
Samuel melepaskan pelukan dari pinggng Kinaya ketika mendengar ketukan pintu dari luar. Dia pun tersenyum kearah Kinaya. Dia pun merangkul pinggang Kinaya dan membawanya ke meja makan khusus. Samuel pun menarik kursi yang akan diduduki oleh Kinaya setelah itu dia mempersilahkan pelayan masuk untuk menghidangkan makanannya. Setelah beberapa menit pelayan itu pergi karena semua pesanan sudah ditaruh di meja.
Seperti biasa Samuel menarik kursinya ke samping kursi Kinaya agar lebih dekat dengan istrinya. Kursi mereka bahkan tidak ada jarak sekarang. Samuel pun menyuapi sang istri terlebih dahulu. Dan Kinaya pun menyambutnya. Namun tiba-tiba Kinaya merasa mual lagi dan segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Samuel tampak panik dan khawatir, dia pun menyusul Kinaya ke dalam. Dia gosok punggung Kinaya dan mengangkat rambut Kinaya agar tidak terkena cipratan dari cairan yang keluar dari mulut sang istri. Setelah beberapa saat Kinaya pun berdiri. Samuel mengambilkan tisu dan mengelap mulut sang istri. Kinaya hanya diam dan lebih memilih bersandar di dada Samuel karena merasa lemas apalagi semua isi perutnya dia keluarkan semua. Samuel pun mendudukkan Kinaya di sofa yang ada di ruangan itu dan memberikan air mineral kepada sang istri.
" Kita kerumah sakit yahh Nay. Mas tidak mau terjadi sesuatu padamu. " seru Samuel khawatir.
" Tidak perlu mas. Aku tidak apa-apa kok." balas Kinaya.
Kini Kinaya lebih memilih menutup matanya dan bersandar di tubuh suaminya. Menghirup wangi tubuh Samuel membuat Kinaya merasa lebih nyaman. Samuel pun membiarkan Kinaya bersandar di dadanya. Dia usap kepala Kinaya seolah memberikan kenyamanan untuk sang istri. Setelah beberapa saat Kinaya pun tertidur di pelukan Samuel.
Hari sudah semakin sore. Samuel melihat Kinaya yang masih tertidur. Tidak tega membangunkan sang istri, Samuel pun memilih mengendong Kinaya ala Bridal Style. Menyandarkan kepala Kinaya di dadanya. Samuel membawa Kinaya turun. Mereka pun diperhatikan oleh semua mata pengunjung restoran itu sampai mereka masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya sampai tak terlihat oleh para pengunjung lagi.
Para pengunjung restoran itu pun membicarakan tentang Kinaya dan Samuel yang terlihat romantis dan sweet. Namun ada satu mata yang terlihat tidak suka terhadap kemesraan Samuel dan Kinaya. Dia tampak mengepal tangannya dan mengertakkan giginya.
" Kamu lihat saja nanti. Akan aku buat hidupmu seperti di dalam neraka." seru salah seseorang pengunjung disana.
Kini Samuel sudah memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Dia tatap istrinya yang masih tertidur dengan wajah pucat dan lemas. Samuel pun kembali mengendong Kinaya ala Bridal Style. Setelah tiba di kamar Samuel meletakkan dengan pelan tubuh mungil Kinaya ke kasur Kingsizenya.
__ADS_1
" Ada apa dengan mu Nay? Kamu juga tidak mau diajak kerumah sakit. Apa yang harus mas lakukan! Akan lebih baik kita ke rumah sakit sekarang. " lirih Samuel. Samuel pun mengecup kening sang istri. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Disaat hendak membersihkan dirinya tiba-tiba Samuel dikejutkan oleh kehadiran sang istri yang lagi-lagi mengeluarkan cairan dari mulutnya. Dengan cepat Samuel menyiram tubuhnya dengan shower dan langsung melilitkan handuk di pinggangnya. Setelah beberapa saat Kinaya pun bangkit dan bersandar di dada Samuel.
" Kita kerumah sakit ya Nay. "
" Aku tidak apa-apa mas. " lirih Kinaya.
" Tapi..."
" Bawa aku ke kasur aja mas." lirih Kinaya. Samuel pun mengendong Kinaya ke kasur dan meletakkan dengan pelan-pelan. Setelah itu Samuel Menyelimuti sang istri. Samuel pun memutuskan untuk memakai bajunya namun langkahnya terhenti karena Kinaya memegang tangannya. Samuel pun menghentikan langkahnya dan berbalik mereka melihat Kinaya.
" Kenapa?" tanya Samuel lembut.
" Mas cuman mau pakai baju aja. Habis itu mas temani yahh." balas Samuel mengusap kepala Kinaya. Kinaya pun melepas tangan
Samuel dan menunggu Samuel selesai berpakaian. Setelah selesai memakai bajunya Samuel pun ikut berbaring di samping istrinya. Dia posisikan lengannya agar sang istri meletakkan kepalanya. Lalu dia peluk sang istri erat-erat. Kinaya pun membenamkan kepalanya di dada kekar Samuel. Perlahan-lahan Kinaya tertidur lagi dibantu oleh Samuel yang mengusap punggungnya. Setelah Kinaya tertidur Samuel pun mencium pucuk kepala Kinaya.
"Selamat tidur Nay sayang." lirih Samuel.
Sebelum ikut tidur Samuel memperhatikan Kinaya lama-lama. Dia berpikir kenapa istrinya belakangan ini sering merasa mual. Dia pun berencana akan membawa Kinaya kerumah sakit besok.
__ADS_1
Pagi harinya Kinaya sudah bangun dari tidurnya. Dia langsung membersihkan dirinya lalu Berencana membuatkan sarapan pagi untuk sang suami. Kinaya membuatkan nasi goreng mentega. Setelah selesai membuatkan sarapan Kinaya pun membangunkan Samuel.
Saat ini Kinaya sudah berada di samping tempat tidur Samuel. Pelan-pelan Kinaya menggoyangkan tubuh sang suami.
" Mas, bangun mas. Kita sarapan yuk." seru Kinaya.
Samuel perlahan membuka matanya. Samuel tersenyum melihat sang istri ada di hadapannya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1