Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Tabrakan


__ADS_3

" Emm. Kenapa Nay? Mas mau tidur bentar lagi yah. " Samuel meraih paha Kinaya dan menjadikan paha istrinya sebagai bantal.


" Kita sarapan yuk mas. Kan mas harus kerja juga hari ini." Kinaya kembali menguncang tubuh sang suami.


" Mas tidak pergi kerja hari ini Nay. " balas Samuel yang makin membenamkan kepalanya.


" Loh kenapa mas? Apa kamu sakit! Tapi kamu tidak apa-apa kok! " Kinaya memeriksa suhu tubuh Samuel dan keadaan sang suami baik-baik saja.


" Bukan mas yang sakit Nay tapi kamu. Hari ini kita akan kerumah sakit untuk memeriksa kamu." balas Samuel.


" Aku! Emang aku kenapa mas! Aku sehat-sehat saja kok. "


" Kalau sehat tidak akan mual seperti kemarin Nay sayang. " Samuel pun melihat ke arah Kinaya. Dia bangun dari tidurnya lalu mengecup bibir sang istri.


" Yaudah mas mandi sekarang. " Samuel berdiri dan berjalan ke kamar mandi.


" Tapi mas..."


" Nggak ada bantahan Nay sayang."teriak Samuel yang sudah masuk ke kamar mandi.


Kinaya pasrah setelah tak melihat sang suami. Kinaya pun turun ke bawah dan menunggu Samuel turun. Setelah beberapa menit Samuel pun mendekati Kinaya yang sudah duduk di meja makan. Samuel pun duduk di kursinya.


Samuel menepuk pahanya agar Kinaya duduk di pangkuannya. Kinaya pun berdiri dan berjalan mendekati Samuel. Duduk di pangkuan Samuel dan melingkarkan tangannya di leher Samuel.


" Kenapa tidak nunggu mas huh! " seru Samuel sembari menyuapi Kinaya.

__ADS_1


" Habis mas mandinya lama. " balas Kinaya polos.


" Kamu tuh yah. Nggak ada sweetnya sama sekali. " balas Samuel.


Setelah beberapa menit akhirnya pasutri itu selesai menyantap sarapan paginya. Dibarengi canda tawa mereka masing-masing.


" Yaudah. Sekarang kita ke rumah sakit. Mas sudah membuat janji temu dengan dokter rumah sakit." Samuel menarik pinggang Kinaya dan mereka pun berjalan keluar rumah.


" Kenapa harus buat janji sih mas. Kita ngantri seperti pasien biasa aja. Kayak wanita manja sekali aku ini." gerutu Kinaya.


" Mas melakukannya untuk mu juga Nay. Biar kamu bisa cepat memeriksa keadaanmu. Mas saat ini sangat menghawatirkan kamu. Akan lebih baik bagi mas jika kamu cepat di periksa." Samuel mengerakkan hidung Kinaya ke kiri dan ke kanan. Membuat wanita itu kesal lalu mengelus-elus hidungnya.


" Kalau sampai hidungku lepas dari posisinya, maka mas harus tanggung jawab. "balas Kinaya polosnya membuat Samuel gemes dan kembali mengerakkan hidung Kinaya ke kiri dan ke kanan.


"Iya, iya. Habisnya kamu tuh bikin mas gemes." Samuel tersenyum lalu mereka pun memasuki mobilnya dan menuju rumah sakit.


Di dalam perjalanan Samuel tampak bahagia karena berhasil membuat mengoda Kinaya. Tanpa Samuel sadari ternyata Samuel menyenggol pejalan Kaki yang kebetulan lokasinya berada di dekat rumah sakit itu. Dengan rasa cemas Samuel membuka pintu mobilnya agar orang yang dia tabrak baik-baik saja. Samuel sedikit khawatir karena ada seorang wanita tengah terbaring ditepi trotoar dengan posisi membelakanginya. Kinaya yang melihat rasa khawatir sang suami membuat dia turun dan ikut melihat keadaan orang yang mereka tabrak. Kinaya yang posisi berseberangan dengan Samuel membuat dia bisa melihat siapa orang yang mereka tabrak. Kinaya terkejut, menutup mulutnya dengan mata terbelalak dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Laras! " lirih Kinaya. Kinaya pun mendekat dan menghampiri Laras.


Samuel terkejut karena Kinaya mengenal orang yang mereka tabrak. Dia pun mendekati Kinaya dan ikut terkejut melihat wanita yang terbaring itu.


" Dia! Bukannya dia adalah sahabat Kinaya. Wanita licik itu. Apa yang sedang dia rencanakan saat ini. Aku tidak boleh memberi tahu Kinaya bahwa aku mengenalnya. Aku harus melihat apa yang sedang direncanakan wanita licik ini. Jelas-jelas aku lihat tadi bahwa dialah yang menabrakkan dirinya ke mobilku! Apa rencananya melakukan ini? " Samuel berbisik di dalam hatinya menatap tajam ke wanita yang tergeletak diatas aspal itu.


" Kamu kenal dia Nay? "tanya Samuel pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Dia..dia Laras temanku mas. Kenapa ini bisa terjadi padanya. Mas kamu harus membawanya ke rumah sakit sekarang mas." seru Kinaya.


" Tapi Nay. Kita ada janji temu dengan doktermu nanti. Kita suruh warga saja dan mas akan membayar semua tagihan rumah sakitnya." balas Samuel datar.


" Yaampun mas. Kita yang berbuat salah maka harus kitalah yang membantunya mas. Sekarang mas angkat dia dan kita bawa ke rumah sakit sekarang juga. Ayuk mas." seru Kinaya khawatir.


" Tapi bagaimana denganmu Nay? "


" Aku tidak apa-apa mas. Sekarang yang penting kita harus membawa Laras kerumah sakit. Cepat bantu aku mas." Kinaya memohon agar Samuel mengantar Laras ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Apa yang sedang direncanakan Lara? Apakah Samuel bisa menjauhi wanita itu dari istrinya atau tidak?


Selamat Membaca 😊😊

__ADS_1


__ADS_2