Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Begitu menginginkan nya


__ADS_3

...Catatan =...


...Warning area 21+...


...yang belum 21 skip...


...yang sendiri maafkan lah Outhor🙏...


...yang berduaan selamat menikmati kebersamaan 😂...


...Asmara subuh terindah💋...


**********


Lincoln menarik ujung bibirnya, saat terbangun dalam posisi memeluk erat tubuh Alicia. wajah cantik itu terlelap tenang seperti anak bayi yang merengkuh di dalam dekapannya. Dia selalu berfikir jika gadis...ah tidak dia sudah jadi perempuan sempurna setelah malam pertama mereka kemarin, yah perempuan itu selalu mampu membangkitkan has..rat kelaki-lakian nya, dari yang enggan dan tidak tertarik pada sosok perempuan, menjadi begitu menginginkan nya.


Tubuh indah ciptaan tuhan itu selalu mempu membuat dirinya menggila secara tiba-tiba, meningkatkan hormon testosteron nya begitu saja.


Secara perlahan Lincoln mendekati bibi mereka, menautkan nya dengan penuh kelembutan, bermain di atas lips berwarna pink itu, menyesap nya dengan penuh rasa cinta. Terasa begitu manis bahkan membuat sang adik kecil terbang secara perlahan.


"Oh Alicia"


Satu bisikan penuh has..rat keluar dari bibir Lincoln, laki-laki itu begitu menginginkan nya, memperdalam tautan nya bahkan memaksa Li..dah itu mengabsen isi dalam nya.


Hingga secara perlahan namun pasti, tangan kiri Lincoln mulai melepaskan satu persatu penutup tubuh Alicia, membuat dia lebih leluasa karena tadi telah melepaskan jeans Alicia untuk mengobati memar di lutut nya.


Lincoln membuang semua kain-kain penutup itu dengan sempurna, hingga berserakan kemana-mana diikuti pakaian yang melekat di tubuh Lincoln.


Hingga akhirnya sidik jari Lincoln mulai mengabsen tiap inci tubuh Alicia, dari atas hingga ke bawah tanpa sedikitpun melewatkan moment nya, bahkan bibir itu ikut mengabsen menggeser penutup atas Alicia hingga bibir itu berakhir ke atas areola pinggiran da..da.. yang masih berwarna pink itu, menikmati nya seperti anak bayi yang tidak ingin melepaskan makanan nya dan sidik jari kanan nya mulai tenggelam di bawah sana mulai memainkan peran penting nya.


Alicia jelas tersentak dari tidurnya saat tiba-tiba sebuah tangan sudah masuk menelusuri bagian bawah sana, dan saat sesuatu menyesap di bagian ariola nya, begitu terasa menggelitik dan membuat tubuhnya merespek sempurna apa yang terjadi.


Saat sadar ternyata Lincoln sudah berada di atas dirinya.


"kak?"


Alih-alih ingin menolak dan marah, saat dia terbangun Lincoln semakin gencar memainkan peran tubuhnya, semakin membuat dirinya kehilangan arah.

__ADS_1


"Kak le..pas..kan hmmp"


Yang terjadi bukan suara penolakan yang keluar, tapi seperti suara indah mendayu-dayu yang berharap mendapatkan sesuatu yang lebih dari pada saat ini, bahkan Lincoln dengan gerakan cepat menautkan Bi..bir mereka, sedangkan susunan sidik jarinya terus bermain di bawah sana memaju mundurkan kegiatan nya tanpa lelah.


Alicia semakin mengeluarkan suara-suara indahnya, memenuhi ruangan kamar pesawat hingga membuat Lincoln merasa semakin menginginkan nya, bahkan nafas tersengal-sengal nya terdengar begitu seksi di balik telinga Lincoln.


"Kak"


Alicia mengencangkan pegangan nya pada lengan Lincoln saat sidik jari itu semakin gencar dengan peran nya, Alicia merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga, semakin kencang gerakan itu semakin Alicia ingin segera mengeluarkan seluruh rasa gila nya di bawah sana.


"Come baby, keluarkan lah"


Bisikan Lincoln membuat Alicia semakin menjadi, teriakan nya semakin mengencang, jemari-jemari indah Alicia mencoba menyentuh leher Lincoln, mengencangkan pelukan nya pada laki-laki itu dengan sekuat tenaga hingga benar ada nya saat dibawah sana terasa begitu basah, Alicia mencapai sebuah kepua..san hakiki yang begitu melegakan.


Namun tiba-tiba Lincoln kembali menaut kan bibirnya, meyesap dan mengabsen setiap inci rongga mu..Lut nya, sedangkan tangan nya kali ini memainkan puncak areola nya.


Alicia fikir bagaimana cara menolak nya? Lincoln bahkan begitu mampu membuat dirinya tidak berkutik sama sekali, bukan ingin menyingkirkan tubuh kekar berotot indah itu, tapi membuat Alicia semakin mempererat pelukannya.


Saat Lincoln mengabsen dan mulai menyapu bagian leher jenjangnya, membuat tanda-tanda indah disana, Alicia meraih kepala Lincoln dengan kedua telapak tangan nya, mengusap rambut Lincoln yang tercium begitu wangi di balik hidung Alicia, semakin Lincoln menyapu dan menyesap kulit indah di bawah telinga nya itu, semakin Alicia menutup matanya sambil meremas rambut lembut milik Lincoln.


"Ng.. kak"


Dia ingin sekali berkata ini salah, tapi respon tubuhnya seolah-olah berkata nikmati saja sisa nya fikirkan nanti saja.


Dibawah sana sidik jari Lincoln kembali bergerak indah, di ikuti dibatas sini bagaimana Lincoln terus menyapu 2 ariola kiri kanan nya secara bergantian.


Alicia memekik histeris, merasa lagi-lagi sesuatu akan tumpah, tapi tiba-tiba di saat semua nya terasa akan tiba pada puncak nya, Lincoln menghentikan gerakan tangannya.


Alicia kecewa, karena rasanya sesuatu yang harusnya lepas menjadi tertunda, dia merasa ingin mati saat ini juga, kepeningan langsung menghantam kepalanya.


"Kau menginginkan nya hmm?"


Lincoln menatap dalam manik mata Alicia, perempuan itu seperti ingin menangis saat sadar keinginan nya dibawah sana tertunda.


"Memohonlah sayang, dan sebut nama ku di Balik bibir indah mu"


Bisikan Lincoln jelas membuat rasa gengsi Alicia muncul tiba-tiba.

__ADS_1


Tidak, tidak , dia tidak Sudi melakukan nya.


Tapi Satu jemari Lincoln seakan sengaja kembali mengabsen di bawah sana, bergerak perlahan seolah sengaja membuat Alicia setengah mati atas perbuatannya.


"Kak....no..Akhh"


Alicia ingin menolak nya, menggenggam erat lengan kokoh laki-laki itu.


Rupanya semakin dia menolak Lincoln semakin mempermainkan dirinya, membuat dia memekik tidak jelas, mengeluarkan suara-suara yang menggetarkan seluruh isi ruangan.


"Menjerit lah dengan indah, sebut nama ku baby, maka aku akan membuatmu begitu bahagia dengan pelepasan mu"


"Akh..kak"


Semakin Lincoln mempermainkan dirinya, sengaja membuat diri nya marah, menginginkan nya, malu, benci bercampur jadi satu hingga satu nama terlepas dari bibir Indah nya.


"Lin..Lin..please..akhhh"


Alicia mengencangkan remasan lengan kiri dan nya pada lengan Lincoln.


Laki-laki itu tersenyum puas, mulai menautkan kembali bibir mereka, melepaskan jemari itu secara perlahan, menyatukan tubuh mereka dan mulai menautkan dua benda di bawah sana.


Alicia menggila, saat sesuatu menyeruak masuk di bawah sana, awalnya membuat dia membelalakkan bola matanya persis seperti saat pertama kemarin, begitu semua telah masuk dengan sempurna, Alicia mengeratkan 2 tangan nya, memasukkan nya ke pinggang Lincoln, jemari-jemari indah itu menekan punggung laki-laki itu tanpa ampun.


"Akkhhhh"


Ringisan dan rengekan halus bergantian keluar dari bibir cantik itu, hingga akhirnya rasa penuh dan tidak nyaman itu berganti rasa nikmat tiada Tara.


Bahkan saat Lincoln mulai memompa dirinya, dia mulai meracau dalam keadaan tidak jelas, memeluk laki-laki itu semakin erat, menikmati permainan yang di suguhkan sang kakak ipar yang membuat khayalan nya Melayang tinggi ke langit cak..Ra..wala.


Semakin jeritan-jeritan indah itu memenuhi seisi ruangan itu, semakin Lincoln bersemangat memompa dan membawa Alicia kemanapun dia suka,bahkan saat dibawah sana terasa menarik dan menjepit milik Lincoln dengan sempurna hingga berakhir pada ketika Alicia mulai mencari apapun di sekitar nya, seolah-olah berkata ini waktunya dia melepaskan semua gelorah di jiwanya, pada akhirnya secara perlahan Lincoln meraih Jemari-jemari indah itu, saking bertaut dan mengencangkan diri, hingga sesuatu terasa tumpah di bawah sana sepersekian detik kemudian diikuti tembakan hangat yang menghantam dinding rahim nya.


"Lin"


Suara manja Alicia terdengar begitu sayu, menandakan betapa lelah nya tubuh yang berada di bawah Kungkungan nya itu.


"I love you sayang"

__ADS_1


Lincoln berbisik begitu halus, menge..cup lembut bibir Alicia lantas membenamkan wajah dan kepala nya ke leher Alicia.


__ADS_2