
7 Tahun yang lalu
2 bulan setelah kejadian
Emilia & Gerry Lincoln
Elis dengan sejuta cara membawa Emilia untuk lari dari kejaran Suli dan bawahannya tanpa sepengetahuan dokter Dekan dan Sehan, mereka harus memeriksa kondisi Manaf yang tiba-tiba memburuk kembali sejak beberapa hari yang lalu.
Elis Fikir membuat Dokter dekan dan Sehan meninggalkan Manaf dalam kondisi yang buruk sangat tidak mungkin, Elis ingin semua orang-orang yang dia sayangi baik-baik saja.
Emilia adalah gadis yang di cintai Gerry Lincoln begitu kata Elma, Elis Fikir sebaiknya dia membawa Emilia pada Gerry Lincoln dan membuka semua kebusukan yang dilakukan Suli.
Juga rencana lain Suli untuk menguasai harta MC Juan lincoln melalui dirinya, dengan cara mendoktrin seluruh isi kepalanya.
Elis belakangan sering Bingung dengan kondisi nya sendiri, kadang kala dia begitu patuh tanpa sadar pada ucapan Suli, kadang kala dia begitu menjadi pemberontak dan mencoba untuk menjelaskan duduk persoalannya pada Gerry Lincoln tapi tidak tahu kenapa di tengah pembicaraan seolah-olah dia lupa dengan apa yang ingin dia katakan.
beberapa bulan ini Suli dan Anwar terus memaksa nya untuk menerima suntikan Nyang dia tidak tahu apa, terus menerus secara rutin dan teratur.
Saat Elis tengah berkonsentrasi membawa kendaraan nya, tiba-tiba sebuah mobil menabrak mereka dari arah belakang.
Braakkkkk
Sebuah hantaman keras membuat mereka terpelanting dengan kasar ke arah depan, untungnya Elis masih bisa menahan kecepatan nya.
"Ini bukan hal yang baik"
Ucap Elis pada Emilia.
Gadis itu jelas begitu panik dan ketakutan.
"Apapun yang terjadi, aku berjanji akan melindungi kamu, adik"
Ucap Elis lantas mencoba untuk terus melakukan mobil ya kedepan, headset bluetooth nya mulai tersambung dengan seseorang.
__ADS_1
"Dad, aku fikir Suli mungkin akan mencelakai Emilia, dia ada bersama ku dan...."
Brakkkkkkkk
Cittttt
Kittttt
Braakkkkkki
Sebuah mobil di arah berlawanan menghantam samping mobil mereka, sejenak mobil mereka terpental dengan kasar ke arah kanan, suara memekakkan telinga menembus pekat nya gelap angin malam.
"No... Emilia"
Elis berusaha meraih tangan gadis itu sekuat tenaga, darah segar mengalir deras dari tubuh mereka berdua.
*********
Elis dan Emilia
Dokter dekan membawa 2 tubuh itu menuju ke ruang laboratorium rahasia yang mendominasi berwarna putih.
"Dia hamil"
Dekan jelas tercekat saat tahu gadis kecil yang di bawa oleh Elis hamil.
"Ini darah daging Gerry Lincoln uncle"
Ucap Sehan pelan.
"Dad....."
Elis mencoba menggenggam tangan daddynya kesadaran Elis jelas mulai melemah, di atas kasur berwarna hijau itu dia mencoba menatap tubuh Emilia yang tergeletak tidak berdaya, dibandingkan dirinya, Emilia jelas meregang nyawa antara hidup dan mati nya saat ini.
__ADS_1
"Selamat kan dia dan bayi nya, Gerry lincoln begitu mencintai dia"
Dokter dekan menggeleng pelan.
"Sesuatu yang buruk terjadi pada kantung rahimnya, Daddy tidak janji jika anak nya akan baik-baik saja"
"Daddy bisa melakukan apapun bukan? aku mohon lakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka, jika tidak Gerry Lincoln akan membenci ku dalam seumur hidup nya"
"Tapi"
"Bahkan jika rahim ku bisa menyelamatkan anak mereka, lakukanlah"
"Tapi Elis"
Belum sempat dokter dekan menyelesaikan kata-katanya, secara perlahan genggaman sang putri mulai lepas dari lengannya.
Selamat kan mereka!
Dengan mengorbankan putri nya Elis?
Yang benar saja.
Sejenak dokter Dekan menoleh ke arah Sehan.
"Apa seorang ayah akan tega melakukan nya?"
"Aku yang akan memindahkan janinnya"
"Sehan"
"Dalam seumur hidup perempuan kecil ini tidak akan pernah lagi bisa memiliki seorang anak, tapi Elis masih punya jutaan kesempatan untuk mendapatkan nya, jika kita kehilangan anak nya, kau tahu saat semua nya terbuka, Gerry lincoln dan perempuan ini lah yang paling menderita"
Dokter dekan mencoba menarik nafasnya sejenak, rasa sakit seketika menghantam perasaan nya.
__ADS_1