Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Tantangan


__ADS_3

Diana selesai membersihkan tangannya di wastafel yang ada di restoran tempat ia makan malam dengan Roy. Saat hendak melangkah tiba-tiba bahunya menyenggol seseorang pria yang tidak asing baginya. Diana pun langsung menjauhinya. Melangkah mundur dari pria yang bersenggolan dengannya.


"Orang aneh! Kenapa lo bisa ke sini! Ngikutin gue lo yah? " tanya pria itu penuh selidik dari tatapannya.


"Eh. Enak aja lo yah. Aku di sini hiburan tahu ya. Ngapain juga gue ngikutin lo. Emang gue ada waktu untuk itu apa. " balas Diana tidak terima dengan perkataan pria tadi.


"Alah. Ngelak aja lo bisa. Gue tahu, lo pasti sengaja ngikutin gue sampai ke sini. " seru pria tadi lagi. Diana memutar bola matanya ke kanan. Malas melayani kepedean pria di depannya.


"Sudahlah. Susah ngomong dengan pria yang kepedean kayak lo. Mending gue pergi dari sini. Malas gue tahu lihat wajah lo itu. " ucap Diana menyilangkan tangannya di dada. Diana pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya keluar. Namun, tangannya di tahan oleh pria tadi.


"Tunggu sebentar, gue belum selesai bicara sama lo. " seru pria tadi. Menahan tangan Diana.


"Itu bukan urusan gue. Lepaskan tangan lo dari  tangan gue. Jijik gue tahu. " ucap Diana menghempaskan tangan pria tadi. Membuat pria itu tidak percaya terhadap apa yang dilakukan oleh Diana. Pria tadi memelotot matanya melihat kejijikan Diana terhadap dirinya.


Sialan. Baru kali ini ada wanita yang jijik saat gue pegang. Gumam nya.


"Lepaskan! Lepaskan gue bilang. Lepaskan nggak. " teriak Diana yang membuat orang-orang yang ada di dekat sana memperhatikan mereka. Pria itu pun melepaskan tangannya dari Diana. Dia menjauh dari Diana beberapa langkah agar tidak ada kesalahan pahaman oleh orang yang berlalu lalang.


"Gue mau bilang. Apa kamu tahu cara menghubungi pak Jimmy? Aku tidak ada kenal siapapun di kampus. Hanya kamu orang kota A yang gue kenal. " ucap pria itu masih dengan tatapan sombongnya.


Benar-benar nih orang yah. Minta tolong juga, tapi masih sombong kayak gitu. Mana rela aku nolongnya. Cari aja sendiri, bikin ribet aja. Gumam Diana.


"Huh. Cari aja sendiri. Apa hubungannya dengan gue. Lo yang butuh juga. ." Seru Diana yang hendak pergi namun lagi-lagi di tahan oleh pria tadi


"Hei. Lo bantuin napa. Kita itu sama-sama dari  kota A. Masa nggak ada niatan bantu gitu. " seru pria tadi.


"Bantul lo! Emang lo siapa? Aku nggak ada waktu. " balas Diana .


"Kali ini aja. Aku akan melakukan apapun untukmu agar kamu mau membantuku kali ini ." seru pria tadi.


"Kalau lo butuh bantuan gue. Lalu kenapa sikap lo masih sombong kayak gini. Emang lo nagih hutang apa. " seru Diana yang membuat pria itu terhibur dan tersenyum kepada Diana.


"Apa yang lo ketawain. Malas gue bantuin lo. " seru Diana lagi. Diana pun melangkahkan kakinya dan dengan cepat pria tadi menutup langkah kaki Diana.


"Baiklah. Aku minta maaf. Tapi tolong bantuin gue yah. Bantuin gue cariin pak Jimmy. " seru pria tadi. Diana terlihat menimang-nimang kelakuan pria di depannya. Mencoba mencari cara agar menghasilkan keuntungan untuknya. Diana tersenyum puas setelah berhasil merencanakan keuntungannya dari pria di depannya.


"Baiklah. Jika kamu berhasil bertemu dengan pak Jimmy dan berhasil menyelesaikan permasalahanmu dengan beliau maka lo harus melakukan sesuatu untuk gue. " seru Diana yang membuat pria itu mengernyitkan keningnya. Tidak tahu apa yang ada di pikiran wanita di depannya.

__ADS_1


"Emang apa syaratnya? " tanya pria itu menyilangkan tangannya di dada dengan wajah penuh selidik.


"Aku tidak akan kasih tahu sampai kamu selesai berurusan dengan pak Jimmy. Kalau begitu, aku  pergi dulu. Ada yang nungguin.... " ucapnya mengantung.


"Diana. Kamu dari mana saja. Dari tadi kakak sudah nungguin kamu tahu. " seru Roy yang ternyata mengikuti Diana ke toilet. Diana pun menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum, hatinya terus berbunga - bunga saat melihat kehadiran Roy di sana.


"Eh kak Roy!  Kenapa kakak ke sini? " tanya Diana mendekati Roy.


"Kamu lama sekali ke toilet nya. Kakak pun memutuskan untuk menyusul mu kesini. " seru Roy.


"Yaudah. Kita balik lagi yuk, kak. " ajak Diana mengandeng tangan Roy keluar dan meninggalkan pria itu sendiri. Roy mengikuti saja sembari menoleh sekilas ke arah pria tadi.


Huh. Aku di tinggal sendirian saja. Baru kali ini aku di cuekin oleh seorang wanita. Menarik! Gumam pria itu.


"Maaf tuan muda, mobil sudah siap. Apa kita berangkat sekarang? " tanya asisten pria itu.


"Huh. Baiklah. Oh iya, apa wanita itu masih menelpon ku? " tanya pria itu kepada asistennya.


"Nona Mila tidak pernah bosan, Tuan muda. Seperti biasa ia selalu menelpon tuan. " ucap asisten itu.


"Huh. Malas sekali aku melihatnya. " mendesah kecil sembari memijit keningnya yang berkerut.   Kau tidak boleh lepas dari ponsel ku. Aku tidak mau bicara dengannya. " ucap pria itu.


"Huh. Sangat sulit mencari sosok yang benar-benar setia saat ini. Kamu tahu kan. Aku tidak akan memilih wanita yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Aku butuh dirinya yang juga menyayangi keluarga ku. Tidak hanya diriku ataupun hartaku saja. " lirih nya. Asisten pria itu hanya bisa mengangkat bahunya dan diam memperhatikan tuan mudanya.


Kedua pria itu segera berlenggang keluar dari restoran tersebut. Mereka memasuki mobilnya yang sudah terpikir di depan restoran.


Beberapa menit setelah itu, tibalah mereka di sebuah mansion yang bernuansa keemasan dengan pagar besinya. Mobil memasuki area halaman yang luas. Mereka di sambut oleh beberapa pelayan wanita yang menunggu mereka di dekat pintu masuk.


Pria itu turun dari mobilnya. Menapaki kakinya masuk ke dalam mansion itu.


"Selamat datang, Tuan muda. "Sapa para pelayan tersebut. Pria itu tidak menjawab. Hanya anggukan kepala yang mewakili balasan dari sapaan para pelayan itu.


Setibanya ia di dalam mansion, pria itu di sambut oleh pria tua yang sedang duduk di kursi goyangnya.


"James. Kakek sudah menunggu mu. Duduklah, mari kita bicara sebentar. " panggil Kakek tua itu. Yah, dia adalah James Tarakan. Seorang ahli waris dari keluarga Tarakan. Keluarga yang mempunyai usaha di bidang Real Estate. Keluarga yang terkenal dengan kejayaannya dari generasi ke generasi.


James Tarakan adalah anak semata wayang dari Issabela Tarakan dan juga Joss Tarakan. Kedua orang tuanya sudah tiada semenjak James berusia 15 tahun karena sebuah kecelakaan. James pun di asuh oleh kakek dari keluarga ayahnya. Ayah kandung ayahnya, Joss Tarakan.

__ADS_1


Sang kakek sudah berusia 70 tahun. Beliau sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi bila James tidak memiliki seorang istri. Alhasil, sang kakek menjodohkan James dengan Mila Kessy. Yang juga berasal dari keluarga yang mempunyai usaha Real Estate.


Mila Kessy adalah kolega terdekat keluarga Tarakan. Beliau sudah lama menjalin persahabatan dengan keluarga Tarakan. Dan keputusan perjodohan kali ini bertujuan untuk mempererat persahabatan dua keluarga tersebut. Mila Kessy terkenal dengan kecantikannya, akan tetapi merupakan seorang  putri yang manjanya minta ampun. Hal itulah yang membuat James tidak menyukai Mila. Dirinya juga merupakan seorang model papan atas dan mempunyai kesibukan tersendiri. Hal ini juga membuat James tidak setuju dengan perjodohan ini. Jika Mila menjadi istrinya maka mereka akan jarang berkumpul bersama. Dan yang paling utama adalah James tidak bisa menaruh hati untuk Mila. Dirinya sama sekali tidak menyukai wanita itu. Wanita yang terkenal dengan ke glamorannya.


"Ada apa Kakek memanggil ku kesini? Aku sibuk mengurus S3 ku. Lain kali James akan mengatur jadwal pertemuan kita. " seru James yang masih berdiri di depan kakeknya.


"Anak ini! Kakek maunya sekarang. Lagian kamu sudah berada di sini. " balas Tuan Tarakan. James hanya bisa menghela napasnya dan duduk di sebuah sofa yang ada di sana.


"Baiklah, karena aku lagi free sekarang maka katakanlah. Tapi, aku tidak mau mendengar soal perjodohan. Aku akan menentukan pilihan ku sendiri. " ucap James menyilangkan tangannya di dada. Sang kakek pun menatap kesal cucunya itu.


"Baiklah, kakek tidak akan membahas hal itu. Kakek hanya mau bilang kalau kita sedang mengajukan sebuah kerja sama dengan keluarga Malaka. Kamu buatlah kerja sama ini berhasil. Keluarga itu terkenal dengan kejayaannya di bidang Real Estate di kota A. Kita tidak akan sebanding dengan mereka. Jika kamu berhasil, maka kakek akan menuruti semua permintaan mu termasuk tentang perjodohan ini. " seru Tuan Tarakan. James pun menatap penuh kemenangan kepada kakeknya.


"Baiklah. Aku akan membuat kerja sama ini berhasil. Kakek harus pegang omongan kakek itu. " seru James.


"Baiklah. Ini adalah kesempatan terakhir mu. " seru Tuan Tarakan.


"Tenanglah kakek. Aku tidak akan membuat Kakek kecewa. Kalau begitu, aku pergi dulu. " ucap James berdiri dari duduknya. Memberi hormat kepada sang kakek lalu berlenggang keluar.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2