
Kini pasangan suami istri itu sudah berada di dalam mobilnya. Kinaya memilih bersandar di bahu sang suami. Sedangkan Samuel sesekali mengusap dengan sayang kepala istrinya. Entah kenapa, saat ini Kinaya tidak mau jauh-jauh dari suaminya tersebut.
Kejadian tadi berhasil membuat dirinya merasa khawatir. Kinaya khawatir jika sang suami akan berpaling darinya.
Kinaya sadar. Dirinya bukan apa-apa jika tidak ada Samuel di sampingnya. Pria itu selalu ada untuknya. Semua kebutuhannya di cukupi oleh pria di sampingnya ini. Pria yang sah dan halal untuknya. Sehingga ia berhak menerima apapun yang dilakukan oleh pria ini.
"Kenapa, hem? " tanya Samuel ketika melihat sang pujaan hati melamuni sesuatu. Kinaya mendongakkan kepalanya ke atas. Menatap manik hitam suaminya tersebut.
"Aku tidak mau mas berpaling. Hanya mas yang aku punya. Dan hanya mas yang benar-benar peduli padaku. Aku takut mas berpaling dariku. " ucap Kinaya kembali mengeratkan pelukannya di lengan Samuel. Samuel pun tersenyum lalu menciumi lama punggung tangan Kinaya. Bumil itu pun tersenyum.
"Kamu takut? " tanya Samuel. Kinaya pun menganggukkan kepalanya.
"Tenang saja. Hanya kamu yang ada di hati mas. Kamu harus percaya itu. Hanya kamu yang mas cintai di dunia ini. " Samuel melingkarkan tangannya di bahu Kinaya. Menarik bumil ke dalam pelukannya. Kinaya pun melingkarkan tangannya di pinggang Samuel.
"Yaudah, kita akan makan di mana? " tanya Samuel menundukkan kepalanya untuk melihat sang pujaan hati.
"RM Padang saja mas. " ucap Kinaya antusias. Samuel pun tersenyum.
"Ayuk. Makan yang banyak nanti, ya. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa saat. Pasangan itu pun sampai di RM Padang. Kinaya langsung memilih tempat duduk yang ada di dekat jendela. Di sana ia bisa melihat langsung orang lalu lalang. Sedangkan Samuel, pria itu memilih duduk di samping istrinya.
Mendekatkan kursinya ke tempat duduk sang istri.
"Mau makan apa? " tanya Samuel.
"Rendang sama ayam bakar saja mas. " balas Kinaya.
"Yaudah. Tunggu sebentar ya. " ucap Samuel.
"Mas. Beli nasinya dengan sambal rendang dan ayam bakar ya. Di banyakin saja porsinya. Kuah rendangnya juga di banyakin ya. " ucap Samuel melihat sekilas pelayan RM.
"Baiklah, mas. Pesanan akan segera di antar. " balas pelayan tersebut.
Setelah beberapa saat. Hidangan pun telah tersaji di meja makan.
"Makan yang banyak, sayang. " ucap Samuel kepada sang istri.
"Makasih, mas. Kalau begitu kita makan sama-sama ya. " balas Kinaya. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Terlihat Kinaya lahap makannya. Bahkan, bumil itu sampai nambah. Padahal, porsinya sudah sengaja di banyakin tapi bumil itu masih kurang katanya. Mau tidak mau Samuel pun menuruti permintaan istrinya. Dari pada melihat istrinya itu ngambek dan marah padanya.
Setelah beberapa saat. Pasangan itu pun selesai menyantap sarapannya. Mereka memilih untuk kembali ke panti.
Di dalam perjalanan. Kinaya melihat pedagang kaki lima. Pedagang itu seperti menjual permainan anak-anak. Lengkap ada boneka, robot, jepit rambut, balon angkasa dan masih banyak lagi. Kinaya pun meminta kepada Samuel untuk menghentikan mobilnya. Samuel pun bingung kenapa juga istrinya itu menyuruh untuk menghentikan mobilnya. Meski begitu, Samuel tetap menuruti permintaan istrinya tersebut.
Setelah mobil berhenti. Kinaya langsung turun dari mobil. Samuel setia mengekor di belakang sang istri.
Setibanya di penjualan kaki lima. Kinaya terlihat antusias melihat barang-barang yang dijual oleh si pedagang.
__ADS_1
"Mas. Aku mau beli itu untuk Reza. " ucap Kinaya menunjuk robot optipus.
"Yaudah, beli saja. Ambil apapun yang kamu mau. " balas Samuel hangat.
"Beli apapun yang di tunjuk oleh istri saya, Pak. " ucap Samuel kepada pedagang yang ada di depannya.
"Baiklah, Tuan. " balas pedagang itu.
"Makasih ya, mas. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Kinaya.
Setelah memilih beberapa mainan untuk Reza. Kinaya dan Samuel pun segera melangkahkan kakinya ke arah mobil mereka. Samuel menjaga istrinya itu agar tidak terjadi sesuatu padanya. Dilihatnya kiri dan kanan agar tidak ada hal yang membahayakan sang istri. Setelah di rasa aman. Samuel pun membukakan pintu mobil untuk istrinya tersebut.
Setelah merasa Kinaya duduk dengan nyaman. Samuel pun memutari mobil dan duduk di kursi yang ada di samping Kinaya.
"Sini mas pakaian sabuk pengamannya. " ucap Samuel membantu sang istri memakai sabuk pengaman.
"Makasih, mas. " balas Kinaya setelah Samuel selesai memakaikan sabuk pengaman.
"Sama-sama, sayang. " balas Samuel mengusap lembut kepala Kinaya.
Pasangan itu pun langsung membalah jalanan yang padat.
Beberapa menit setelah itu. Mobil Samuel berhasil berhenti di depan panti. Samuel membukakan pintu untuk istrinya.
"Makasih ya, mas. " ucap Kinaya.
"Jangan terus kamu mengucapkan terima kasih, sayang. " ucap Samuel gemes dengan istrinya.
"Yaudah. Kalau begitu kita ke dalam yuk. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setibanya di dalam rumah panti. Kinaya langsung di sambut oleh Reza yang berada di pelukan Ibuk panti. Kinaya pun tersenyum dan mengambil alih Reza di gendongan Ibu panti tersebut.
"Sayang. Maafkan Mama ya. Kamu sudah minum susunya, hem? " tanya Kinaya mencumbui pipi gembul Reza.
"Sudah, Ki. Barusan Ibu siapkan untuknya. Kamu dari mana saja sih. Baru pulang sekarang? " tanya Ibu panti. Kinaya pun menoleh ke arah suaminya. Samuel pun tersenyum lalu mengusap punggung belakang Kinaya.
"Tidak kemana-mana, Buk. Kalau begitu kami ke kamar dulu ya, Buk. " balas Kinaya.
"Yaudah. Sana istirahat. Bawa juga anaknya tidur. " ucap Ibu panti.
"Iya, Buk. " balas Kinaya.
Samuel dan Kinaya pun langsung pergi ke kamar mereka.
"Mas mau ganti pakaian dulu. Habis itu mas temani kamu ya. " ucap Samuel. Kinaya pun menganggukkan kepalanya. Kinaya terlihat menidurkan Reza di pangkuannya. Anak itu tidak rewel sama sekali. Terbukti setelah beberapa saat ia langsung tidur di dalam gendongan Kinaya. Samuel yang sudah selesai ganti pakaian pun langsung memilih untuk mendekati istrinya. Dilihatnya Reza sudah tertidur di gendongan Kinaya.
"Sudah tidur Reza nya, sayang? " tanya Samuel.
"Iya, mas. Aku mau meletakkan dia ke tempat tidur dulu. " balas Kinaya yang melangkahkan kakinya ke tempat tidur.
__ADS_1
"Hati-hati, sayang. Sini mas bantu. " ucap Samuel melihat Kinaya susah melihat pandangannya. Samuel pun mengambil alih Reza di pangkuan Kinaya. Lalu, menidurkan anak kecil tersebut.
"Kamu juga harus istirahat, Nay. " ucap Samuel menarik tangan Kinaya agar berbaring di samping Reza.
"Mas mau kemana setelah ini? " tanya Kinaya.
"Tidak kemana-mana, kok. Kenapa? " tanya Samuel.
"Temanin. " balas Kinaya. Samuel pun tersenyum lalu memberikan kecupan di kening sang istri.
"Yaudah. Mas akan menemanimu. " Samuel membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Memeluk wanita itu dari belakang.
"Temani aku sampai bangun tidur. " ucap Kinaya.
"Iya, sayang. " balas Samuel memberikan kecupan lembut di belakang kepala Kinaya.
Pasangan itu pun tertidur bersama. Tidur siang yang tidak pernah mereka rencanakan sebelumnya.
Di tempat lain di waktu yang sama. Terlihat Diana dan James berkeliling di pusat perbelanjaan. Tapi, tujuan mereka adalah restoran yang ada di Mall tersebut.
"Kita makan dulu ya. Kamu tidak boleh sakit. " ucap James. Diana pun tersenyum menanggapinya.
"Klien kita bilang akan bertemu 2 jam lagi. Masih lama kok. " ucap James.
"Tapi apa kamu yakin kita akan bertemu di sana nanti? " tanya Diana.
"Kamu tenang saja. Klien kita memang seperti itu. Kamu tidak perlu cemas memikirkannya. " ucap James mengusap sayang kepala Diana. Diana pun memilih menganggukkan kepalanya. Lalu, mereka pun fokus dengan makanannya. Setelah beberapa saat. Mereka pun selesai makan siangnya. James mengajak Diana berbelanja terlebih dahulu. Karena waktu pertemuan pun masih lama.
"Kamu mau pilih yang mana? " tanya James.
"Aku tidak bisa memilihnya. " balas Diana.
"Kamu tidak perlu malu-malu gitu. Aku hanya ingin membahagiakan kamu saja. Jadi, jangan tolak pemberian aku ya. " ucap James. Diana pun terdiam.
"Hanya saja aku tidak bisa memilihnya. Aku demam belanja. " ucap Diana melirih. James pun mengernyitkan keningnya. Menatap lekat gadis itu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...
__ADS_1
IG : gx_shi7
Akan ada Visual-visual tokoh novel ini. Dan nantinya juga boleh bertanya-tanya seputar novel atau yang lainnya