
"Kamu yakin nih? Padahal banyak loh yang ganteng-ganteng. " ucap Kinaya. Mencoba mengoda Wulan lagi.
"Siapa yang ganteng, yank? " tanya Samuel yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat Kinaya. Membuat wanita itu terperanjak kaget.
"Astaga, mas ihhh. Datang tiba-tiba. " ucap Kinaya memukul bahu Samuel lalu mengusap perutnya.
"Maaf, yank. Kamu tidak apa-apakan? " tanya Samuel yang ikut duduk di samping Kinaya. Samuel pun ikut mengusap perut sang istri.
"Aku tidak apa-apa kalau mas tidak buat aku kaget. " seru Kinaya menatap kesal suaminya.
"Kan mas udah minta maaf. Maafkan ya. " ucap Samuel memeluk pinggang Kinaya. Menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.
"Iya, iya. Apa mas lapar? Aku siapkan makanannya ya. " ucap Kinaya yang hendak bangun dari duduknya tapi di tahan oleh Samuel.
"Tidak perlu, yank. Kamu di sini saja. Temani temanmu. " ucap Samuel melirik sekilas Wulan dan tersenyum kecil. Samuel kenal dengan Wulan. Samuel membiarkan Kinaya dekat dengan Wulan karena Samuel tahu Wulan benar-benar baik hati dan tidak mengharapkan apapun dari Kinaya.
"Yakin? " tanya Kinaya memastikan.
"Emm. Mas ke kamar saja. Mau mandi dulu. " jawab Samuel memberikan sekilas kecupan di bibir Kinaya. Samuel pun langsung pergi meninggalkan sang istri berduaan dengan Wulan.
"Mas Samuel tidak pernah berubah ya. " ucap Wulan.
"Mas Samuel berubah tiap harinya kok. Kamu saja yang tidak tahu. " ucap Kinaya.
"Emang berubah apanya? " tanya Wulan.
"Kadar cintanya padaku. " ucap Kinaya yang berhasil membuat Wulan mencibir.
"Isshh kamu ini. Suka sekali bikin hati orang sedih. " ucap Wulan. Kinaya hanya tersenyum sembari menutup mulutnya.
Di dalam kamarnya, Samuel mendapati Reza yang sedang terlelap di kasurnya. Samuel pun mendekati Reza dan memberikan kecupan lembut di pipi chubbynya.
"Nyenyak sekali tidurnya. " ucap Samuel ketika Reza tidak memberikan respon sedikit pun. Samuel pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah beberapa menit, Samuel pun menyelesaikan ritual mandinya.
"Apa temanmu sudah balik? " tanya Samuel kepada Kinaya ketika sudah melihat sang istri ada di samping Reza.
"Iya mas. Sudah sore katanya. Besok dia ada kerjaan juga. Jadi, dia Pulang lebih cepat. " ucap Kinaya. Samuel pun manggut-manggut. Samuel pun melangkahkan kakinya ke ruang ganti pakaian.
Beberapa saat setelah itu, Samuel pun keluar dari ruang ganti pakaian. Sudah pakai kaos dan celana jeans selutut. Mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa. Terlihat Kinaya sedang membaca novel kesukaannya.
"Baca apaan, Nay? " ucap Samuel duduk di samping Kinaya.
"Novel author A.H mas. " ucap Kinaya melihat sekilas wajah Samuel. Samuel pun menganggukkan kepalanya. Lalu memilih memeluk pinggang sang istri dan bersandar di bahu Kinaya.
"Mas lapar, Nay. " ucap Samuel. Kinaya pun memalingkan wajahnya dari novel yang ia baca. Lalu menatap wajah Samuel.
"Yasudah, aku siapkan makanan untuk masa. Tunggu sebentar yah. " ucap Kinaya berusaha melepaskan pelukan Samuel. Namun, Samuel malah mempererat pelukannya.
"Bukannya mas mau makan. Lepaskan dulu dong. " ucap Kinaya.
__ADS_1
"Mas mau makan kamu. " ucap Samuel melepaskan pelukannya dan mengendong tubuh Kinaya. Meletakkan pelan-pelan tubuh Kinaya di kasur.
"Nanti Reza bangun mas. Nanti ya. " ucap Kinaya. Samuel tidak mengubrisnya dan malah melepaskan pakaiannya.
"Kalau bangun tinggal di tidurkan lagi. Apa susahnya coba. " ucap Samuel mendekati Kinaya setelah melepaskan pakaian kaosnya.
Samuel menindih tubuh kecil Kinaya. Mengunci lengan atas Kinaya dengan kedua tangannya yang sudah menempel di kedua telinga Kinaya.
"Mas boleh melakukannya kan? " tanya Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Samuel pun tersenyum dan mulai melakukan aksinya. Dan hal yang mengairahkan pun terjadi di sore yang hampir gelap itu.
Malam harinya pukul 10 malam. Kinaya terbangun dari tidurnya. Mendapati Samuel yang terlelap tidur di sampingnya. Kinaya menggoyangkan tubuh Samuel pelan-pelan.
"Mas. Bangun mas. Aku lapar. " ucap Kinaya.
Samuel tidak mengubris ucapan Kinaya. Matanya masih terpejam rapat. Dan lagi-lagi Kinaya menggoyangkan tubuh Samuel.
"Mas. Bangun mas. Aku lapar. " ucap Kinaya lagi. Samuel pun mulai membuka matanya yang terasa berat saat di buka. Seolah-olah ada lem yang melekat di matanya tersebut.
"Emm. Apa apa, Nay? " tanya Samuel mengucek kedua kelopak matanya.
"Aku mau makan. " ucap Kinaya. Samuel pun mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Dilihatnya jam sudah pukul 10 malam.
"Emang kamu mau makan apa? " tanya Samuel.
"Pempek Palembang mas. " ucap Kinaya yang berhasil membuat mata Samuel membulat sempurna.
"Aku tidak meminta mas untuk bangunin bik Yas dan yang lainnya. Aku mau mas yang membuatnya. " ucap Kinaya polos.
"Bagaimana caranya Nay. Mas tidak bisa membuatnya. " ucap Samuel.
"Aku temenin. Mas dengerin aja apa yang aku perintahkan. " ucap Kinaya. Kinaya dan Samuel pun bangun dari tidurnya. Samuel bahkan sesekali masih memejamkan matanya.
Setibanya di dapur, Kinaya langsung mengumpulkan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pempek Palembang. Seperti tepung, telur, ikan , dll.
Langkah demi langkah Kinaya perintah kan kepada Samuel. Samuel sampai kerepotan ketika mengadonan pempek tersebut. Ada beberapa bubuk tepung melekat di hidung dan keningnya Samuel. Kinaya tentu terbahak-bahak melihat wajah imut Samuel. Samuel pun mengernyitkan keningnya ketika melihat sang istri seperti itu.
"Ada apa, Nay? Apa yang kamu tertawakan? " tanya Samuel. Samuel menatap bingung sang istri.
"Sini dulu. Bentar ya. " ucap Kinaya. Kinaya mengeluarkan kamera dan memotret wajah Samuel.
"Ini lihat. " ucap Kinaya. Samuel sampai membulatkan matanya ketika melihat foto yang di lihat kan oleh Kinaya. Samuel segera membersihkan wajahnya. Bukannya bersih tapi malah memperbanyak bubuk tepung di wajahnya.
"Buahaaa. Mas kamu lucu sekali. Aduh duh perutku sakit sekali. Hahahaha. " ucap Kinaya. Samuel terlihat kesal karena Kinaya menertawakannya. Samuel pun tersenyum menyeringai dan berjalan menghampiri Kinaya.
"Benarkah! Kalau gitu sini mas buat kamu jadi lucu juga. " ucap Samuel yang sudah memeluk erat tubuh Kinaya.
"Jangan mas. Aku tidak mau. Nanti kotor pakaian ku. " balas Kinaya.
"Tidak apa-apa, kan kita sama-sama kotor. Nanti mandi bareng aja lagi. " ucap Samuel enteng.
__ADS_1
"Tidak mau. Mandi malam membuatku kedinginan. Apa mas sampai hati membiarkan aku dan anakmu kedinginan. " dengan wajah memelas Kinaya mengusap lembut perutnya. Samuel sampai tidak tega melihatnya.
"Baiklah. Karena ini demi kebaikan kalian maka mas akan mengalah. Sekarang menjauh lah dari mas. Atau mas akan khilaf nanti. " ucap Samuel.
"Menjauh kemana coba. Aku di sini untuk memantau mas. Apa mas bisa membuat pempek nya sendiri? " tanya Kinaya.
"Benar juga, baiklah. Kamu duduk di sini. Jangan ganggu mas lagi. " ucap Samuel memberikan kecupan di bibir Kinaya. Samuel pun tersenyum dan kembali membuat pempek nya.
Beberapa menit setelah itu, pempek buatan tangan Samuel jadi. Samuel meletakkannya di piring. Setelah itu, Samuel menyajikannya kepada Kinaya di meja dapur.
"Makanlah. Semoga kamu suka. " ucap Samuel bersemangat. Menunggu respon positif dari sang istri. "Bagaimana dengan rasanya? " tanya Samuel rata-rata cemas.
"Emm, kuahnya pas. Ikan nya terasa dan terakhir... ini agak lengket mas. Tapi, tidak apa-apa kok. Ini enak sekali. " ucap Kinaya. Samuel seneng sekali ketika Kinaya menyukai pempek buatan tangannya sendiri. Meski belum sempurna namun ketika melihat Kinaya yang menikmati pempek buatannya membuat Samuel lega.
"Sudah kenyang? " tanya Samuel setelah Kinaya menghabiskan satu piring pempek.
"Emm. Enak mas. Besok lagi ya. " ucap Kinaya mengedipkan satu matanya.
"Siap ndoro. " ucap Samuel tersenyum lalu mengusap lembut kepala Kinaya.
"Kita ke kamar yuk. " ajak Samuel.
"Gendong ya mas. " pinta Kinaya. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan.
"Sini, my princess. " ucap Samuel. Samuel pun tersenyum dan mengendong tubuh Kinaya ke kamar.
Meletakkan tubuh Kinaya ke kasur dengan sangat hati-hati.
"Tidurlah. Sudah jam 12 malam. Tidak baik untuk tidur malam-malam bagi orang hamil. " ucap Samuel.
"Iya mas. Temenin. " ucap Kinaya. Samuel pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Kinaya. Kinaya merebahkan kepalanya di dekat lengan atas Samuel.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Kinaya&Samuel_LFR