
Elma jelas membelalakkan bola matanya, Seketika dia kehilangan kata-kata saat Emre mencium dirinya begitu saja, dan Elma fikir itu akan terjadi sebentar tapi rupanya menjadi begitu lama dan dalam, bibir Emre bergerak begitu lembut menyapu bibir nya dengan kedua tangan Emre terus menahan kepalanya sehingga membuat ciuman itu menjadi semakin dalam.
Awalnya Emre ingin menutup tangisan Elma, tapi rupanya dia malah menikmati tindakan nya sendiri dalam menyapu bibir Elma, seolah terbuai dia menciumi bibir indah itu dengan begitu lembut dalam waktu yang cukup lama.
Hingga akhirnya sepersekian detik kemudian Emre dikejutkan oleh suara ketukan pintu di susul dengan suara pintu yang terbuka dengan tiba-tiba.
"Oh God..."
Terdengar suara seseorang dari arah pintu.
Seketika Emre dan Elma terkejut, bola mata mereka langsung menatap ke depan, mommy Emre tiba-tiba sudah berdiri disana sambil membawa nampan makanan.
Emre dan Elma sejenak kehilangan kata-kata, secepat kilat Emre melepaskan bad cover yang melilit di tubuh Elma.
"Mom"
"Karena pintu nya tidak terkunci jadi mommy masuk, harusnya kalian mengunci pintu lebih dulu"
Sang mommy jelas merasa tidak enak hati karena berfikir telah mengganggu kemesraan pasangan pengantin baru itu.
Elma dengan gerakan kikuk dan malu langsung berdiri dari posisi nya setelah Emre melepaskan Lilitan bad cover di tubuhnya, dengan cepat Elma meraih nampan berisi makanan yang di bawa oleh mommy Emre.
"Oh sayang, maafkan mommy karena menggangu waktu kalian"
Mommy Emre bicara sambil mengelus lembut wajah Elma.
__ADS_1
Emre jelas seperti orang yang tidak memiliki dosa, berjalan menuju ke atas kasurnya dan mulai merebahkan tubuhnya di atas sana.
Mendengar ucapan Mommy Emre seketika wajah Elma memerah, dia menggeleng kan cepat kepalanya.
"Tidak apa-apa"
Yah tidak apa-apa, setidaknya aku selamat dari rayuan buaya, ohhh itu memalukan sekali.
Gumam Elma dalam hati, dia memejamkan Pelan bola matanya untuk beberapa waktu, merasa cukup malu dengan hal yang tadi.
Elma melirik ke arah Emre, laki-laki itu hanya mengulum senyum seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun.
Ishhh dasar manusia laknut.
"Tidak disangka kalian memang berjodoh hingga dewasa, Saat kecil Beberapa kali bertemu di uni emirat Arab Daddy mu sudah berkata jika kalian memiliki keterikatan yang kuat"
Ucap Mommy Emre tiba-tiba sambil mulai mengeluarkan makanan dari nampan yang diletakkan Elma di atas nakas.
Elma tidak begitu paham maksud dari kata-kata mommy emre, dia hanya memperhatikan gerakan tangan mommy mertua nya itu secara perlahan.
"Bahkan kamu sempat menyelamatkan Emre dari tragedi kebakaran malam itu"
Emre yang mulai memejamkan bola matanya seketika membuka bola matanya begitu saja, menoleh spontan ke arah Mommy nya.
"Ya?"
__ADS_1
"Apa kamu lupa sayang? ini adalah gadis kecil berkuncir kuda yang menyelamatkan kamu di tragedi kebakaran perusahaan"
Seketika bola mata Emre membulat, Elma tampak menyentuh tengkuk lehernya.
"Ah... jadi rupanya dia benar-benar bocah ber sepatu pink itu? pantas cara makan nya sama"
Ucap Elma cepat.
Emre tampak tercekat.
Bukan kah waktu itu yang menyelamatkan diri nya elis? kenapa jadi Elma?.
"Oh iya hahahaha tragedi sepatu pink itu karena kakak nya"
Sang mommy tertawa kecil.
"Kalau begitu bukan kah kita pernah bertemu di DUBAI CREEK/KHOR DUBAI, sungai air garam Dubai? kamu hampir hanyut disana, kamu belum berterima kasih kepada ku karena menyelamatkan mu dulu"
Tanya Elma sambil menoleh ke arah Emre Sejenak.
"Benarkah? Emre tidak pernah menceritakan tentang itu"
"Ya?"
Lagi-lagi Emre membeku mendengar ucapan Elma.
__ADS_1