
Emilia tampak terpaku didepan pintu, dengan sedikit ragu-ragu untuk melangkah masuk ke dalam apartemen itu.
"Bukan masalah, masuklah"
Secara perlahan Emilia menjajalkan kakinya dan berjalan masuk ke dalam, Gerry tampak mengembang kan senyuman nya sambil mencoba meraih handphone nya.
"Aku baru saja kembali ke apartemen, kau dimana?"
Dia bicara dengan seseorang dari Balik handphone nya.
"naiklah"
ucap gerry cepat lantas mematikan handphone Kemudian meletakkan nya ke atas nakas.
Emilia berusaha untuk duduk di salah satu kursi sofa yang ada di sisi kanan apartemen, mencoba melepaskan jas laki-laki itu yang menutupi tubuh nya sejak tadi.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam.
"Kau membawa nya?"
"Ya tuan"
Emilia langsung menatap ke arah orang tersebut, seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan.
"Aku fikir Jerry tengah menjemput ertan junior mu bersama istri nya sore tadi"
perempuan itu bicara cepat ke arah gerry.
"Dia benar-benar menikahi gadis pilihan ku?"
Gerry bicara sambil melirik ke arah Emilia, bola mata gadis itu tampak menyusuri seluruh isi apartemen Gerry.
"Katakan pada nya aku baik-baik saja, dan katakan juga pada nya jika dia telah salah paham pada gadis yang dia ambil itu"
perempuan itu melirik ke arah Emilia.
"Dia ?"
perempuan itu menggantung kalimat nya.
__ADS_1
Gerry hanya mengangguk pelan.
"Aku harus mencari tahu soal masa lalu, mereka bilang Elis sudah meninggal tapi realita nya seseorang pernah melihat dia hilir mudik di rumah sakit bersama Emre beberapa kali, aku belum tahu mesti mencurigai siapa, tapi kehamilan Elis dan malam pertama waktu itu jelas telah di manipulasi oleh seseorang, dan dia hanya gadis yang tidak beruntung menjadi korban atas kejadian malam itu"
Sambil mengucapkan kata Dia, Gerry kembali melirik ke arah Emilia.
"Dia gadis baik-baik yang tengah berlibur panjang di Paris"
lanjut Gerry kemudian.
"Apakah aku harus mengantar tuan muda linc junior kemari?"
"Biarkan dia bersama Jerry lebih dulu dan istrinya, aku butuh quality time untuk lebih mengenal Dia dalam beberapa waktu"
"Baik tuan"
perempuan itu menundukkan kepalanya, lantas segera berlalu dari sana.
"Ah iya, Dimana pelayan lama ku?"
Tanya Gerry tiba-tiba.
"Mereka memecatnya setelah tuan mengalami koma, sedikit mencurigakan karena lebih tepat nya dia mengundurkan diri dari pekerjaan nya"
Gerry tampak terdiam, menatap punggung perempuan itu yang mulai menjauh beberapa waktu hingga akhirnya pintu apartemen nya tertutup dengan sempurna.
Gerry meraih paper bag yang di berikan perempuan tadi lantas berjalan mendekati Emilia.
"Kau bisa mengganti semua pakaian mu"
Ucap gerry sambil menyerahkan paper bag berisi pakaian itu kepada Emilia.
"Ya?"
Emilia jelas mengerutkan keningnya.
"Aku tidak tahu apakah itu pas atau tidak, tapi aku fikir karyawan ku cukup tahu ukuran yang tepat untuk sesama perempuan"
Emilia meraih paper bag itu secara perlahan.
__ADS_1
"Kamar mandinya di dalam kamar sana"
Tunjuk Gerry cepat.
"Kau bisa tidur di dalam sana dan aku bisa tidur di sofa"
Emilia membulatkan bola matanya.
"Tapi tuan.."
Gerry tersenyum kecil.
"Kita tidak mungkin tidur bersama bukan?"
Seketika wajah Emilia memerah saat mendengar ucapan Gerry.
"Ah.. haha iya"
ucap nya sambil menyentuh tengkuknya beberapa waktu.
"Kamu bisa membersihkan diri, berganti pakaian lalu kita akan mendapatkan malam malam setelah ini"
"Ya?"
lagi-lagi Emilia mengerutkan keningnya.
"Jika kamu tidak lapar, itu bukan masalah'
Saat Gerry baru menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba suara perut Emilia berbunyi dengan lembut.
Seketika wajah Emilia kembali memerah karena malu.
Gerry tertawa kecil sambil menatap wajah cantik itu yang tersenyum malu.
"Aku menunggu "
lanjut Gerry lagi.
Emilia mengangguk pelan kemudian langsung melesat menuju ke arah kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi itu untuk membersihkan diri.
__ADS_1