Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Meniti masa depan bersama


__ADS_3

Emilia secara perlahan mulai membukakan bola matanya, dia merasa kepalanya berada di atas lengan seseorang dan sebuah tangan terasa memeluk erat tubuhnya.


Sejenak Emilia mencoba untuk menoleh kebelakang, tampak sosok Gerry memeluk erat tubuh nya sambil tertidur pulas di belakang nya.


Saat Emilia berusaha bergerak, secara perlahan Gerry ikut terbangun dari tidurnya,mencoba membuka bola matanya dengan gerakan spontan.


"Apa ada sesuatu yang sakit?"


Tanya Gerry tiba-tiba.


"Ada yang terasa tidak nyaman?"


Tanya nya lagi.


Emilia menggeleng pelan.


Gerry dengan cepat meraih tubuh Emilia, membiarkan Emilia memutar posisi agar menghadap ke arah diri nya.


"Masih merasa pusing?"


Gerry bertanya sambil tangan kanannya meraih wajah Emilia.


Sejenak Emilia tersentak, merasa terkejut dengan gerakan gerakan Gerry yang akan menyentuh wajah nya, tidak tahu kenapa seolah-olah bayangan masa lalu kembali menghantui dirinya.

__ADS_1


"Sayang...lihat aku"


Seolah-olah tahu respon yang diberikan Emilia, Secara lembut Gerry mengelus wajah Emilia.


"Ini aku hmmm bukan orang yang ingin mencelakai kamu"


Emilia sejenak mencoba menatap bola mata Gerry.


"Ini akan baik-baik saja percayalah"


Ucap gerry sambil mencoba menetralisir perasaan nya sendiri, mencoba menyakinkan Emilia soal dirinya, menyakinkan Emilia agar terbiasa dengan sosok dirinya juga mulai saat ini.


"Kamu tahu sayang? Berdamai atau terjebak dengan masa lalu adalah kondisi yang harus kita sadari dalam diri kita. Ketika mendengar kata masa lalu, ada beragam perasaan yang muncul: pahit, sakit, dendam, amarah atau sukacita seperti perasaan haru, bahagia, memori indah, dan pembelajaran hidup. Bila sukacita yang dirasakan, maka beri apresiasi pada diri kita. Sementara itu, bila perasaan negatif yang dirasakan, mungkin jadi pertanda bahwa kita masih belum berdamai dengan masa lalu"


Emilia mulai menangis pelan, bola matanya masih terus menatap Gerry.


"Bukankah Setiap manusia pasti memiliki kisah masa lalu, entah kisah baik ataupun buruk. Kita sebagai manusia pun tidak bisa mengukur dan membandingkan pengalaman pahit yang pernah dialami dengan pengalaman orang lain. Mungkin bagi seseorang, suatu pengalaman bisa menjadi pengalaman yang begitu menyakitkan. Akan tetapi, bagi orang lain, itu hanya pengalaman biasa saja. Pada akhirnya, hanya diri kita sendiri yang mampu menentukan sakit atau tidaknya sebuah kisah yang telah berlalu kan?"


Gerry terus bicara sambil mengelus lembut wajah emilia, mencoba menghapus air mata Emilia dan berusaha membuat Emilia menjadi senyaman mungkin dengan dirinya.


"Seyogyanya masa lalu ada untuk dua hal, yaitu menjadi pelajaran dan dinikmati apa adanya. Seberapa sedih ataupun bahagia kisah kita, akan selalu ada pelajaran yang dapat dipetik. Ketika kita telah berhasil memetik dan memaknai pelajaran tersebut, kita akan lebih mudah untuk menikmati apa yang sudah terjadi. Dengan begitu, kita merasa lebih nyaman untuk mengingat masa lalu"


"Manusia tidak bisa mengubah apa yang Sudah terjadi, tetapi kita bisa mengubah pengaruh yang dirasakan dari kisah masa lalu. Masa lalu akan terus memengaruhi kehidupan selanjutnya sehingga kita perlu mencermati bagaimana pengaruhnya nanti terhadap diri kita."

__ADS_1


"Apabila kita terus membiarkan diri kita dipenuhi kebencian, maka kita akan semakin menyakiti diri kita. Menyakiti dengan membolehkan perasaan-perasaan negatif memenuhi pikiran, benci dan amarah menyelimuti hati kita, dan membuat kita lupa untuk melihat masih ada hal positif di luar sana"


"Bila kita terlalu berfokus dengan kenangan pahit masa lalu, maka kita akan lupa untuk meniti langkah hidup selanjutnya. Akan menjadi lebih baik jika kita mampu mengubah pandangan itu semua. Bukannya membiarkan diri menikmati kebencian, tetapi melihatnya sebagai suatu pelajaran berarti untuk semakin kuat bertahan"


Emilia tampak menggigit pelan bibir nya.


"Mari menjalani sisa hidup bersama ku, melupakan soal masa lalu, membuka lembaran baru dan saling belajar untuk saling mencintai"


Ucap Gerry lembut.


"Tapi aku bukanlah .."


Gerry secepat kilat menutup bibir Emilia dengan jari telunjuknya, dia menyatukan kening mereka untuk beberapa waktu.


"Berjanjilah tidak membahas soal yang telah berlalu, yang aku tahu kamu sekarang adalah istri ku, orang yang akan mengisi seluruh kehidupan ku, orang yang akan melahirkan anak-anak ku hmm"


Ucap gerry lagi.


Emilia mengangguk pelan.


Gerry mengembangkan senyumannya, lantas sepersekian detik kemudian secara perlahan Gerry mencoba menautkan bibir mereka, dengan gerakan begitu lembut agar tidak membuat Emilia merasakan tidak nyaman dengan tindakan nya.


Emilia tampak diam, sejenak tidak memberikan respon apapun hingga akhirnya secara perlahan emilia mulai terbuai dengan kelembutan yang Gerry ciptakan.

__ADS_1


"I love you"


Bisik gerry pelan, lantas secara perlahan Gerry memasukkan tubuh Emilia kedalam dekapannya dan memeluk tubuh itu dengan. erat.


__ADS_2