
Annete masih sibuk menelisik wajah dan tubuh Alicia, sedangkan 4 orang perempuan muda tampak sibuk membawa banyak box besar masuk ke dalam kamar, ada yang Menyeret gantungan pakaian yang tersusun rapi dengan hanger itu ke dalam kamar Alicia.
Tampak puluhan gaun indah mulai di keluarkan, bahkan perhiasan juga sepatu bak Cinderella ikut di keluarkan.
Annete tampak sibuk membiarkan beberapa orang mengepas beberapa gaun untuk Alicia, gadis itu masih dengan perasaan bingung mencoba satu persatu gaun yang di berikan pada nya.
Alicia fikir untuk apa lagi gaun-gaun ini?.
"Buat leher jenjangnya terlihat mencolok, cari kalung yang indah tapi tidak terkesan norak, leher jenjang nya begitu indah di pandang mata"
Annete bicara pada salah satu perempuan disana.
Annete mencoba menyentuh punggung Alicia, bicara dengan perempuan yang tengah berada di belakang Alicia.
"Gaun dengan punggung terbuka sangat indah"
Ucap Annete.
"Punggungnya terlihat sempurna"
lanjut laki-laki cantik itu lagi.
"Kau tahu sayang, yang pertama memang membuat kita dag Dig dug"
Ucap Annete cepat.
__ADS_1
"Ya?"
Alicia bertanya cepat.
Alih-alih menjawab Annete malah tidak menggubris sama sekali pertanyaan Alicia.
"Ah kau beruntung sekali, kau tahu ada berapa banyak gadis ingin memiliki Lincoln? aku sampai pusing menghitung dan mengurusinya. sebab laki-laki itu begitu kaku terhadap lawan jenisnya "
Annete bicara sambil terkekeh.
"Dia itu sulit mengekspresikan perasaan nya sayang, jangan heran dia selalu bicara begitu kasar dan selalu memaksa kemauan nya, lebih tepat nya Begitu kaku dan sangat tidak romantis dan over, tapi hati nya..."
Annete menunjuk ke arah dada nya sendiri.
"Begitu baik"
"Karena itu banyak gadis dan perempuan yang tergila-gila padanya"
Lanjut Annete.
"Selama ini dia berada di uni emirat Arab, mungkin selama hampir 20 tahun sejak Daddy nya meninggal,mengurusi perusahaan disana sejak usia muda mengganti kan sang paman yang juga meninggal 8 tahun yang lalu, baru pulang ke Paris setelah saudaranya dinyatakan koma"
Annete tampak menghela kasar nafasnya.
"Aku benci mengatakan nya, aku juga sama seperti dia, lebih nyaman di uni emirat Arab ketimbang hidup disini, tanpa ada musuh dimana-mana"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Annete tampak sibuk memilih beberapa sepatu untuk Alicia.
"Apa kau sudah yang memiliki banyak Swarovski nya sayang?"
Annete bertanya cepat ke arah Alicia.
"Seperti apa yang kamu fikir bagus"
Annete diam sejenak, dia menoleh ke arah Alicia.
"Tidak, mulai sekarang kau harus bisa memutuskan sendiri apa yang kau suka sayang, semakin kau dekat dengan Lincoln, semakin orang-orang akan menekan mu, kau harus menjadi gadis yang selalu berkata tidak atau iya, tidak menuruti kemauan orang lain tapi orang lain yang harus mengikuti kemauan mu"
Ucap Annete cepat sambil menatap dalam bola mata Alicia.
"Kau tahu kenapa Lincoln meletakkan mu di mansion utama?"
Tanya Annete ke arah Alicia.
Alicia tampak menggeleng pelan.
"Agar orang-orang menjadi tunduk di bawah kaki mu"
"Ya?"
"Seiring berjalan nya waktu kau akan paham rumitnya keadaan ini, tapi kau jangan khawatir sayang, ada banyak orang-orang yang akan melindungi kamu selama kamu tidak lepas dari jangkauan kami"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Annete tampak sibuk bicara dengan salah satu perempuan disana, memberikan beberapa instruksi untuk di laksanakan saat ini juga.
Alicia jelas menatap Annete dengan jutaan tanda tanya, tidak ada satu ucapan Annete pun yang dapat Alicia pahami saat ini.