
Begitu rekaman di layar proyektor pecah saat perayaan ulang tahun perusahaan maka penangkapan tidak bisa di elak kembali, Suli dan Anwar serta antek-antek nya benar-benar di ringkus hingga ke akar-akarnya.
Dan Suli jelas tidak menyangka jika putra nya Alex yang menjebak dan menangkap nya.
"Kau sudah gila... anak tidak tahu di Untung"
teriak Suli penuh kebencian serta api kemarahan saat para polisi menyeret dirinya menuju ke mobil.
Alih-alih menjawab Alex lebih memilih diam, membuang wajah nya dari Suli, dia berbalik dengan jutaan kekecewaan.
Seketika saat Anwar di tangkap oleh para pihak berwajib, bola mata nya membulat ketika dia melihat Dekan mendekati Suli lantas memeluk perempuan muda itu dengan penuh cinta.
"Ada apa ini?"
Anwar langsung melotot, amarah nya jelas membeludak, dia mencoba untuk menyerang dua orang tersebut namun gagal sebab tubuh nya dengan cepat di tahanan oleh beberapa polisi disisi kiri dan kanan nya.
Jihan tampak berjalan mendekati Anwar diikuti oleh Dekan, Mereka seketika saling menatap antara satu dengan yang lain nya.
"Kau... mengkhianati ku?"
Teriak Anwar penuh kemarahan.
"Aku tidak pernah mengkhianati kamu, sebab aku tidak pernah sedikitpun tertarik pada mu, Anwar"
Jawab jihan cepat.
__ADS_1
"Tidakkah kamu ingin bertanya siapa aku sebenarnya? ada hubungan apa Antara aku dan dekan?"
Jihan bertanya sambil terus menatap tajam bola mata Anwar.
"Ya?"
"Mau aku beritahukan jawaban yang paling masuk akal hubungan di Antara kami, kakak ipar?'
Saat Jihan menyebutkan soal itu, seketika Anwar membulatkan bola matanya.
"Apa? kakak ipar?'
"Aku adalah istri Dekan, adik laki-laki mu, Mommy Elis yang hidupnya kau dan Suli hancurkan"
Tapi dekan menggenggam erat telapak tangan nya, mencoba memberikan nya kekuatan dan juga meminta kesabaran agar Jihan tidak melampaui batasan nya.
"A..pa?"
Anwar jelas terkejut bukan main, tubuhnya jelas gemetaran, dia hampir saja terjatuh saking terkejutnya saat mendengar sebuah kenyataan yang di ucapkan perempuan itu.
"Bagaimana mungkin?!"
Dia tercekat.
Sepersekian detik kemudian para polisi langsung menyeret langkah laki-laki itu untuk menyingkir dari sana.
__ADS_1
Semua orang jelas merasa tidak percaya dengan sepak terjang Suli dan Anwar, bahkan rencana kematian Manaf mereka yang membuat dan merekayasa nya.
Pesta ulangtahun perusahaan pada akhirnya tetap berjalan seperti rencana awal, sembari menikmati pesta ulangtahun perusahaan sembari para pemegang saham tetap mendiskusikan perihal apa yang barusan saja terjadi.
********
"Bagaimana perasaan mu saat ini?"
Dekan bertanya sambil berjalan mendekati Jihan, perempuan itu berdiri di sisi pinggir atas gedung pencakar langit tersebut sambil bola mata nya menatap ke arah cakrawala yang membentang luas.
Rasanya cukup membingungkan untuk dekan bicara dengan Jihan, sebab perempuan yang dia panggil Jihan itu adalah Alina sang istri nya di masa lalu, sang istri tidak lagi memiliki wajah yang sama seperti dulu lagi, bahkan nama Alina pun telah berubah menjadi Jihan dan di antara Semua perubahan nya yang tidak berubah hanya karakter aslinya, tingkah laku nya dan bola mata perempuan itu saat menatap nya.
"Ini cukup membuat ku bernafas dengan tenang"
Jawab Jihan pelan.
Dekan Tampak diam, dia ikuti berdiri di pinggiran gedung menatap indahnya langit malam.
Saat ini mereka cukup bisa bernafas dengan lega, tinggal bagaimana nanti Manaf, Gerry, Jerry, Sehan bahkan Alex menuntut kejahatan 2 manusia tersebut.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Jihan berbalik, lantas tahu-tahu secara perlahan Perempuan itu masuk kedalam pelukan dekan.
Jihan memejamkan perlahan bola matanya tanpa banyak bicara.
Dekan sejenak membeku, cukup terkejut dengan tindakan refleks sang istri, rasanya cukup aneh dan canggung untuk nya, namun secara perlahan tangan laki-laki itu naik dan menepuk-nepuk lembut punggung Jihan.
__ADS_1