Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Pertanyaan besar


__ADS_3

Manaf tampak menatap dalam wajah Elis dalam beberapa waktu, secara perlahan dia mengelus lembut wajah sang istri dengan jemari-jemari miliknya.


"Belum tidur?"


Elis tampak terkejut saat merasakan wajah nya disapu lembut oleh jemari seseorang, dia membuka perlahan bola matanya lantas menatap dalam wajah Manaf.


Alih-alih menjawab Manaf malah balik bertanya dengan perasaan khawatir.


"Apakah masih merasa tidak nyaman? adakah yang sakit?"


Tanya Manaf sambil menelusuri wajah Elis.


Sang istri menggeleng kan kepalanya pelan.


"Semua baik-baik saja, sejauh ini tidak ada yang menyakitkan"


Manaf mengangguk pelan, mencoba berbaring tepat di samping Elis, sang istri mencoba membalik tubuhnya, membiarkan Manaf memeluk nya dari belakang.


"Semua akan baik-baik saja, tunggu lah sebentar lagi hingga kita bisa keluar dari semua ini"


Ucap Manaf sambil memeluk erat tubuh Elis.

__ADS_1


"Semua nya terlalu berat, kadang aku ingin menyerah di tengah jalan, cukup tidak kuat dengan keadaan"


Ucap Elis pelan sambil mengelus lembut telapak tangan Manaf.


"Aku bahkan merasa bersalah pada Emre,5 tahun membohongi dirinya bukan waktu sebentar"


Elis memejamkan perlahan bola matanya.


"Kesan nya seolah-olah aku adalah kakak ipar yang membelenggu dan merantai kencang-kencang kakinya"


Mendengar ucapan Elis, Manaf semakin mempererat pelukannya, laki-laki itu menggesek-gesek lembut dahinya di kepala sang istri.


Bisik Manaf lembut, takut rasa bersalah Elis terus menghantui sang istri.


Manaf tahu, mereka tidak punya pilihan lain lagi saat itu, diri nya jelas berada pada masa kritis antara hidup dan mati, Sehan jelas tidak bisa bergerak untuk melindungi Elis sebab Suli pasti begitu mudah menemukan keberadaan Elis jika berada di tangan Sehan melalui daddy nya Anwar, dokter dekan bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun karena Suli jelas tahu bagaimana cara mengontrol Dokter dekan dengan kata anak-anak.


Satu-satunya orang yang Suli enggan hadapi adalah Emre, hubungan dingin mereka sejak dulu terus berjalan, karena itu untuk mencari tahu soal Emre jelas Suli enggan.


Karena itu pilihan yang terjadi saat itu dengan cara memanfaatkam keberadaan Emre untuk mendapatkan perlindungan untuk Elis.


"Mari menghabiskan waktu bersama"

__ADS_1


Kata kejam untuk membelenggu Emre jelas begitu menyesakkan, tapi jika ada jalan pilihan lainnya, mereka jelas tidak mau melakukan tipuan licik dan busuk seperti itu.


"Setidaknya Sehan telah berusaha mencari gadis di masa lalunya, memperlancar urusan perjodohan mereka dan membuat mereka bersama"


Ucap Manaf pelan.


Ya, pencarian panjang Sehan soal gadis cinta pertama nya jelas memakan waktu lama, pada akhirnya Sehan tahu jika gadis yang Emre anggap Elis di masa lalu nya adalah anak perempuan bungsu keluarga MC Juan, adik dari Gerry Lincoln.


"Aku hanya ingin tahu, apa tujuan Sehan sebenarnya dalam membantu kita?"


Tiba-tiba Elis bertanya sambil mengubah posisi tidurnya, dia menatap dalam bola mata Manaf sambil berusaha mempertanyakan 1 hal ini sejak dulu.


Apa tujuan Manaf begitu ingin membantu mereka semua?


"Dia tahu saat Suli hancur artinya Daddy nya ikut hancur, aku tahu mungkin dia membenci Daddy nya yang berselingkuh dengan Suli, tapi aku rasa dia pasti punya alasan khusus kenapa mau bergerak hingga sejauh ini?"


Elis terus mempertanyakan semua ini, ketika keluarga Anwar Zahid hancur bukankah seluruh keluarga nya hancur? bukan kah itu sama saja Sehan akan menyakiti perasaan mommy dan adik nya neysa?


Manaf tampak diam, dia tidak punya jawaban pasti sesungguhnya apa tujuan dan keuntungan Sehan dalam membantu mereka hingga sejauh ini.


Dan hingga hari ini sebenarnya persoalan Sehan jelas menjadi pertanyaan besar bagi mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2