
Suara dentuman musik di sepanjang klub malam itu cukup memekakkan telinga, tarian striptis yang di suguhkan oleh para perempuan cantik di atas panggung klub malam paling terbesar di Paris itu membuat ratusan pasang mata laki-laki mencari ke..puasan tampak tidak berkedip di buat nya, seluruh laki-laki hidung belang mencoba memasang tarif negosiasi terbaik mereka untuk mendapatkan salah satu nya.
Elma terus berusaha menyeruak masuk di antara lautan manusia untuk mencari sosok laki-laki yang tidak alin adalah sang sepupu kesayangan nya.
Di Beberapa sudut kursi tampak para pasangan tengah menikmati minuman mereka, di sebuah meja bartender dengan nuansa glamor tampak memajang beberapa bartender berwajah tampan nan rupawan, namun ada satu sosok laki-laki yang paling mencolok di antara semua orang.
Laki-laki play boy, dengan julukan sang raja bartender yang selalu merayu jutaan perempuan yang datang dengan jerat pesona tebaik nya.
Tubuh kokoh atletis, wajah tampan sempurnah dengan mulut manis yang terlalu berbisa itu mampu membuat para perempuan bertekuk lutut pada nya, dan Elma akui dia cukup bangga memiliki sepupu setampan itu tapi tidak dengan ke Casanova han nya yang acapkali suka menukar pasangan tidur sesuai kemauan nya.
Laki-laki itu jelas tengah menggoda Seorang perempuan saat ini,bicara dengan gaya menggoda sambil mencium punggung tangan sang perempuan.
Elma dengan gerakan santai meraih sebuah bunga mawar di atas salah satu meja para tamu, menarik pakaian nya ke atas agar menyerupai gaun sexsi, membuat leher pakaian nya terbuka ke samping bahu nya, lantas dia menurunkan sedikit bagian dadanya hingga belahan nya tercetak dengan sempurna, Elma terus berjalan, menarik karet rambut salah satu pelayan yang melewati dirinya, dia mengedipkan sebelah matanya, lantas menggigit tangkai bunga mawar itu,kedua tangannya mulai menaikkan rambutnya, lantas dia mengikat rambutnya setinggi mungkin agar leher jenjang yang indah nya terlihat dengan sempurna.
Saat sang sepupu masih dalam proses merayu, Elma dengan gerakan cepat meletakkan kedua tangannya dengan gaya begitu menggoda, membalikkan tubuhnya ke arah perempuan itu sambil menampakkan belahan dadanya ke perempuan itu.
"Sayang, siapa dia?"
Elma bersandar ke meja bartender sambil menoleh ke belakang menatap sang sepupu laki-laki sambil menyodorkan bunga mawar do tangan kiri nya itu.
"Oh sayang?"
Kemal jelas terkejut melihat kehadiran Elma, menerima bunga mawar itu dengan perasaan tidak percaya.
"Apakah malam ini kita jadi ber.cinta?"
Elma melanjutkan kata-katanya kata.
__ADS_1
"What?"
Kemal jelas melotot menatap Elma.
Perempuan tadi jelas menaikkan alisnya, wajah nya tampak begitu kesal saat menatap Elma.
"Dasar pe..la..cur"
Umpat perempuan itu kesal lantas berbalik meninggalkan mereka.
"Kau gila, dia mangsa baru ku"
Kemal langsung mengoceh menatap Elma.
Gadis itu terkekeh.
Kemal melepaskan ikatan rambut Elma dengan cepat.
"Turunkan semua nya"
Elma tertawa, mulai memperbaiki penampilan nya.
"Bukankah kamu ada di Itali? kenapa tiba-tiba pulang?"
Kemal mulai menuangkan minuman, memberikan 1 gelas pada Elma.
"Hanya 1 gelas tidak lebih"
__ADS_1
Elma mengedip kan bola matanya.
"Thank you honey"
"Kau belum menjawab pertanyaan ku"
"Aku ingin kembali ke Paris dan kembali ke Perusahaan mode"
kemal mengerutkan dahinya.
"Kau akan dinikahkan dengan laki-laki itu, mau?"
"Karena itu aku mengandalkan mu saat ini"
ucap Elma cepat.
Seketika bola mata kemal menoleh ke arah depan.
"Oh ****, orang-orang kakek berada di sini sayang"
"What?"
Elma jelas langsung kaget, menoleh ke arah belakang secepat kilat.
"Oh God.."
Gadis itu jelas tercekat.
__ADS_1