penuhi oleh berbagai marmer batu nisan dengan berbagai macam nama.
Hingga akhirnya mereka tiba pada 1 batu nisan yang di atasnya bertuliskan.
ERHAN LINCOLN MC JUAN
__ADS_1
"Ini?"
Seketika bola mata Alicia membulat, menatap tidak percaya dengan satu batu nisan berwarna hitam dengan tulisan gold di hadapannya itu.