
Emre jelas kehilangan kata-kata, rasa tidak percaya menerjang fikiran nya.
Bagaimana mungkin? tapi semua tahu jika...!!!
Emre mencoba berjalan ke arah depan, meninggalkan ruangan itu dengan langkah kaki yang kacau balau.
"Tuan?"
Saat salah satu pengawal Emre bertanya cepat, meminta perintah untuk bergerak kembali mencari tahu soal siapa yang menculik Elis, namun nyatanya Emre mencoba duduk di depan meja kerjanya sambil dia berusaha untuk memejamkan bola matanya sejenak.
"Tuan?"
Pria itu bertanya kembali.
"Hentikan pencarian Elis sekarang juga"
"Ya?"
Setelah berkata begitu, Emre melangkah cepat menuju ke arah bawah, melesat pergi untuk menemui seseorang, dia butuh penjelasan saat ini juga, apa maksud dari semua yang dia lihat hari ini, apa mungkin kejadian 7 tahun yang lalu telah direncanakan tanpa sepengetahuan dari nya.
Sang pengawal jelas mengerutkan keningnya, tidak mengerti kenapa sang tuan tiba-tiba menarik semua perintah nya.
********
__ADS_1
Emre terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, menuju ke arah selatan untuk mendapatkan sebuah penjelasan paling logis yang dapat dia terima saat ini.
Ketika tiba di sebuah pusat rumah sakit ternama di Prancis, Emre dengan gerakan cepat menuju ke salah satu ruangan laboratorium nya, mencari seseorang yang harus menjelaskan semua persoalan rumit yang seharusnya memang dijelaskan dengan gamblang kepadanya.
Dia tahu Uncle Dekan nya pasti mencoba menyembunyikan sesuatu selama lebih dari 7 tahun ini tanpa sepengetahuan nya, bahkan seluruh keluarga jelas telah di bodohi oleh laki-laki itu.
Brakkkk
Suara keras daun pintu yang di buka paksa menimbulkan keterkejutan di antara semua orang yang ada di ruangan itu.
Bola mata semua orang sejenak terpaku menatap ke arah Emre,bagi orang-orang di rumah sakit itu, laki-laki itu jelas sangat sulit sekali untuk bisa marah, namun jika itu terjadi artinya sesuatu yang sangat buruk pasti telah terjadi.
Dokter dekan yang menyadari kehadiran Emre dengan cepat memerintahkan semua staf dan dokter lainnya untuk segera keluar dari sana.
"Katakan pada ku, kenapa kamu membohongi semua orang selama 7 tahun ini?"
Emre bertanya sambil mengeraskan rahangnya, gigi nya saling beradu dengan bola mata yang begitu penuh kemarahan.
Dokter Dekan jelas menatap bingung ke arah Emre, masih belum paham kemana arah pembicaraan laki-laki itu.
"Apa maksud mu, Son?"
"Aku benar-benar telah di bodohi selama 7-8 tahun ini, bahkan keluarga MC Juan pun telah di bodohi oleh kalian, Kejadian 7 tahun yang lalu bukan penculikan pada Elis, bukan pemerkosaan, tapi itu dilakukan atas dasar cinta, dan kau tahu betul siapa pelakunya"
__ADS_1
Ucap Emre dengan penuh kemarahan
Sejenak dokter Dekan terpaku, laki-laki itu pada akhirnya tahu ke arah mana pembicaraan Emre berlaku.
"Bagaimana kamu...?"
"Aku melihat dia mengambil Elis di mansion utama ku, kamu bahkan sudah tahu jika elis masih hidup tapi pura-pura menutup mata, sekarang katakan pada ku kenapa kamu dan dia membohongiku semua orang?"
"Emre"
"7 tahun yang lalu, orang yang menjemput Elis adalah uncle bukan? yang tidur dengan nya adalah dia? yang menukar gadis yang aku beli dengan gadis dari Indonesia itu juga rencana uncle dan dia?"
Emre bertanya dengan perasaan yang begitu menggebu-gebu, dia merasa dibohongi untuk waktu yang begitu lama.
Brakkk
Emre mendorong kasar tubuh laki-laki tua itu ke dindingnya.
"Kenapa kamu berbohong jika Kakak ku sudah meninggal didalam kecelakaan di hari pernikahan dia dan Elis, realita nya hari ini dia mendapatkan Elis di mansion ku, dan jika aku tidak salah menebak aku fikir orang pertama yang meniduri Elis 7 tahun yang lalu adalah kakak ku sendiri,suami Elis sendiri"
"Dan jika aku tidak salah menebak juga Elis pasti bukan terkena penyakit alzheimer, kamu pasti telah melakukan satu penelitian di belakang kami sebelum dia masuk menjadi menantu keluarga Fawad 8 tahun yang lalu"
Seketika dokter Dekan membeku, dia menatap bola mata Emre dengan jutaan kekhawatiran.
__ADS_1