
Rintikan hujan turun. Embun pagi menyentuh jendela kamar. Sedangkan dua pasang suami istri itu tengah menikmati hari dengan bermalas-malasan.
Samuel kali ini membenamkan kepalanya di dada sang istri. Memeluk erat pinggang Kinaya. Membawa kehangatan tersendiri bagi Samuel. Sedangkan Kinaya masih memejamkan matanya karena ulah Samuel yang membuatnya begadang semalaman.
Samuel mendonggakkan kepalanya menatap wajah sang istri. Samuel pun mengusap lembut wajah Kinaya yang terlelap tidur.
Manis sekali istriku ini. Sungguh mengemaskan. Gumam Samuel mengusap wajah Kinaya. Samuel pun menoleh ke arah luar. Dilihatnya hujan yang membasahi dinding kaca kamarnya. Samuel pun menyelimuti tubuh Kinaya agar sang istri tidak kedinginan.
Tiba-tiba Kinaya tersentak dari tidurnya yang membuat Samuel harus menepuk lembut bahu Kinaya.
"Kenapa, Nay? Apa yang terjadi? " tanya Samuel.
"Reza. Reza, mas. " seru Kinaya yang berhasil membuat Samuel tersenyum. Samuel pun membenamkan wajah Kinaya di dadanya. Mengusap lembut punggung sang istri.
"Kamu lupa yah. Reza dengan mama semalam. Bukannya semalam mama sudah meminta izin kepadamu untuk mengajak Reza tidur bersamanya. Kamu tidak perlu mencemaskan Reza lagi. Istirahat sebentar. Biarkan hari ini menjadi hari kita berdua. " seru Samuel tersenyum melihat wajah imut Kinaya. Kinaya pun menghela napasnya, lega.
"Aku sudah terbiasa dengan kehadirannya. Kalau begitu, aku siap-siap dulu. Aku mau menemui Reza di kamar mama. " seru Kinaya yang hendak berdiri namun di tahan oleh Samuel. Samuel kembali menarik pinggang Kinaya hingga wanita itu kembali memeluk tubuh Samuel.
"Reza mungkin masih tidur dengan mama. Biarkan kita menghabiskan waktu kita berduaan di kamar ini. " seru Samuel membenamkan wajah Kinaya di dadanya.
"Tapi mas...." seru Kinaya mengantung karena Samuel memotongnya.
"Jika kamu menolak. Maka mari kita lakukan hal seperti subuh tadi. " seru Samuel yang berhasil membuat Kinaya terdiam. Kinaya pun memutuskan untuk membenamkan wajahnya di dada Samuel. Memainkan jemarinya di dada Samuel untuk mengoda sang suami.
"Jika kamu melakukan hal itu lagi. Maka mas akan benar-benar melakukannya, Nay. " seru Samuel memegang jemari Kinaya. Kinaya pun mendongakkan kepalanya ke arah Samuel. Tersenyum menatap wajah sang suami. Samuel pun tidak tahan lagi dan mulai menindih tubuh Kinaya.
"Kamu yang memintanya, yah. Jangan salahkan mas karena melakukannya untuk yang kedua kalinya. " seru Samuel yang mulai mencium kening lalu berpindah ke hidung sang istri terakhir berpindah ke bibi Kinaya.
"Tidak boleh, mas. Apa kamu mau kehilangan anak kita. Dokter bilang tidak boleh terlalu sering melakukannya. " seru Kinaya yang berhasil membuat Samuel menghentikan kegiatannya.
"Kalau begitu, mas hanya akan main dengan yang lain. " seru Samuel yang kembali membuka pakaian atas istrinya. Mencumbui seluruh lekuk tubuh sang istri. Kinaya pun menikmati permainan Samuel.
Di tempat lain di waktu yang hampir sama. Diana tengah menunggu pemeriksaan di bandara. Hari ini Diana dan Roy memutuskan untuk kembali ke kotanya. Sudah hampir beberapa hari mereka tinggal di Singapura.
Diana menunggu gilirannya. Setelah selesai melakukan pemeriksaan Roy dan Diana pun masuk ke dalam pesawat. Mereka masuk ke dalam kelas bisnis.
"Istirahatlah, kakak akan menjagamu di sini. " seru Roy mengusap kepala Diana.
"Apaan sih, kak. Baru juga tidur tadi. Masa di suruh istirahat lagi. " seru Diana. Roy pun tersenyum.
"Yaudah, kalau begitu apa kamu butuh sesuatu? " tanya Roy.
"Emm. Aku mau jus jeruk kak bersama beberapa buah-buahan. " seru Diana.
__ADS_1
"Baiklah. Kamu tunggu sebentar, yah. Kakak panggil pramugarinya dulu. " seru Roy. Roy pun memanggil pramugari yang kebetulan lewat. Roy langsung memesan permintaan Diana.
"Apa ada lagi? " Tanya Roy ketika pesanan jua Diana datang. Diana pun menggelengkan kepalanya.
"Apa Kakak tidak mau memesan sesuatu juga? " tanya Diana.
"Tidak. Kakak mau baca buku ini saja. " jawab Roy menunjukkan buku novel yang ada di tangannya. Diana pun manggut-manggut.
Di tempat lain James tengah terdiam sembari menatap pemandangan kota dari kamar hotel yang ia tempati. James tersenyum sendiri setelah mengingat wajah Diana saat mereka bertemu kemarin.
Kenapa aku selalu memikirkannya. Apa aku sudah mulai tertarik kepadanya. Gumam James sembari tersenyum. Tiba-tiba lamunannya di ganggu oleh kehadiran Bani, Orang kepercayaan James.
"Maaf, Tuan. Proposal kerja samanya sudah saya siapkan. Apa tuan akan pergi ke kota A sekarang? " tanya Bani.
"Emm. Siapkan semuanya. Kita akan menemui tuan muda Malaka besok. Hari ini adalah hari libur. Dan kita tahu bahwa tuan muda Malaka ini selalu memghabiskan waktunya bersama istri tercintanya. " seru James.
"Baiklah, tuan. Kalau begitu, apa yang akan kita lakukan hari ini di sana, Tuan? " tanya Bani. James pun tersenyum sendiri.
Entahlah. Hanya saja tiba-tiba aku ingin menemui wanita itu. Dari data yang aku dapat kalau dia pulang hari ini dan kebetulan juga dia tinggal di sana. Aku harap kita bisa berjumpa lagi. Gumam James sembari memikirkan wajah Diana.
Beberapa jam setelah itu, Diana sudah berada di bandara soekarno hatta. Diana tengah menarik koper nya. Mobil yang di minta Roy sudah tiba di depan pintu masuk. Asisten Roy langsung membantu Diana untuk memindahkan koper nya ke dalam bagasi.
Mobil pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Pesankan aku hotel di dekat kawasan Jakarta Pusat. " perintah James kepada Bani.
"Baik , Tuan. " jawab Bani setelah James duduk di dalam mobil.
Hai wanita. Aku akan segera menemuimu. Gumam James tersenyum sembari melihat ke arah lapangan bandara yang luas.
Ada apa dengan Tuan akhir-akhir ini! Tidak seperti biasanya tuan tersenyum tidak jelas begini! Gumam Bani.
Di tempat lain di waktu yang sama. Laras tengah berusaha untuk kabur dari tahanan pengawal Roy. Dirinya sudah lelah dengan semua yang terjadi kepadanya.
Aku harus bisa kabur dari sini. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Gumam Laras bersembunyi di balik dinding yang ada di rumah serba putih itu.
Saat Laras tengah mengendap-endap tiba-tiba ia di kagetkan oleh kehadiran salah satu pengawal Roy. Alhasil, Laras ditarik paksa untuk masuk ke kamarnya. Laras bahkan tidak perlu lagi untuk melangkahkan kakinya karena pengawal itu menarik paksa Laras ke kamarnya.
"Lepaskan ! Aku bilang lepaskan aku dari sini. " teriak Laras yang tidak di indahkan oleh pengawal itu.
"Diamlah. Tuan akan datang hari ini. Jadi, jangan coba-coba untuk kabur dari sini. " seru pengawal itu yang langsung mengunci pintu kamar Laras. Laras yang di kunci dari dalam tersenyum penuh kemenangan karena dia berhasil mengambil ponsel yang ada di saku celana pria tadi. Laras dengan cepat menekan nomor telepon yang ia ingat.
Sambungan telepon pun terhubung dan Laras pun menghela napasnya, lega.
__ADS_1
"Kinaya. Tolong selamatkan aku. Aku di culik oleh Roy. Kamu harus mem...." seru Laras terhenti karena pemilik ponsel mengambil ponselnya.
"Beraninya kau! " seru pengawal itu yang langsung melayangkan tangannya di pipi Laras. Membuat Laras terjatuh ke lantai.
"Ahhh. Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi. Tolong maafkan aku. " pinta Laras bersujud, memeluk erat kaki pengawal itu.
"Kamu harus di berikan hukuman. Doni, Riki cepat kalian kesini. " teriak pengawal itu. Doni dan Riki pun datang.
"Ada apa, bos? " tanya Doni dan Riki.
"Kalian beri dia hukuman dan jangan kasih ampun dia hari ini. Dia sudah berani - beraninya mencuri ponselku dan menghubungi orang luar. " ucap pengawal tadi.
"Baik bos. Serahkan semuanya pada kita. Bos istirahatlah. " seru Doni.
"Jangan kasih ampun dia. Tuan akan datang hari ini. Aku tidak mau tuan datang tanpa ada masalah sedikit pun. " perintah pengawal tadi kepada Doni dan Riki.
Di tempat lain Kinaya yang mendapatkan nomor asing dan meminta bantuan kepadanya membuat Kinaya khawatir. Apalagi Kinaya kenal dengan suara itu.
"Benar. Itu adalah suara minta tolong dari Laras. Apa yang terjadi dengannya? Aku harus menghubunginya lagi. " seru Kinaya yang kembali menghubungi Laras namun di tolak olehnya. Dan terakhir kalinya ponsel yang ia hubungi tidak aktif. Membuat Kinaya semakin khawatir.
"Tunggu dulu. Tadi dia bilang kalau dia di culik oleh kak Roy. Apa ini ada hubungannya dengan kak Roy! Aku harus menyelidiki semua ini. " seru Kinaya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙
By : Nadila Sizy
#Kinaya&Samuel_LFR
__ADS_1