Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Rahasia si kecil


__ADS_3

"Mommy boleh aku minta di belikan ice klim?"


Ertan bertanya Cepat ke arah Alicia saat Alicia tengah menggosok punggung nya di dalam bathtub kamar mandi.



"Boleh, saat kita keluar bersama Daddy kita akan minta Daddy untuk mengantar kita untuk menikmati ice cream bersama"


Ucap Alicia sambil terus menggosok perlahan punggung ertan.


"telima kasih mommy"


Ertan berkata dengan nada yang begitu bahagia, terus memainkan mobilan nya di dalam bathtub itu.


"Sayang"


Alicia berkata cepat ke arah Ertan.


"Yes Mommy?"


Ertan tampak berbalik, mencoba menatap bola mata Alicia sambil menunggu apa yang akan dibicarakan mommy nya itu.


"Jika kamu punya banyak mommy, apa kamu akan bahagia?"


Tanya Alicia cepat ke arah ertan.


"Banyak?"


Ertan tampak mengerutkan dahinya.


"Hmmm ad mommy lain dari mommy Alicia saat ini, misalnya kakak mommy mau menjadi mommy ertan, apa ertan mau?"


Alicia bertanya sambil menyentuh lembut wajah ertan.

__ADS_1


"Apa mommy itu sepelti mommy? buka sepelti nenek sihil?"


Ertan bertanya soal mommy baru yang mommy Alicia katakan, dia hanya takut jika mommy yang baru dibicarakan itu persis seperti neysa, sosok gadis itu membuat ertan tidak suka.


"Tentu saja baik, sangatttt baik sekali"


Ucap Alicia cepat.


"Bahkan lebih baik dari diri Mommy"


Alicia terus bicara menyakinkan ertan.


"Dimana mommy balu itu? "


Ertan bertanya dengan rasa penasaran yang menggebu.


"Sedang berlibur, nanti kalau mommy yang baru pulang, mau membuat kunjungan kesana?"


Tanya Alicia cepat sambil mengelus pipi ertan.


"He em, baiklah mommy"


Jawab ertan cepat.


"Tapi mommy siapa nama mommy balu itu?"


Ertan tampak penasaran.


"Tapi berjanjilah tidak akan menyebutkan nama mommy baru dengan orang lain, ini hanya rahasia kita berdua da Daddy"


Ertan sejenak diam, dia mengerutkan dahinya.


"Apa kita harus menyembunyikan mommy baru? seperti menyembunyikan mommy Elis?"

__ADS_1


Tanya Ertan tiba-tiba.


Alicia menaikkan alisnya saat mendengar ertan mengucap nama Elis, seingat Alicia itu adalah nama mantan istri sang kakak ipar, Gerry Lincoln.


"Mommy Elis?"


Ertan mengangguk cepat.


"Daddy Emle belkata tidak boleh bilang siapa-siapa, jika tidak akan ada orang yang ingin mencelakai mommy Elis di mansion"


Cerita Ertan sambil berbisik, takut jika seseorang mendengar kan pembicaraan mereka.


"Apa mommy balu juga sepelti itu?"


Alicia jelas menaruh rasa penasaran yang menggebu.Yang dia tahu istri sang kakak ipar sudah meninggal setelah melahirkan si kembar, lalu kenapa ertan berkata jika Elis ada di mansion.


"Iya akan ada yang ingin mencelakai mommy baru, sekarang katakan pada mommy, apa mommy Elis baik-baik saja?"


Seketika raut wajah ertan menampakkan kesedihan yang mendalam.


"Mommy Elis melupakan dili ku, kadang mommy akan bilang kalau aku anak yang baik dan tampan, lalu besok nya mommy akan beltanya siapa aku, apa mommy baik-baik saja?"


Tanya Ertan ke arah Alicia.


"Ya?"


Alicia jelas semakin mengerutkan dahinya.


"Mommy Elis sangat aneh, kadang mommy lupa dimana letak Kamal nya, kadang mommy akan menangis dan malah pada Daddy emle, itu membuat aku takut mommy, kadang mommy sulit untuk bicala, pokoknya mommy elis begitu aneh belakangan ini Mommy"


Sejenak Alicia menelan Saliva nya, dia fikir seorang anak kecil tidak mungkin berbohong, artinya Elis masib hidup dan di sembunyikan oleh keluarga fawad dari hadapan dunia, tapi kenapa? sakit apa perempuan itu hingga bersikap seperti itu.


Alicia baru akan melanjutkan pertanyaan nya, namun tiba-tiba Jerry muncul dari arah pintu depan, bola matanya tampak menyiratkan jika dia mendengar kan juga cerita Erta sebelumnya.

__ADS_1


"Sayang?"


Alicia tampak tercekat, takut jika-jika sang suami mencoba menekan ertan untuk bertanya soal Elis lebih jauh lagi.


__ADS_2