
Manaf secepat kilat berlalu dari hadapan semua orang, mencoba menarik diri begitu Gerry berkata semua orang yang mereka inginkan telah ter list dengan sempurna dari pandangan Emilia.
Tapi ada 1 orang yang membuat Gerry cukup kehilangan kata-kata, dia fikir bagaimana mungkin perempuan itu terlibat dalam perihal kasus ini pada kejadian 7 tahun yang lalu?.
Gerry tampak menatap wajah perempuan yang ada dihadapan nya itu untuk waktu yang cukup lama, setelah mendapat kan soal kenyataan siapa yang membawa Emilia malam itu ke kamarnya, Gerry langsung melesat cepat mendapatkan perempuan itu tanpa berfikir lagi dia tiga kali.
Jerry Lincoln tampak duduk disisi kiri Jihan, sedangkan Manaf duduk di sisi kanan Jihan.
"Aku butuh sebuah penjelasan, Jihan"
Gerry bertanya cepat ke arah perempuan yang ada dihadapan nya itu, Jihan yang kini adalah sang tangan kanan kepercayaan nya, yang dulu merupakan asisten pribadi nya yang selalu mengurusi semua keperluan nya di masa lalu sebelum Maya mengganti kan seluruh tugas-tugas nya.
Gerry tahu betapa Jihan jelas begitu menyayangi Elis dimasa lalu, melindungi gadis itu dengan segenap hati, bahkan saat Elis melahirkan dan dinyatakan meninggal Jihan lah yang paling histeris dan tidak bisa menerima nya,bahkan Jihan begitu membenci neysa dimasa lalu karena gadis itu acapkali berlaku buruk terhadap Elis.
Namun yang jadi pertanyaan Gerry kenapa perempuan itu ikut terlibat dalam kejadian malam 7 tahun yang lalu dan apa alasan nya? bukan kah Jihan dan Elis hanya orang asing yang kebetulan bertemu dengan cara tidak sengaja? Jihan bekerja untuk Gerry Lincoln dan Elis kebetulan di jodohkan dengan Gerry Lincoln dari keluarga Manaf sebagai putri angkat nya.
__ADS_1
"Penjelasan paling masuk akal dan logis yang bisa kepala ku terima saat ini"
Ucao Gerry lagi sambil menatap tajam wajah Perempuan itu.
Gerry jelas kehilangan kata-kata, cukup tidak percaya dia terlibat, jihan bahkan mengurus seluruh keadaan selama dia koma, Jihan tidak sedetik pun meninggal kan diri nya dalam keadaan apapun, menyembunyikan keadaan nya dari dunia dan membiarkan Jerry menggantikan posisi diri nya di perusahaan.
Jika bukan berkhianat lalu apa nama nya?.
Jihan Tampak diam, dia menatap ke arah Jerry sejeenak kemudian langsung berpindah menatap ke arah Manaf, sejenak dia menarik nafasnya pelan lantas menatap ke arah Jerry.
Ucap Jihan pelan sambil menatap tajam wajah Gerry Lincoln.
"Elis memang seharusnya bersama Manaf, meskipun mereka berkata laki-laki itu telah meninggal tapi aku yakin Manaf sama sekali belum meninggal dan Emilia memang seharusnya bersama kamu, Gerry Lincoln"
Suara Jihan jelas terdengar begitu biasa, tidak ada keraguan yang terdengar, bahkan tanpa rasa takut sedikitpun, seolah-olah dia menyakini apa yang dia lakukan di masa kemarin itu semuanya benar.
__ADS_1
"Apa?"
Gerry jelas mengerutkan keningnya.
"Saat Suli berusaha mendapatkan flow di rumah pelelangan dan merayu neysa agar membujuk Emre membeli nya aku bergerak dengan cepat dan mencoba untuk memperingati Sehan, saat neysa akan menjebak Emilia aku memperingati kakak laki-laki Suli agar menukar posisi mereka, aku berusaha melindungi apa yang seharusnya menjadi milik kalian"
"Emilia untuk Gerry, flow untuk Sehan"
Jihan bicara dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi aku gagal melindungi Elis ku, aku gagal melindungi orang yang seharusnya aku lindungi, suli bergerak lebih cepat dari apa yang aku pikirkan, dia menghancurkan putri ku sama seperti dia menghancurkan kehidupan ku, wajah ku, orang yang aku cintai persis seperti dulu"
Kali ini Jihan berteriak histeris ke arah semua, tangisnya pecah, dia mencoba memukul dadanya berkali-kali.
Manaf, Gerry dan Jerry seketika membeku, Mereka Tampak terkejut dengan ucapan Jihan.
__ADS_1
"Apa?"