
Catatan \= Sisa beberapa episode lagi menuju ending, yang masih bertahan baca silahkan, yang sudah tidak mampu bertahan baca silahkan diskip yah kk, tolong jangan tinggalkan komentar yang tidak enak & bisa merusak mood pembaca baru di kemudian hari ππ»ππ»ππ».
********
Suli berjalan perlahan mendekati mereka, dengan langkah pongah nya dia mulai mengetuk langkah, suara heels nya memecah keadaan, Maya cukup khawatir dengan keadaan, bola matanya menatap ke ruangan di belakang 2 pengawal laki-laki itu dimana Will Tengah bergerak melakukan aksinya.
Will jelas menghentikan kegiatan tangan nya, mulai melesat mendekati pintu sambil tangannya menggenggam erat pistol yang dia dapatkan dari belakang punggung nya.
Seketika ketegangan Terjadi, namun tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah belakang Suli.
"Mereka membutuhkan mu sekarang juga, kenapa kamu belum masuk ke aula utama?"
Saat suara itu memecah keadaan, Suli dengan cepat menoleh kebelakang, 2 pengawal itu langsung menundukkan kepala mereka.
"Tuan"
"Tuan"
"Kalian kemari dan bantu bawa ini kesamping"
"Baik tuan"
2 orang itu berjalan ke depan.
"Suli, apa kamu tidak mendengar ku?"
"Ah.. baiklah"
Suli menjawab cepat, masih sempat melirik Maya sejenak lantas langsung berjalan menjauhi semua orang.
Maya seketika menghela nafasnya, Will didalam sana langsung menurunkan senjata nya, kembali bergerak melakukan tugasnya.
Saat ke dua pengawal itu menoleh ke arah Maya, Gadis itu telah menghilang dari sana.
********
Suasana aula telah dipenuhi oleh orang-orang yang datang, mereka mulai mendapatkan posisi masing-masing di tempat mereka, Jihan perlahan turun dari atas podium dan melesat pergi dari sana dengan gerakan cepat.
Hiruk pikuk suasan didalam sana terdengar memenuhi seisi ruangan, semua persiapan 100% sempurna, pembawa acara Tampak melesat naik ke atas podium dan mulai mencoba menenangkan suasana.
__ADS_1
Dari pintu depan seluruh pemegang saham mulai masuk dan menempati kursi mereka masing-masing, Suli terlihat berjalan menuju ke arah kursi paling depan dan tengah dimana di samping kursi yang telah di siapkan pihak panitia terdapat Anwar yang telah duduk lebih dulu disana.
Wanita itu menatap kesal ke arah Anwar begitu dia mulai duduk disamping laki-laki itu.
"Kenapa lama sekali?"
Anwar bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Alih-alih menjawab, Suli langsung berkata.
"Aku fikir Mereka berkata kamu akan menempatkan sekretaris baru di ruang kerja mu? mereka bilang Perempuan itu ikut membantu mengurusi persiapan ulang tahun perusahaan malam ini"
Ucap Suli sambil menggenggam erat telapak tangannya.
Anwar tampak membulat kan bola matanya, dia menoleh kearah Suli untuk beberapa waktu.
"Apa kamu mulai menyelidiki kehidupan pribadi ku?"
Tanya laki-laki itu sambil mengeratkan rahangnya.
Suli tampak tidak percaya dengan ucapan laki-laki itu, dia menganga sambil mendengus kasar.
Tanya wanita itu dengan penuh kekesalan.
Anwar ikut mendengus.
"Sejak awal kita tidak sedang bermain perasaan, aku punya istri, kamu punya dekan sebagai suami mu, kita hanya membutuhkan pelampiasan ketika saling menginginkan, jadi jangan berfikir untuk mengatur soal urusan asmara atau urusan ranjang dengan ku"
Ucap Anwar Lantas membuang pandangannya.
"Kauuuu"
Suli benar-benar marah, wajah nya seketika mulai memerah.
Dia Fikir setelah apa yang selama ini mereka lalui, tega sekali Anwar berkata begitu.
Wanita itu ingin sekali memaki laki-laki itu saat ini, tapi sang pembawa acara tiba-tiba memanggil nama nya.
"Nyonya suli?"
__ADS_1
Ini waktunya dia memberikan kata sambutan pada acara nya.
Dengan perasaan marah, kesal dan jengkel yang bercampur aduk menjadi satu wanita itu langsung berdiri dari duduknya, berusaha beranjak dari sana dan mulai naik ke atas podium.
Suli meraih sebuah microphone, dia mulai bicara soal kata sambutan dan beberapa perihal soal perusahaan.
********
"Sudah siap?"
Terdengar suara Sehan dari ujung sana, Will langsung mengatur timing yang tepat saat Suli mulai naik ke atas podium sejak tadi, bola mata Will menatap sedikit cemas, takut jika-jika semua rencana mereka menjadi gagal.
"Dalam hitungan mundur"
Ucap Will cepat.
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
"Nyalakan"
Manaf bicara cepat dari arah berbeda.
********
Saat Suli mulai bicara tentang beberapa hal, tiba-tiba kericuhan dan kehebohan terjadi di seluruh ruangan, layar proyektor dibelakang sana tahu-tahu menyala dan menampilkan gambar serta suara yang membuat semua orang terkejut dengan seluruh isi nya
Anwar jelas membulat kan bola matanya, rahangnya seketika mengeras.
"Apa-apaan ini?"
Ucap laki-laki itu langsung berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
Keadaan tiba-tiba menjadi kacau balau tidak terkendalikan.