
Masih di masa lalu.
Diantara gelapnya langit malam dan udara dingin yang menerjang, suasana yang begitu mencekam sangat terasa di sekitar jalanan berbukit itu,
Aljna berusaha terus berlari membawa sang putri yang berusia 6 tahun tersebut.
Mereka seharusnya kembali ke apartemen setelah melewati sesi menemui seseorang yang katanya utusan sang suami, tapi rupanya itu hanya settingan seseorang, dekan sama sekali tidak mengirim seseorang.
Dia kehilangan kontak dengan sang suami, mereka di bawa menuju ke arah jalan berbukit yang curam dan gelap oleh sang sopir taksi.
Ini jelas jebakan, Alina tahu orang-orang banyak yang tidak menyukai hubungan diri nya dan dekan, tapi Alina jelas tidak menyangka jika oada akhirnya diri nya akan sampai pada titik ini dan akan sicelakai oleh seseorang, tepat nya seseorang ingin membunuh dirinya dan putri nya, agar tidak menjadi batu hambatan dalam kehidupan dekan.
Alina jelas tidak menyangka jika hubungan ini akan menjadi se dramatis ini bak di film atau drama luar negeri.
Dia terus berlari menyusuri jalanan hutan sambil menggendong sang putri nya Elis sekuat tenaga, mencoba menjauhi beberapa laki-laki yang berusaha terus Mengejar langkah mereka.
Satu-satu nya cara Untuk menyelamatkan Elis dengan membawa gadis kecil itu ke tepian hutan, menyembunyikan Elis di antara pepohonan, kemudian dia harus terus berlari menjauh agar tidak mencelakai Sang putri dan membiarkan orang-orang itu mengejar dirinya.
"Jangan menangis, tunggu Mommy disini,jangan bergerak kemana-mana hingga Mommy kembali kesini"
Alina bicara sambil meletakkan Elis di antara celah pohon dan batu besar, menutup tubuh sang putri dengan beberapa pohon-pohon kecil didepan nya.
Sang putri hanya mengangguk tidak mengerti, memilih diam dan duduk sesuai perintah sang Mommy.
Alina langsung melesat pergi mengecoh jalan agar orang-orang itu tidak menemukan putri nya, dia terus berlarian menuju ke arah kaki bukit, Alina fikir dia harus menemukan sebuah rumah saja, meminta bantuan dan menghubungi dekan.
Tapi bukankah realita kadang tidak seindah rencana? sedikit lagi Perempuan itu mencapai sebuah rumah yang mulai terlihat cahaya nya dari kejauhan, para laki-laki itu malah berhasil menangkap nya lebih dulu, terus menyeret nya kembali ke atas jalanan berbukit
__ADS_1
Alina berusaha untuk melepaskan diri namun sia-sia.
"Sebenarnya apa mau kalian? siapa kalian?"
Pekik Alina histeris, tubuh perempuan itu jelas gemetaran menatap 4 sosok laki-laki dihadapan nya dan sisi kiri kanannya itu yang terus menyeret diri nya maju ke atas.
"Apa salah ku pada kalian?"
Alih-alih menjawab tiba-tiba semua orang menghentikan langkahnya, saat terdengar suara deru mobil yang mulai mendekat.
Bodoh nya pemikiran Alina, dia fikir mungkin orang asing yang lewat dan bisa membantu dirinya dengan dia berteriak, namun rupanya tiba-tiba mobil itu berhenti tepat dihadapan mereka, sepersekian detik kemudian tiba-tiba seseorang mulai turun dari dalam sana.
Awalnya sepasang kaki jenjang nan indah yang turun dari dalam nya, lalu ketika tubuh itu keluar dan berdiri, Seketika Alina tercekat saat sadar siapa yang datang dihadapan nya itu.
"Suli?"
*********
Barisan kata-kata Suli masih terdengar samar-samar di balik Telinga Alina, dia jelas tidak punya daya dan upaya, setelah di pukul dan di aniaya, wajah nya jelas dirusak dengan cara yang luar biasa, kali ini 4 laki-laki itu bahkan bersiap membuanh dan melemparkan tubuhnya ke tepian jurang tersebut.
Begitu tubuh nya si angkat Alina tahu ini adalah akhir kehidupan nya.
Aku tidak minta banyak, tuhan.
Jaga putri ku dari kejam nya kehidupan dunia ini.
Alina menurup perlahan bola matanya, bisa dia rasakan saat tubuhnya terlempar kebawah, jutaan tulang-tulang nya terasa hancur lebur menjadi satu dan dia jelas benar-benar merasa sudah mati setelah itu.
*******
Beberapa bulan setelah nya
__ADS_1
Di sebuah rumah sakit
Tubuh seorang perempuan tampak terbaring tak berdaya di atas kasur rumah sakit VVIP class room itu, suara monitor pengatur detak jantung disisi kanan perempuan itu terus mengeluarkan suara nyaring nya.
Seorang wanita tua gadia muda dan seorang laki-laki muda tampak panik melihat keadaan tersebut, mereka bergerak keluar menuju sebuah ruangan kaca yang bisa melihat seluruh adegan didalamnya.
Para dokter terlihat sibuk memberikan pertolongan pada perempuan tersebut dengan jutaan cara,cukup lama keadaan menjadi sangat tidak terkendali,para dokter terus bergerak memberikan pertolongan yang begitu ektrim hingga tetes keringat terakhir mereka.
******
Beberapa tim dokter Tampak mulai membuka perban yang membalut seluruh wajah perempuan itu, seorang wanita tua tampak menatap perempuan itu dengan ekspresi harap-harap cemas.
Balutan demi balutan dibuka secara perlahan, hingga akhirnya menampakkan sebuah wajah indah di balik balutan tersebut.
Alina tampak menatap wajahnya dengan bola mata berkaca-kaca, seketika air mata nya tumpah.
Dia jelas bukan dirinya lagi, wajah kemarin benar-benar telah menghilang dari pandangan nya.
"Kamu baik-baik saja, nak?"
Wanita tua itu bertanya sambil mencoba menghapus air mata Alina.
"Tidak pernah sebaik hari ini, mom"
Ucap perempuan itu pelan.
"Oh Jihan".
Wanita tua itu bicara sambil memeluk erat tubuh Alina sambil terus menyebut nama Jihan untuk dirinya.
Untuk bisa naik ke posisi yang kamu inginkan, melindungi putri mu dari orang-orang jahat itu, teruslah menggunakan identitas putri nyonya Tua Adeline yang telah meninggal.
__ADS_1
Anggaplah Alina benar-benar telah mati untuk orang-orang yang telah mencelakai kamu.