Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Dalam keadaan terdesak


__ADS_3

"Oh God"


Elma secepat kilat mencari pintu keluar.


"Aku benci mengatakan ini, tapi kakek tua MC Juan benar-benar keterlaluan, kakek paling terburuk disepanjang sejarah"


Maki Elma lantas langsung melesat kabur dari hadapan kemal.


"Aku akan membantu menghalangi jalan sementara waktu"


Ucap kemal lantas mengedipkan bola matanya pada beberapa rekan kerja nya.


Elma secepat kilat mencoba mencari pintu keluar dari ruangan ini,tidak paham sebenarnya kemana kaki nya harus melangkah, yang penting saat ini dia harus kabur secepatnya.


Saat beberapa orang tampak mengejar nya, Elma secepat kilat melepaskan Hells nya, menjinjing nya sambil terus berlarian panik ke arah mana saja, bahkan saat tiba-tiba seseorang berada di ujung lorong di depan nya, Elma secepat kilat melesat ke arah kirinya, menyusuri pintu-pintu seperti kamar, mencoba membuka nya satu persatu.


Hingga akhirnya sebuah kamar tampak tidak terkunci, Elma dengan gerakan cepat masuk ke dalam kamar itu, mengunci pintu nya dengan sekuat tenaga, mencoba mengintip melalui lobang kecil di atas pintu.


"Ya Tuhan, pelarian macam apa ini?"


Pekik Elma tertahan.


"Excusme, Miss?"


Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki di belakang Elma, secepat kilat Elma menoleh.


Seketika bola mata nya terbelalak.


"Kau..?"


"You..?"


Laki-laki itu jelas ikut terbelalak.


Elma fikir apakah dunia ini begitu sempit? kenapa laki-laki yang dia temui tadi lagi-lagi berada di sini.


Dan laki-laki itu hanya menggunakan handuk mandi nya saja.


"Kau gadis bayaran nya?"


Laki-laki itu bertanya sambil menaikkan alisnya.


Elma jelas melotot kaget, menatap laki-laki dihadapan nya itu dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.

__ADS_1


Hot dan seksi tapi Menjijikkan sekali, tampan-tampan suka bermain perempuan.


Umpat Elma dalam hati.


Tapi tiba-tiba pintu depan di gedor oleh seseorang dengan suara yang begitu kencang.


"Tuan Emre?"


Terdengar suara dari arah luar sana.


"Apa kah ada seorang gadis masuk ke mari?"


hah???


Mulut Elma menganga.


Emre berjalan cepat ke arah pintu depan.


Elma dengan gerakan cepat mencoba menahan tangan laki-laki itu.


"Tidak"


Dia bicara setengah berbisik.


"Apa kau mencuri barang orang lain juga? setelah mencuri mobil ku?"


"Aku tidak mencuri mobil mu"


Salak elma dengan nada tertahan.


"Aku hanya meminjam nya"


lanjut nya lagi.


"Kunci?"


Emre meminta kunci mobilnya pada gadis itu.


Jelas saja Elma tercekat.


God, dimana kuncinya?


Yah dimana kunci nya fikir dia, dia menghilang kan nya kemana?

__ADS_1


Oh God, di atas meja bartender.


"Aku meninggalkan nya"


Elma menggigit bibir bawahnya.


Emre kembali menaikkan alisnya.


"Tuan Emre?"


Suara didepan kembali terdengar.


secepat kilat Emre ingin membuka pintu kamarnya, tapi Elma secepat kilat juga menahan tangan Emre.


"No"


Elma memohon dengan wajah penuh kesedihan, seoalah-olah sedang minta di beri belas kasihan.


Emre tampak tidak peduli, mencoba untuk membuka knop pintunya, Elma dengan kencang menahan pintu itu dengan kakinya, secepat kilat tubuhnya bersandar ke daun pintu itu.


"Ada apa dengan anda nona?"


"Jika kau membuka nya, maka habis sudah diri ku tuan, aku benar-benar akan dijual oleh mereka"


maksud ku di nikahkan paksa


ucap Elma cepat antara mulut dan hati saling berlawanan.


"Aku cukup mendengar kebohongan mu sejak kemarin"


Ucap Emre, mendorong kasar tubuh Elma lantas membuka pintu itu dengan cepat.


"kauuu"


Elma jelas membulatkan bola matanya, dengan gerakan cepat dia menarik tubuh laki-laki dan....


Tanpa basa-basi Elma menarik leher laki-laki itu lantas mencium paksa bibir laki-laki itu tanpa basa-basi tepat ketika pintu itu terbuka dengan sempurna.


2 bodyguard sang Kakek Elma yang berdiri di depan pintu tampak terkejut, tidak mengenali Elma sama sekali, dengan cepat menutup kembali pintu kamar itu.


"Maafkan kami, mengganggu kesenangan tuan"


Emre jelas terbelalak kaget saat gadis didepannya itu sudah dengan lancang mencium nya tanpa rasa malu sedikit pun.

__ADS_1


Dan Elma jelas mengumpat dalam hati.


Ini benar-benar dalam keadaan terdesak.


__ADS_2