Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Moment indah yang mungkin tidak akan terulang


__ADS_3

Mansion utama Gerry


19.00 PM


Semua orang tampak mulai berkumpul di dalam mansion Gerry, secara bergantian semua orang hadir satu persatu.


Kasus Suli dan Anwar terus berlanjut dsn bergulir di meja hijau, ada banyak sekali yang mereka lakukan hingga semakin memperberat hukuman mereka, bahkan kasus terbesar yang tidak bisa di toleransi adalah ketika mereka melakukan serangkaian pembunuhan berencana pada Manaf, Alina (Jihan) dimasa lalu, Elis, Emilia, juga sang kekasih putra nya sendiri belum lagi kasus lainnya.


Sehingga semakin mencekik hukuman mereka menuju ke tali gantungan.


Realita nya hukum luar tidak main-main, mereka memvonis hukuman mati tanpa mempertimbangkan banding.


Meskipun merasa puas dengan semua nya, tapi tetap saja semua orang merasa itu kurang.


Seluruh aset dan saham 2 orang itu telah di tarik kembali dan dikembalikan kepada masing-masing yang berhak memiliki nya, sisa nya menjadi barang bukti untuk pihak berwajib.


Alex sejak kasus tersebut naik, memilih tidak mengunjungi Mommy nya sama sekali meskipun beberapa kali Suli mencoba mengirimi nya pesan melalui beberapa sipir atau pihak keamanan.


Ketika Emilia bertanya kenapa Alex tidak mau menemuinya, Alex hanya menjawab.


"Aku tahu betul karakter Mommy ku, jika aku datang dia hanya akan memohon minta untuk di bebaskan"


"Tapi dia Mommy mu"


"Sosok Mommy ku telah mati untuk waktu yang cukup lama, dimulai sejak aku berusia 7 tahun, dimana dia meninggal kan diri ku Seorang diri didalam pekat nya kegelapan malam di pinggiran kota Paris bersamaan ketika dia memutuskan untuk berselingkuh dari suami nya demi laki-laki yang tidak mencintai nya"


Setelah berkata begitu, Alex langsung beranjak meninggalkan Emilia dengan jutaan rasa yang tidak Emilia mengerti.

__ADS_1


"Sayang bantu ambilkan wine nya"


Emre bicara ke arah Elma, meminta sang istri menggeser wine yang ada di ujung meja ke arah diri nya karena jarak cukup jauh untuk Emre gapai saat ini.


"Jangan terlalu banyak minum, itu tidak baik untuk kesehatan kamu"


Ucap Elma sambil memberikan botol wine ke arah Emre.


Manaf tampak mengulum senyumannya saat melihat pasangan baru itu.


"Sayang kamu tidak melarang ku untuk minum?"


Goda Manaf ke arah sang istri.


"Aihhh dia menggoda pengantin baru"


"Ngomong-ngomong Jerry dan Alicia belum tiba?"


Dekan bertanya ke arah semua orang.


"Sebentar lagi, aku baru menghubungi Alicia"


Jihan menyahut cepat dari arah belakang, membawa beberapa piring makan dan meletakkan nya di atas meja makan.


Emilia sejak tadi menunggu dengan harap-harap cemas, beberapa kali dia menggenggam erat tangan nya sambil bola mata nya terus menatap ke arah depan.


Selama ini dia belum tahu soal Ertan, karena itu saat menghadapi Ertan dia biasa-biasa saja, tapi kali ini setelah Emilia tahu soal sebuah kenyataan dia merasa keadaan jadi sedikit berbeda.

__ADS_1


Emilia takut Ertan belum bisa menerima diri nya sebagai seorang Mommy untuk bocah laki-laki itu.


Tiba-tiba Gerry menggenggam erat telapak tangan Emilia, menatap dalam wajah sang istri sambil melebarkan senyuman nya.


"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja"


Bisik Gerry pelan.


Emilia tampak menghela nafasnya berat, dia mengangguk pelan.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dari arah pintu depan terlihat Alicia dan Jerry yang tengah menggendong Ertan masuk ke dalam mansion mereka menuju ke arah semua orang.


Seketika Jerry menurunkan tubuh Ertan dan membiarkan bocah laki-laki itu berlarian ke arah depan.


Seketika Emilia berdiri, menatap sang putra nya dengan pandangan berkaca-kaca, lalu tahu-tahu ertan menyambar paha nya lantas memeluk paha Emilia dengan cepat.


"Mommy mommy, apa kamu tidak merindukan aku?"


"Ohhh..."


Secepat kilat Emilia duduk, langsung menyambar tubuh anak itu dengan jutaan perasaan cinta.


"Maafkan Mommy karena terlambat tahu soal kamu"


Ucao Emilia sambil menumpahkan air matanya.


Seketika semua orang tersenyum, terhanyut dengan pertemuan Ibu dan anak untuk pertama kali nya setelah sekian lama berpisah, sekian lama saling kenal tanpa tahu identitas diri masing-masing, yang mana moment ini mungkin nanti tidak akan mereka dapati kembali.

__ADS_1


__ADS_2