Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Laki-laki yang dia kenal di masa lalu


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Emilia, Gerry hanya mengembangkan senyuman nya.


"Tuan?"


Emilia terus mengerutkan dahinya, menatap penuh tanda tanya ke arah laki-laki itu dengan jutaan rasa penasaran.


"Cukup mengenal mu, kamu ingat Elma MC Juan?"


Tanya Gerry tiba-tiba.


Emilia berusaha untuk mengingat-ingat.


"Ah tentu saja, dia cukup dekat dengan ku di masa Secondary School di Itali"


Jawab Emilia cepat.


Gerry masih berusaha tersenyum ke arah Emilia, tiba-tiba berjalan mendekati Emilia lantas menyentuh lembut rambut Emilia.


"Kamu tumbuh dewasa dengan baik"


Ucap gerry pelan.


Seketika wajah Emilia memerah, dia sejenak membeku dari tempat berdirinya.


"Aku kakak laki-laki pertama Elma, kita pernah bertemu di Itali saat kalian masih kelas 2 SMA"


Setelah berkata begitu, Gerry mengacak-acak poni Emilia sejenak, lantas segera berlalu dari hadapan Emilia begitu saja.


Apa?

__ADS_1


seketika emilia menoleh ke arah laki-laki itu, dengan rasa terkejut dia berusaha menatap punggung Gerry, Seketika ingatan masa lalu menjalar di dalam kepalanya.


"Siapa dia?"


Emilia remaja bertanya pada Elma, menatap punggung laki-laki yang tengah sibuk berkutat di dapur, tanpa menggunakan atasan, bertelanjang punggung.


Ingin sekali dia melihat wajah sang pemilik punggung kekar itu, namun apalah daya dia tidak bisa melihat nya.


"Kakak ku"


Elma remaja berkata cepat.


Emilia tampak mengulum senyuman nya, masih melirik si pemilik punggung kekar itu, untuk anak remaja seusia mereka tertarik pada laki-laki dewasa bukan hal yang aneh, catat hanya tertarik, di usia Secondary School anak-anak gadis terlalu suka berkhayal mendapatkan laki-laki yang usia nya beberapa tahun Lebih tua dari mereka.


"Jangan jatuh cinta pada dia, kakak ku itu tidak tertarik pada spesies perempuan"


Elma bicara sambil terkekeh geli tangannya sibuk mencomot roti yang ada di hadapannya.


Goda Elma lagi.


Gadis itu Seolah tahu apa yang di fikirkan oleh Emilia.


"Jangan menyukai dia, sebab sejak kecil dia sudah menjadi milik ku"


Tiba-tiba seorang gadis muncul di depan pintu, membawa beberapa paper bag dengan langkah tergesa-gesa.


"Ney?"


Elma bertanya bingung melihat tingkah laku gadis satu itu.

__ADS_1


"Kenapa dia ada disini? bukankah dia tidak termasuk didalam kelompok kita?"


Gadis itu bertanya sambil melirik tidak suka ke arah Emilia.


Emilia hanya memutar bola matanya sejenak, dia fikir sejak kelas 1 gadis itu memang tidak begitu menyukai dirinya, karena sejak awal mereka masuk ke secondary high school, Emilia selalu berada di atas gadis itu.


"Kak"


Tiba-tiba gadis itu merengek mendekati kakak laki-laki Elma.


"Jangan terlalu di hiraukan, cinta nya bertepuk sebelah tangan"


Elma bicara sambil terkekeh ke arah Emilia.


"Kakak ku tidak suka type gadis seperti itu"


Elma kembali bicara sambil menyuapkan Emilia dengan roti di tangannya.


"Mungkin kakak ku memang menyukai type gadis seperti kamu, tapi..yang dewasa bukan anak-anak seperti kita"


Emilia jelas tidak begitu mendengar ocehan Elma, bola matanya masih terus fokus menatap punggung laki-laki itu dengan seksama.


"Bersihkan diri mu, lalu mari mendapatkan sarapan"


Tiba-tiba lamunan Emilia pecah seketika saat Gerry tahu-tahu sudah berada tepat dihadapannya, hanya menggunakan handuk mandi dengan rambut yang terlihat begitu basah dan wajah yang tampak segar dan menawan, melewati Emilia begitu saja menuju ke arah walk in closed.


Seketika Emilia mencoba kembali menatap punggung Gerry, dia fikir benar...punggung itu masih sama seperti punggung kakak laki-laki Elma di kala 9 tahun yang lalu.


"Aku pasti sedang bermimpi"

__ADS_1


Guman Emilia sambil berusaha menepuk-nepuk wajah nya beberapa kali.


__ADS_2