Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Mengemaskan


__ADS_3

Happy Reading readers 🌼🌼🌼


Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻


Terima kasih 🌸🌸🌸


••••


Samuel langsung pergi berlenggang ke mobilnya. Samuel tidak mengemudi mobilnya. Kali ini dia meminta supirnya untuk mengantarkannya.


Setibanya di mansionnya, Samuel dengan langkah tegas penuh wibawanya pergi masuk ke dalam. Samuel hendak pergi ke dalam kamarnya namun langkahnya terhenti karena melihat sang istri sedang duduk di sofa santai yang ada di samping mansion. Berdekatan dengan kolam renangnya.


Samuel pelan-pelan melangkahkan kakinya agar tidak mengejutkan istri manisnya itu. Terakhir kali ia ceroboh membuat Kinaya terkejut dan marah kepadanya karena kehadirannya yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Lagi ngapain, Nay? " Samuel memberikan kecupan lembut di bibir Kinaya ketika dia sudah berada di samping sang istri. Kinaya pun tersenyum lalu menunjukkan Reza. Menandakan bahwa Reza ingin melihat cuaca di luar.


"Udah makan siang? " tanya Samuel. Kinaya pun mengelengkan kepalanya.


"Kita makan dulu yuk. "Samuel berdiri. Mencoba membantu istrinya untuk berdiri juga.


"Emm. Apa mas nggak ada kerjaan? " Kinaya menerima uluran tangan Samuel. Samuel pun mengambil alih Reza di pangkuan Kinaya.


"Mas ingin memghabiskan waktu mas dengan mu. " ucap Samuel. Sesekali mencium pipi Reza.


"Jangan terlalu sering memberikan kecupan kepada Reza mas. Nanti dia mual-mual. " ucap Kinaya.


"Loh. Kenapa bisa begitu? Mas kan hanya mencium anak sendiri. Ini tuh bukti sayang mas padanya, Nay sayang. " Kecupan lembut pun mendarat di bibir mungil Kinaya. Karena Samuel gemes dengan sang istri.


"Tuh kan. Mas harus baca buku yang banyak deh soal menjadi Papa siaga. Jadi begini, bayi yang sering dicium, maka ia akan lebih rentan terkena penyakit infeksi. Berbeda dengan orang dewasa, bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Hal ini membuat tubuh bayi rentan terinfeksi kuman dan virus yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan untuknya. Saat bayi dicium, kuman dan virus tersebut akan berpindah ke mulut dan wajah bayi, sehingga menyebabkan bayi lebih berisiko terserang penyakit apabila ia sering dicium.


Anak-anak bisa mendapatkan penyakit seperti  Herpes simpleks, Kissing disease (mononukleosis), Sariawan karena infeksi jamur Candida(thrush), Meningitis bakteri dan ISPA. " Panjang lebar Kinaya menjelaskan sampai akhirnya mereka sudah berada di meja makan.


"Ooh. Jadi begitu ya, Nay sayang. Maaf ya. Mas tidak tahu sebelumnya. " Samuel tersenyum kikuk di depan istrinya. Kinaya hanya bisa mengelengkan kepalanya.


"Kalau begitu, mas taruh Reza di kamar saja ya. Biarkan dia istirahat sebentar. Biar Bi Yas yang menjaganya. " Samuel berdiri dari duduknya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah meletakkan Reza di tempat tidurnya. Samuel kembali ke arah sang istri. Duduk di tempat duduknya.

__ADS_1


"Sini, Nay sayang. " Samuel menepuk pahanya. Seperti biasa meminta Kinaya duduk di pangkuannya.


"Biarkan aku duduk di sini saja ya, mas. Aku tidak apa-apa kok. Serius! " Kinaya mencoba menolak ajakan Samuel.


"Kinaya sayang! Kesini. " Samuel tidak mau di tolak. Alhasil, Kinaya dengan langkah berat terpaksa duduk di pangkuan Samuel.


"Apaan sih. Aku ingin duduk sendirian. Udah besar juga, bahkan akan menjadi seorang ibu sebentar lagi. " gerutu Kinaya. Samuel pun tersenyum dan mengacuhkan kekesalan sang istri. Samuel mengambil lauk di depannya lalu menyuapi sang istri.


"Makan yang banyak ya. Kamu dan anak kita tidak boleh kelaparan. Tidak boleh kehilangan gizi. Harus makan yang banyak. " ucap Samuel kembali menyuapi Kinaya.


"Kenapa hanya aku yang makan! Mas Samuel juga dong. Biar tidak kehilangan gizi nya juga ." Kinaya mengambil sendok di tangan Samuel lalu ikut menyuapi suami posesif nya itu. Samuel tersenyum mendapatkan Suapan dari Kinaya. Tiba-tiba ponsel Samuel berdering.


"Angkatlah telponnya dulu." Kinaya mencoba turun dari pangkuan Samuel tapi pinggangnya di tahan oleh Samuel. Samuel malah mempererat pelukannya di pinggang sang istri.


"Duduklah. Mas bisa angkat telponnya kok.  "  Samuel memeluk erat pinggang Kinaya. Agar wanita itu tidak turun dari pangkuannya. Kinaya pun terdiam di pangkuan Samuel sembari menunggu Samuel berbicara di dalam teleponnya.


"Baiklah. Kamu ubah jam nya nanti. Saat ini saya sedang berada di rumah. " ucap Samuel tersenyum kepada sang istri.


"Ada apa, mas? " tanya Kinaya bingung. Samuel pun mengelengkan kepalanya.


Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Apa mas akan kembali ke kantor? " tanya Kinaya.


"Emm. Apa ada yang mau kamu beli, Nay ? " tanya Samuel. Kinaya pun mengelengkan kepalanya.


"Yakin? " tanya Samuel.


Kinaya terlihat sedang berpikir


"Emm. Belikan aku telur puyuh 100 butir. " ucap Kinaya.


"Untuk apa sebanyak itu? Apa kamu mau memperanak burung puyuh, Nay? " tanya Samuel bingung. Pukulan kecil yang sangat mengemaskan menurut Samuel kini mendarat di bahu Samuel. Membuat pria itu tersenyum geli. Karena lucu dengan permintaan Kinaya.


"Kalau mas tidak mau membelikannya jangan meledak aku seperti itu. Aku akan meminta Bi Yas yang beli nanti. Mas pergilah ke kantor sekarang. " Kinaya memalingkan wajahnya dari Samuel. Menyilangkan tangannya di dada.

__ADS_1


"Uluhuluh. Gitu aja ngambek. Mas kan hanya bercanda saja. Sensitif amat jadi bumil. " Samuel mencubit lembut pipi Kinaya.


"Jangan sentuh-sentuh. Aku marah pada mas. " Kinaya bersungut.


"Tapi saat ini kamu ada di pangkuannya mas, Nay sayang. Mana bisa tidak mas sentuh kamu  sekarang. "Samuel membenamkan kepalanya di dada Kinaya. Memeluk Kinaya dengan sangat erat. "Nanti mas belikan telur puyuh nya 100 butir kan. Tenang saja, nanti akan mas beli 500 butir. Kamu tunggu mas di rumah ya. " lanjut Samuel. Kinaya pun tersenyum lalu mengusap kepala Samuel dengan  sangat lembut.


Selesai makan siang dengan Kinaya. Sebelum itu, banyak drama yang dilakukannya atas keinginannya sendiri. Ada-ada saja yang membuatnya bermanja dengan sangat istri. Seperti tadi. Samuel merengek sebelum pergi untuk berduaan di kamar terlebih dahulu. Hal itu malah membuat Kinaya menolak mentah-mentah keinginan Samuel.


"Bukannya mas ada pekerjaan mendadak tadi. Tidak bisa. Mas harus pegi sekarang. Aku akan menemani Reza tidur. " Kinaya berlenggang pergi ke kamarnya. Samuel pun tersenyum licik. Mengikuti langkah kaki Kinaya tanpa di sadari oleh wanita itu. Setibanya di kamar. Kinaya mendapati Reza yang tertidur. Samuel pun langsung masuk ketika melihat Kinaya berjalan ke arah Reza. Samuel pun tersenyum dan malah mengunci pintu. Kinaya pun menoleh ke arahnya.


"Mas tidak ke kantor? " tanya Kinaya. Samuel tidak menjawab. Malah menunjukkan senyumannya yang licik. 


"Mas ingin makan kamu dulu sebentar. " ucap Samuel. Menggendong Kinaya. Meletakkan wanitanya ke kasur dengan sangat hati-hati.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR

__ADS_1


__ADS_2