
"Melelahkan. " gumamnya setelah memasuki mobil sedan hitamnya. Roy pun terbungkam mendengar gumaman bosnya itu.
"Maafkan saya, Tuan. Lain kali saya akan menyelesaikan semaunya dengan benar. " ucap Roy penuh penyesalan.
"Huh. Ini bukan salahmu. Lain kali letakkan mereka di garis hitam keluarga Malaka. Aku tidak ingin melihat mereka lagi kedepannya. Sekarang, balik ke rumah. " titah Samuel yang di anggukan oleh Roy.
Flashback On
Saat itu, Roy melangkahkan kakinya ke kamar kecil yang ada di dalam hotel tersebut. Dari sini Samuel sudah mulai melihat gelagat wanita di depannya ini. Awalnya, Samuel diam saja. Sampai akhirnya, Samuel tidak tinggal diam karena wanita itu memaksa dirinya untuk meminum anggur yang ada di tangannya. Tentu saja Samuel menolak karena dia sudah jarang meminum minuman tersebut. Dulunya dia memang sering meminumnya tapi semenjak tinggal bersama sang istri Samuel mulai menjauhinya karena Kinaya tidak akan mau tidur dengannya jika sang istri sampai tercium aroma anggur tersebut di tubuhnya. Dan Samuel tidak mau hal itu sampai terjadi padanya. Bisa mati berdiri dirinya semalaman.
"Apa-apaan ini? " kesal Samuel menepis keras minuman berwarna pekat tersebut. Hingga gelas kaca tersebut pecah di lantai. Dan sedikit mengenai pakaiannya.
"Saya hanya ingin menawarkan Tuan minum? Kenapa Tuan marah dengan saya? " tanya Monic heran dengan tingkah Samuel yang aneh menurutnya.
__ADS_1
Monic pun mencoba berjalan ke arah Samuel dan memegang tangan Samuel. Akan tetapi, di terus secara kasar oleh Samuel sehingga wanita tersungkur dan terluka akibat serpihan gelas yang jatuh tadi.
"Nona. " panggil asisten Monic yang tiba-tiba datang ke ruangan tersebut.
"Apa yang telah anda lakukan terhadap Nona kami, Tuan? " tanya Bob kepada Samuel. Tapi, Samuel hanya diam tanpa berniat menjelaskan. Roy pun datang dan menengahi segalanya.
"Aku muak, Roy. Kau selesaikan segalanya. Aku akan menunggu di mobil. " ucap Samuel menatap jijik Monic lalu berdecih sembari meninggalkan ruangan hotel tersebut.
"Apa-apaan ini sekretaris Roy. Tuan mu sudah menghina ku. Aku tidak terima dengan semua perlakuan ini. Kalian harus membayar semua ini. " Monic tentu marah karena penghinaan yang telah dilakukan Samuel kepadanya. Tetapi dia tidak ingat bahwa dia telah berurusan dengan keluarga Malaka. Karena nafsunya dia lupa bahwa orang yang dia singgung adalah orang yang berpengaruh di negaranya.
Roy pun menyusul Tuanya.
Flashback Off
__ADS_1
Mobil pun berhenti tepat di halaman rumah. Wajah kesalnya tadi berubah menjadi cerah ketika sudah memasuki area rumah. Hal itu terjadi karena Samuel secara tidak sengaja mendengar tawa sang istri bersama sang anak di pintu masuk. Dilihatnya dua orang yang paling mereka sayangi tengah bermain di atas karpet berbulu. Dilihatnya istrinya tengah menghapus sedikit peluh di keningnya. Kehamilannya membuat sang istri mudah berkeringat.
"Assalamualaikum, sayang. " panggil Samuel lembut sembari memberikan kecupan di seluruh wajah.
"Waalaikumsalam, eh Papa sudah pulang. " balas Kinaya tersenyum kepada suaminya tersebut. Samuel pun ikut tersenyum dan Samuel pun menggendong Reza di pangkuannya.
"Kita ke kamar, yuk. " ajak Samuel membantu istrinya berdiri karena kandungan Kinaya yang sudah mulai membesar. Dan hal itu membuat sang istri susah bergerak seperti sekarang. Samuel pun meletakkan satu tangannya agar menggenggam tangan sang istri agar mereka selalu berjalan berbarengan ke kamar.
"Aku akan siapkan air untuk mandi mu, Mas. " ucap Kinaya. Tapi langsung di hentikan oleh Samuel.
"Tidak perlu, Nay. Biar mas siapkan sendiri. " ucap Samuel lembut.
"Tapi mas. "
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa. Kamu tidak boleh lelah. Mas bisa sendiri kok. " ucap Samuel menghampiri istrinya. Menangkup kedua pipi sang istri yang sudah mulai chubby. Mencium gemas istrinya itu.
"Sekarang istirahatlah. Nanti Mas menyusul ya. " ucap Samuel yang di anggukan oleh Kinaya. Sekali lagi Samuel memberikan kecupan di bibir Kinaya membuat gadis itu tersenyum bahagia. Dirinya merasa di cintai oleh suaminya tersebut.