
Will dan Maya tampak mencoba masuk menuju ke klub malam paling besar di Paris itu, mencoba mencari tahu soal gadis yang di beli Emre 7 tahun yang lalu.
Pencarian panjang mereka jelas tidak mudah, sebab mereka harus mengorek banyak sekali informasi kesana-kemari mendapatkan soal identitas perempuan itu, ditambah lagi 7 tahun telah berlalu dan bukan hal mudah untuk kembali mengorek informasi lama yang jelas sudah basi dan tidak lagi di ingat oleh semua orang saat ini.
Tampak seorang wanita berusia 45 tahunan menatap tajam wajah Will dan Maya secara bergantian, dia mengerutkan dahinya sambil berfikir dan bertanya-tanya didalam hatinya apa yang di inginkan oleh sepasang kekasih di hadapannya itu.
"Gadis muda? yang di jual di pelelangan striptis atas panggung 7 tahun yang lalu?"
Wanita itu terus mengerutkan keningnya.
"Memang nya ada masalah apa dengan gadis itu?"
Tanya nya lagi sambil menatap curiga ke arah Will dan Maya.
"Kami hanya ingin bertanya soal laki-laki yang membelinya, tidak lebih nyonya"
Maya bicara Berusaha untuk menyakinkan wanita itu.
"Itu menjadi privasi didalam bisnis kami, dan kami jelas tidak berbagi privasi untuk orang yang tidak kami kenal, nona"
Wanita itu bicara seolah-olah dia tahu sesuatu, setelah berkata begitu dia berusaha beranjak pergi meninggalkan Will dan Maya.
"Nyonya,ini menyangkut masa depan seseorang, ini benar-benar penting untuk seorang perempuan"
__ADS_1
Maya berusaha meraih tangan wanita itu, menahan langkah nya dengan cara sopan dan beradab.
"Maafkan aku nona, tapi kami tidak bisa melakukan nya"
"Malam itu, gadis itu di tukar oleh seseorang, kami hanya ingin tahu siapa yang telah menukarnya, gadis anda sama sekali tidak di sentuh oleh orang yang membelinya, tapi seorang gadis yang tidak bersalah ditukar posisi dengan gadis itu dan terus menyisakan trauma hingga hari ini karena kejadian malam itu"
Wanita itu tampak menelan salivanya.
"Kami hanya ingin tahu, siapa yang dengan tega menukar posisi mereka malam itu nyonya, gadis yang di tukar malam itu gadis baik-baik yang hanya berkunjung untuk berlibur"
"Aku tidak tahu soal itu, aku lupa siapa yang di jual Malam itu"
Wanita itu seolah berusaha untuk menghindar, bola mata nya jelas mengatakan jika dia tahu soal sesuatu.
"Nyonya aku mohon, kami akan memberikan imbalan yang setimpal untuk informasi yang bisa kami dapatkan"
Sejenak wanita itu terdiam, kemudian dia kembali berusaha melangkah menjauhi maha dan Will.
"Maafkan aku"
Seolah-olah memang ada orang besar yang menjadi ancaman besar untuk mereka membuka mulut soal kejadian 7 tahun yang lalu.
"Antar kan mereka ke pintu keluar nya"
__ADS_1
Wanita itu bicara pada salah satu pengawal bertubuh tegap di club malam itu, meminta dia agar segera mengeluarkan Will dan Maya agar tidak menjadi bumerang di dalam klub malam nya.
Dengan langkah enggan dan jutaan tanda tanya Maya dan Mill terus saling menatap, mereka yakin wanita itu tahu sesuatu dan mencoba menyembunyikan nya dari mereka.
"Ini benar-benar membuat ku semakin pusing, kita jelas tidak memiliki petunjuk lain lagi"
Ucap Will sambil memijat keningnya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Tidak, kita belum kehilangan petunjuk nya"
Ucap Maya cepat.
"Ya?"
Will langsung menoleh ke arah Maya, menatap penuh tanda tanya ke arah gadis itu.
Sejenak Maya menampakkan layar handphone nya yang terus berkedip-kedip.
"Aku menyelipkan nomor handphone ku ke tangan wanita itu, seseorang sedang mengawasi kita tadi karena itu respon nya begitu panik"
Ucap Maya pelan.
"Jika aku tidak salah menebak, yang menghubungi aku saat ini pasti gadis malam itu"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Maya langsung mengangkat panggilan nya.
"Halo...?"