
Beberapa menit setelah Kinaya mencuci wajahnya, seorang pelayan mengetuk pintu dan tampak membawa meja dorong yang di atasnya terdapat beberapa makanan disana. Pintu kamar di buka oleh Samuel, pelayan itu pun memberikan senyuman dan salam kepada Samuel dan berkata.
" Maaf tuan, ini pesanan yang tuan pesan. " ucap pelayan itu ramah. Samuel pun memberikan senyumannya dan membalas.
" Baiklah, kalian taruh makananya di sofa sana. " pelayan itu pun masuk ke kamar dan menyusun hidangan yang mereka bawa. Sebelum itu mereka juga memberi salam dan senyuman ramah ke Kinaya dan dibalas senyuman juga oleh Kinaya. Setelah beberapa menit pelayan itu pun keluar dari kamar Karena memang tugas mereka sudah selesai.
Setelah mengantar pelayan itu keluar, setelah itu Samuel beralih kepada Kinaya yang sudah ngiler dengan menu yang telah di hidangkan dan dia pun menyusul Kinaya yang duduk di sofa.
" Baiklah, apa kamu sudah lapar yank? Kalau begitu makanlah. " Kinaya mengambil sumpit di meja dan berkata.
" Kamu juga makan ya mas, aku tidak bisa menghabiskannya sendiri. " Samuel tersenyum dan duduk di samping Kinaya.
-
Pukul 05 : 02 pagi
Kinaya bangun dari tidurnya karena mendengar suara Adzan subuh, dia melihat ke arah Samuel dan tersenyum.
" Mas, bangun gih, udah waktunya sholat mas. " Kinaya mengoyang tubuh Samuel hingga Samuel terbangun.
" Emm, mas masih ngantuk Nay, bentar lagi yah. " balas Samuel mengucek matanya yang tidak bisa terbuka karena terlalu ngantuk.
" Emm, baiklah, kalau gitu aku sholat dulu. " Kinaya turun dari kasur yang di iyakan oleh Samuel.
Setelah selesai sholat, Kinaya beralih ke Samuel yang masih nyenyak dengan tidurnya.
" Yaampun mas, kok masih belum bangun sih, udah dari tadi loh tidurnya. " ucap Kinaya menghela napas dan kembali membangunkan Samuel.
" Bangun mas, jangan malas gitu ihh, nggak boleh nunda-nunda sholatnya mas. " Samuel pun membuka matanya dan tersenyum.
__ADS_1
" Iya Nay, mas udah bangun nih, apa kamu puas sekarang. " ucap Samuel bangun dari tidurnya dan segera mengambil wudhu.
" Nah gitu dong, dari tadi kenapa kek. " balas Kinaya tersenyum.
setelah sholat, Samuel menghampiri Kinaya yang sibuk memeriksa kopernya, entah apa yang diacari sedari tadi.
" Kamu lagi cari apa Nay ? " sahut Samuel memeluk Kinaya dari belakang.
" Emm, aku lagi cari syal ku mas, perasaan aku udah naroknya di koper ini tapi entah kenapa sekarang tidak ada, padahal aku mau memakainya sekarang mas. " balas Kinaya cemberut. Samuel yang melihat Kinaya cemberut, dia pun mengajak Kinaya untuk ke mall terdekat untuk membeli syal yang baru.
" Yaudah, kita beli aja yang baru yah, jangan cemberut lagi oke. " balas Samuel tersenyum. Kinaya menatap Samuel.
" Aku hanya mau syal itu mas, aku nggak mau yang baru, pasti masih ada di dalam sini. " balas Kinaya lagi dan sibuk memeriksa kopernya yang sudah berserakan. Samuel menghela napas dan membantu Kinaya mencari syalnya yang hilang.
" Emang kenapa harus syal yang itu sih, kan syal kamu masih banyak yank, atau yang ini aja yah, ini cantik kok. " ucap Samuel menujukkan syal Kinaya yang satunya lagi.
" Emang syal itu dari siapa sih yank! Sampai kamu tidak mau pakai syal yang lain ? " sahut Samuel yang sibuk mencari-cari syal Kinaya yang hilang.
" Itu syalku yang pertama mas kasih ke Kinaya mas, entah kenapa aku mau pakai yang itu sekarang. " balas Kinaya, Samuel pun tersenyum dan menatap lekat istrinya.
" Begitu berhagakah syal yang aku kasih yank? " Kinaya pun membalas tatapan Samuel.
" Emm, sangat berhaga mas, semua yang kamu berikan sangat berharga untuk ku." Samuel pun menarik Kinaya kedalam pelukannya.
" Mungkin ketinggalan di rumah yank, kamu telpon saja orang rumah, mana tahu ketinggalan yank. " ucap Samuel sembari memeluk Kinaya. Kinaya menyambar handphonenya dan menelpon ARTnya yang ada di seberang.
" Hallo, Assalamualaikum bik, apa bibik lihat syalku yang warna hijau tuh nggak, tolong cariin yah bik. " sahut Kinaya, dia pun terlihat mangut-mangut setelah menerima balasan dari bibik di rumah.
" Ternyata syal nya tertinggal di rumah mas. " sahut Kinaya pasrah.
__ADS_1
" Yaudah, kamu pakai yang ini saja yah. " balas Samuel sembari memakaikan syal Kinaya yang satunya lagi.
-
Samuel mengajak Kinaya jalan-jalan ke mall yang ada di Lombok, nampak Samuel yang sangat memanjakan Kinaya, bagaimana tidak karena hampir di setiap toko yang ada di mall itu Samuel singgahi hanya untuk memanjakan Kinaya seorang, Kinaya pasrah menerima perlakuan Samuel yang tidak mau ditolak pemberiannya itu, dia hanya mengiyakan setiap pemberian Samuel kepadanya, setelah Kinaya merasa risih dengan banyaknya barang yang di bawa oleh pengawal Samuel, kinaya pun angkat tangan dan tidak mau menerima lagi.
" Udah mas, sudah banyak barang yang kamu beli, lagian aku sudah punya semua barang yang kamu beli ini, entah kapan aku bisa memakai semua barang itu." sahut Kinaya yang tampak kesal namun lain halnya dengan Samuel yang hanya tersenyum sembari mengandeng pinggang Kinaya.
Pukul 13 : 25 siang
Samuel dan Kinaya singgah di restoran yang ada di mall tempat mereka belanja.
" Kamu mau pesan apa yank ?" Samuel memegang punggung kedua tangan Kinaya.
" Samain aja dengan pesanan mas. " balas Kinaya tersenyum.
" Yaudah, kamu tunggu sebentar yah, mas pesankan dulu. " balas Samuel yang dianggukan oleh Kinaya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1