
Pasutri itu telah selesai menyantap makan malamnya. Saat ini Samuel tengah duduk di ruang keluarga sambil menonton siaran di TV sedangkan Kinaya membantu ARTnya membersihkan piring kotor, Kinaya hanya membantu menyusun piring yang sudah bersih karena Samuel melarangnya mencuci piringnya langsung. Untuk apa gunanya ada ART katanya kalau Kinaya melakukan segala pekerjaan rumah, lebih baik memecat semua ART kalau Kinaya juga ikut ambil alih semua pekerjaan rumah. Perkataan itu membuat Kinaya mengikuti perintah Samuel dari pada ART ini di pecat oleh Samuel.
Kinaya tahu bahwa mencari pekerjaan saat ini sangatlah susah, dia pun merasakan hal yang sama saat dia masih tinggal di panti asuhan. Kinaya membantu ibu panti untuk bisa membahagiakan adik-adiknya yang masih sangat kecil saat itu. Anak-anak panti juga membutuhkan kebutuhannya sendiri. Apalagi masa kecil mereka tidak bersama keluarga mereka. Jadi, disaat remaja Kinaya pergi bekerja menjadi pelayan di sebuah restoran dekat panti asuhan itu. Dia berusaha keras agar atasannya tidak memecatnya atas ketidakpandaiannya dalam bekerja. Yah, saat itu Kinaya masih seorang remaja dan tentunya belum banyak pengalaman dalam bekerja. Setiap gajinya dalam bekerja di restoran itu dia berikan ke ibu panti dan sisanya untuk biaya sekolahnya dan rencananya melanjutkan kuliah.
Setelah beberapa saat akhirnya Kinaya selesai juga dengan kerjaannya. Dia langsung menghampiri Samuel dan ikut duduk di sofa samping Samuel.
Samuel yang merasakan kehadiran sang istri, dia langsung menoleh dan menatap Kinaya. Samuel mengatur lengannya agar Kinaya bisa bersandar disana. Kinaya yang tahu maksud Samuel dia pun mendekat dan merebahkan kepalanya di dada kekar Samuel. Dia usap dada Samuel dan Samuel pun mencium pucuk kepala Kinaya.
Samuel pun membuka pembicaraan karena melihat Kinaya yang diam saja. Padahal istrinya ingin membicarakan sesuatu kepadanya namun Kinaya masih belum juga membahasnya. Dia pegang dagu Kinaya dan mata mereka pun beradu pandang.
__ADS_1
" Kenapa hanya diam saja hem? Bukanya tadi kamu mau bilang sesuatu? Katakanlah mas akan mendengarkannya. " Samuel mengecap bibir ranum Kinaya sangat lama sampai akhirnya Samuel melepaskan bibirnya duluan karena melihat Kinaya ngosngosan.
" Bilang Nay! Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari mas! Hingga kamu takut untuk mengatakannya." Lanjut Samuel karena melihat Kinaya yang diam saja.
Samuel menghela napas karena tidak mendapat respon dari Kinaya dan lebih memalingkan matanya ke arah TV. Dia juga mengembalikan tangannya seperti semula. Menyilangkan tangannya di dada kekarnya, menunjukkan rasa tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
Kinaya yang melihat Samuel seperti itu, dia pun membenamkan kepalanya di punggung Samuel. Samuel lagi-lagi menghela napas karena dia tidak akan bisa lam-lama mengacuhkan istrinya itu. Apalagi Kinaya yang seperti ini membuat dia tidak tega. Samuel pun pelan-pelan membalikkan badannya lalu menarik Kinaya agar melihat kearahnya.
" Baiklah. Kalau kamu tidak mau bicara maka jangan dibahas. Lebih baik kita tidur sekarang. Kamu butuh istirahat sekarang ini. Apa perutmu masih mual lagi? " tanya Samuel .
__ADS_1
Kinaya geleng-geleng kepala. Karena setiap kali di peluk Samuel maka mualnya akan berkurang. Dia merasa nyaman dan hangat apabila di dalam pelukan Samuel.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.