Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Nasehat


__ADS_3

Dalam perjalanan Kinaya terlihat memikirkan sesuatu. Dia terus membayangkan bagaimana cara mengatakan ke Laras bahwa rencana untuk menjadikan Laras madunya dibatalkan. Dia pun berencana akan menemui Laras besok atau kapan dia ada waktu luang. Samuel yang dari tadi menatap istrinya jadi bingung kenapa Kinaya menjadi diam dan tidak bersemangat.


" Ada apa hem? " Samuel mencium pipi Kinaya penuh lemah lembut.


" Aku tidak apa-apa mas. " balas Kinaya berusaha tersenyum.


" Kamu jangan membohongi mas Nay. Mas tahu kamu lagi mikirin sesuatu. Sekarang coba katakan ada apa hem? "


" Aku tidak apa-apa mas. Aku hanya kurang bersemangat saja, nggak lebih." balas Kinaya tersenyum memalingkan wajahnya agar Samuel tidak curiga.


" Tidak semua masalah bisa di tutupi dengan senyuman Nay. Mas tahu kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari mas. Apa kamu begitu takut untuk mengatakannya pada mas? Mas bahkan sudah mengatakan padamu jika punya masalah, bisa atau tidaknya mas menanganinya kamu tetap harus bilang sama mas. Mas tidak mau membiarkan kamu memikirkannya sendirian Nay. Mas tidak mau kamu lelah memikirkan itu semua. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung anak kita. Mas tidak mau terjadi sesuatu padamu Nay. " Samuel menatap lekat wajah Kinaya, memegang dagunya.


" Emm...Itu..." seru Kinaya mengantung.


" Apa Nay? Bilang sama mas, oke."


" Tapi mas harus janji jangan marah padaku."


" Tidak akan pernah. Cepat katakan. Ada apa hem?" tanya Samuel lagi.


" Aku berencana menemui Laras besok mas. Aku boleh menemuinya kan?" seru Kinaya.


Samuel menatap tajam ke arah Kinaya. Dia bukan marah sama Kinaya. Dia hanya membenci wanita yang bernama Laras itu. Kinaya pun jadi takut dengan tatapan dingin suaminya. Dia pun memeluk Samuel dan membenamkan kepalanya di dada Samuel.

__ADS_1


" Jangan seperti itu mas. Aku takut Lihatnya. " seru Kinaya yang masih membenamkan kepalanya di dada Samuel. Samuel pun tersenyum dan mengusap kepala Kinaya.


" Mas tidak marah padamu Nay. Mas hanya benci pada nama wanita yang kamu sebut barusan. Lain kali jangan kamu ungkit namanya di depan mas, oke." seru Samuel Samuel memeluk erat Kinaya.


" Tapi mas..." Samuel meletakkan jari telunjuknya dibibir ranum Kinaya.


" Nay. Mas tidak mau mendengar alasan apa pun dari mulutmu. Sekarang kamu jangan pikirkan apapun lagi. Kata dokter kamu tidak boleh banyak pikiran karena akan mengganggu pertumbuhan anak kita. Jadi, dengarkanlah perkataan mas, oke. " Samuel kembali menarik Kinaya ke dalam pelukannya.


Kinaya tidak bisa membantah lagi. Dia pun memilih diam dan juga tidak mau memikirkan itu semua. Dia hanya perlu bilang sama Laras lewat poselnya lalu mengakhiri semua itu pikir Kinaya.


Setelah beberapa menit akhirnya Kinaya dan Samuel tiba di rumah orang tua mereka. Mereka langsung disambut oleh keluarga Malaka. Mama Samuel yang mendengarkan kabar kehamilan menantunya membuat dia jadi lebih semangat. Dia bahkan menyambut kedatangan menantu kesayangannya di depan rumah.


" Anak Mama. Apa kamu baik-baik saja? Sekarang cepatlah masuk, kita duduk di dalam yuk." sambut nyonya Malaka memeluk menantunya lalu membantunya masuk kedalam.


" Ma. Kinaya baik-baik saja. Tidak perlu Mama sambut seperti ini juga. Mama harusnya di dalam saja, nanti Mama sakit lagi gimana." Kinaya merasa tidak enak dengan Mamanya.


Samuel hanya geleng-geleng kepala melihat istri dan Mama tercintanya yang saling peduli satu sama lain. Samuel pun tersenyum dan membuntuti kedua wanita itu dari belakang.


" Kamu duduk di sofa yah. Mama mau bicara soal kehamilan denganmu. " nyonya Malaka mendudukkan Kinaya di sofa sedangkan Samuel memilih duduk di kursi lain bersama ayahnya yang sudah duluan duduk disana.


" Selamat yah Sam. Kamu akan segera menyusul gelar seorang ayah sebentar lagi." seru Malaka ayah Samuel.


" Makasih yah. Semua ini berkat doa dan dorongan dari Ayah dan Mama juga. " seru Reyhan.

__ADS_1


" Apa kamu sudah menyiapkan segala sesuatu untuk istrimu Samuel. Ibu hamil biasanya moodnya berubah-ubah, kamu harus ekstra sabar dengan istrimu nanti kedepannya. Ayah tidak mau kamu menyakiti Kinaya dengan kata-katamu nantinya." Malaka menasehati anaknya.


"Iya Ayah. Aku tahu. Aku tidak akan berani berkata kasar pada Kinaya Ayah. " seru Samuel menatap Istrinya.


" Yaudah. Ayah cuman mau memperingatkan kamu saja. Kalau begitu kamu bawa istrimu istirahat didalam. Mamamu tidak akan melepaskan istrimu bila dia selalu di samping Mamamu nak."seru Malaka tersenyum. Samuel pun tersenyum mendengar kalimat ayahnya. Dia pun mengajak Kinaya istirahat di dalam kamarnya.


" Ayuk Nay. Kamu harus istirahat. "seru Samuel menatap istrinya.


" Nak. Biarkan istrimu bersama Mama sebentar lagi yah. " seru nyonya Malaka memohon pada anaknya.


" Tidak bisa Ma. Mama pasti tahu apa yang terbaik untuk menantumu kan." seru Samuel menatap Mamanya. Nyonya Malaka pun menghela napas dan membiarkan menantunya dibawa oleh anaknya.


" Kamu harus memberinya istirahat banyak Sam. " sindir nyonya Malaka.


" Aku tahu Ma." seru Samuel mengedipkan satu matanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2