
"Apa kita benar-benar akan menikah?"
Elma bertanya sambil menatap dalam-dalam wajah Emre, dia berusaha untuk menggenggam erat tangan laki-laki itu.
"Kamu tahu aku masih terlalu muda,sangat muda sekali jika harus menikah saat ini juga"
Ucap Elma sambil terus menggenggam telapak tangan Emre.
Laki-laki itu jelas merasa terganggu dengan tindakan Elma.
"Kita tidak punya pilihan lain lagi, aku tidak bilang kita benar-benar menikah kan? kamu bebas melakukan apapun sesuai kemauan mu, bahkan jika mau kita bisa tinggal di kamar yang berbeda, melakukan segala aktifitas masing-masing bahkan kita boleh tidak bertemu sama sekali meskipun tinggal di mansion yang sama"
Emre bicara cepat lantas mencoba melepaskan genggaman Elma.
Sejenak gadis itu melepaskan genggaman nya, seolah-olah tengah berfikir dengan sangat serius sekali.
"Hmmm ide yang cukup bagus"
Dia mengembangkan senyumannya.
"Apa aku boleh membawa teman-teman ku?"
Tanya Elma tiba-tiba sambil menatap bola mata Emre.
"Boleh"
"Apa aku boleh kemana-mana sesuai kemauan ku?"
"Boleh"
"Kita pisah kamar boleh?"
"Iya itu yang aku katakan tadi"
__ADS_1
"Bebas melakukan apapun yang aku sukai?"
Emre tampak kesal dengan rentetan pertanyaan Elma.
"Aku bilang bebas, terserah pada mu"
"Boleh membawa laki-laki dan pacaran dengan siapapun yang aku sukai?"
Seketika Emre membulat kan bola matanya.
"What?"
"Boleh kan? aku masih muda, jadi pacaran dengan siapapun juga boleh, masa aku harus lihat muka kaku seperti ini dalam hidup ku? kamu tahu anak-anak muda bisa melewati hari-hari bahagia karena ada orang yang dia cintai disisi nya"
Ucap Elma penuh semangat lantas langsung menjatuhkan dirinya ke atas sofa.
"Baiklah-baiklah, kamu harus membuat surat perjanjian nya dulu, seperti di drama-drama TV itu, kalau di drama TV kan laki-laki nya suka berdusta, tahu-tahu jatuh cinta dan tidak mau melepaskan perempuan nya karena surat perjanjian nya hanya berupa kontrak pernikahan"
Celoteh Elma cepat.
Lanjut Elma lagi.
"Bukan kah pernikahan ini bohongan? artinya tidak ada sek .s di dalam nya? ya iyalah kalau ada yang rugi bukankah diri ku? masa aku harus melepaskan barang berharga ku pada laki-laki yang bukan kekasih ku?"
"Ngomong-ngomong apa kita akan bercerai setelah nya? hmmm aku boleh minta harta Gono gini? bukankah saat bercerai istri boleh minta pembagian harta warisan? aku fikir 60% - 40 % juga boleh"
Elma terus berceloteh panjang lebar tanpa peduli ekspresi Emre saat ini.
Seketika bayangan nya soal tumpukan uang, emas, berlian dan mansion mewah dan lain sebagainya memenuhi persyaratan isi kepalanya.
"Aku akan kaya tanpa perlu menunggu warisan dari keluarga MC Juan"
Pekik Elma penuh semangat.
__ADS_1
"Tidak perlu lagi berdebat dengan kakek tua soal menjadi penerus perusahaan"
Rona bahagia tampak terlihat jelas dari balik wajah Elma.
"Ah tuhan kata orang Indonesia setali 3 uang"
Elma terkekeh.
"Bagaimana tuan?"
Tanya Elma kemudian.
"Yaakkkkk"
Emre langsung berteriak kesal saat gadis itu mulai menutup mulutnya.
Seketika Elma mengedip-ngedipkan bola matanya, kedua telapak tangannya langsung menyatu ke atas dada nya, saat Emre berjalan kesal mendekati dirinya, duduk tepat di hadapan nya dan memajukan wajahnya, Elma secepat kilat memundurkan kepalanya sambil terus mengedip-ngedipkan bola mata indahnya.
Oh shi..t.
umpat Emre dalam hati.
"Apa kamu memang type gadis yang seolah-olah dunia ini milik kamu sendiri? tidak memikirkan beban lain nya kecuali membuat keuntungan untuk diri kamu sendiri?"
Omel Emre cepat sambil mendekati wajahnya ke arah Elma, tidak tahu kenapa ocehan Elma soal pernikahan mereka seolah-olah adalah palsu tiba-tiba membuat Emre dongkol sendiri.
Gadis itu terus mengedipkan bola matanya saat wajah nya dan wajah Emre hanya berjarak tidak lebih dari 1 jengkal.
"Ini bukan pernikahan palsu, Tidak ada surat perjanjian, tidak ada perceraian, tidak ada kekasih lain, tidak ada harta gono-gini, sebab jika kamu berfikir seperti itu, artinya kamu hanya akan menyakiti 2 keluarga sekaligus"
Emre bicara cepat ke arah Elma sambil terus memajukan wajahnya, dia menatap dalam wajah gadis itu, tiba-tiba dia baru menyadari betapa indah nya garis wajah gadis itu saat ini, dari kening, hidung, pipi hingga ke bibirnya.
"Kau paham?"
__ADS_1
Tanya Emre kemudian, mencoba menekan kesadaran nya.
Elma buru-buru mengangguk kan kepalanya, dia merasa tidak bisa bernafas saat ini sebab posisi mereka benar-benar terasa tidak menguntungkan, hidung Emre dan hidung nya jelas sudah saling bersentuhan, dan ini bagi Elma baru untuk pertama kalinya ada laki-laki yang berani melakukan semua itu padanya.