
Setelah acara pernikahan mereka, Lincoln langsung mengajak Alicia menuju ke suatu tempat yang tidak begitu Alicia ketahui, laki-laki itu tampak begitu tegang sejak awal keberangkatan mereka, tidak banyak bicara hanya sesekali menatap Alicia sambil tersenyum padanya.
"Kita mau kemana?"
Tanya Alicia dengan perasaan enggan.
"Kau akan tahu setelah ini"
Alicia fikir pernikahan macam apa yang disuguhkan laki-laki ini, bahkan semua nya tampak seperti sebuah pemaksaan.
"Kau tahu Lincoln? kau memaksakan kehendak mu pada seorang gadis yang baru saja cukup umur belum satu tahun yang lalu"
Alicia bicara, sambil membuang pandangannya ke kaca jendela mobil sebelah kirinya.
Lincoln mendengus.
"Tapi kau menikmati setiap pemaksaan ku"
"Aku sama sekali tidak menikmati nya"
Alicia bicara sambil menoleh ke arah Lincoln dalam hitungan detik, menatap kesal wajah laki-laki itu.
"Ao yeah?"
Lincoln tampak mengejak.
"Maka mari kita melakukan nya lagi, dan kita lihat apa kau menikmati nya atau menolak nya"
Lincoln bicara sambil menarik kasar wajah Alicia.
"Kak.. lepas kan aku"
__ADS_1
Alicia mencoba memukul tangan Lincoln yang menarik wajahnya dengan gerakan cepat, lantas Lincoln menyatukan bibir mereka dengan gerakan cepat.
"Hmmppp"
Ini yang paling Alicia benci dari laki-laki itu, dia selalu bergerak dengan kasar ketika mengingankan sesuatu, bahkan tidak bisa bersikap lembut sedikit pun terhadap orang lain.
Alicia merasa dirinya kehilangan nafasnya, Lincoln dengan gerakan kasar me..lu..mat bahkan membelit Li..dah nya tanpa malu, padahal didepan sang bodyguard will bisa jadi melihat aksi mereka.
Alicia mencoba terus memukul lengan Lincoln namun bukan nya melepaskan laki-laki itu semakin dalam menciumnya, hingga pada akhirnya Alicia mengendurkan pukulan nya.
Lincoln tampak senang, pada akhirnya sang istri melemah juga, mulai menikmati perlakuan nya.
"Pada akhirnya kau menikmati nya bukan?"
Lincoln bicara setelah melepaskan ciumannya, menatap dalam wajah gadis itu sambil terkekeh geli.
"Kauuu bajingan"
umpat Alicia kesal, membuang kembali pandangan nya dengan perasaan dongkol.
Alicia duduk di dalam mobilnya dengan perasaan cemas, menatap Lincoln yang sejak tadi berbicara dengan seseorang, tampak ekspresi aneh Lincoln ketika bicara dengan orang itu, namun kemudian laki-laki itu Langsung masuk kedalam mobil nya.
"Kita akan menemui nya sebentar lagi"
Lincoln berbisik, menatap ke arah depan sambil melirik ke arah jam tangan nya.
Cukup lama mereka menunggu, Alicia fikir entah siapa yang ingin laki-laki itu temui sebenarnya melihat Lincoln sejak tadi tampak gusar menanti.
Alicia fikir apakah mungkin seseorang yang begitu penting dan berarti.
Tiba-tiba beberapa waktu kemudian seseorang mengetuk pintu mobil mereka, Lincoln dengan cepat membuka pintu mobil dari arah sisinya, tampak seorang wanita menggenggam erat tangan seorang anak kecil berusia sekitar 6 tahunan.
__ADS_1
Alicia jelas membulat kan bola matanya.
Bocah laki-laki itu tampak tersenyum kearah Lincoln kemudian ke arah diri nya.
"Aku mengantar lincoln junior sesuai kesepakatan awal"
wanita itu bicara sambil melirik ke arah Alicia.
"Kau benar-benar melupakan Elis, Lincoln"
Tampak segurat kekecewaan menghiasi wajah wanita paruh baya itu.
"Sayang masuklah"
Lincoln bicara kearah sang junior nya.
"Yes Daddy"
Seketika Alicia membulat kan bola matanya.
Daddy?
lagi-lagi otak Alicia menjadi tidak berfungsi dengan baik saat ini.
Dia fikir apakah Lincoln seorang duda beranak satu?
Masih dalam kekalutan dan kebingungan dalam pemikiran, tiba-tiba bocah kecil itu memeluk erat dirinya.
"Mommy"
Ya???
__ADS_1
jelas saja Alicia semakin terkejut di buat oleh nya.
Mommy?