Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Pemilihan


__ADS_3

Kinaya kembali masuk ke dalam rumahnya setelah mobil Samuel tak terlihat lagi. Kinaya mendapati ART nya sedang mengendong Reza anaknya. Kinaya mendekat dan menghampirinya mereka.


"Reza kenapa, Bi ? Sini biar saya saja yang mengendongnya. " seru Kinaya mengambil Reza dari tangan Bi Yas.


"Ini Nyonya. " Memberikan Reza agar bisa di gendong oleh Mamanya " Saya tidak tahu juga Nyonya. Dari tadi di gendong tapi terus saja nangis tuan mudanya. Mungkin kangen ibu kandungnya kali Nyonya. " jelas Bi Yas. Kinaya terlihat kasihan kepada Reza. Dia pun mencoba menenangkan Reza.


Kinaya membawa Reza ke taman yang ada di samping rumahnya. Dengan lemah lembut Kinaya mengusap punggung Reza. Kinaya menimang-nimang Reza. Melangkahkan kakinya dengan langkah ke samping kanan dan kirinya. Menunjukkan bentuk wajah selucu mungkin agar anak itu bisa tersenyum. Dan benar saja akhirnya Reza tersenyum melihat wajah imut Mamanya itu. Reza mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Kinaya. Wanita itu tersentuh hatinya melihat senyum sang anak. Kinaya pun mengecup pipi gembul si kecil.


Kinaya membawa Reza ke kursi santai yang ada di taman rumahnya. Dia pun meminta ART nya untuk mengambilkan mainan Reza yang ada di kamarnya.


"Ini Nyonya. Apa Nyonya butuh yang lain lagi? Saya akan mengambilkan nya. " seru salah satu ART yang ada di sana.


"Tidak apa-apa. Bibi bisa kembali ke pekerjaan Bibi. " balas Kinaya tersenyum ramah.


"Baiklah. Kalau begitu saya pamit dulu ke belakang Nyonya. " ART itu membungkukkan badannya memberi hormat dan meninggalkan Kinaya dan Reza berduan di taman.


Di kantor.


Mobil Samuel berhenti tepat di depan kantornya. Dia di sambut oleh pengawalnya yang selalu berjaga di depan kantor. Pintu mobil di buka oleh salah satu pengawal. Samuel menurunkan kakinya. Wajah tampannya membuat para karyawan wanita terpana. Bahkan karyawan laki-laki ikut terpana melihatnya. Mereka merasa iri dengan keberuntungan yang di dapati oleh Samuel. Yah,   hari ini Samuel terlihat sangat bahagia. Sepanjang perjalanan ke kantor Samuel selalu membayangkan wajah Sang istri tercinta dan juga anaknya. Hal itu membuat hatinya berbunga - bunga.  Namun, saat Samuel memasuki loby dia sudah menyetel wajah dinginnya seperti biasa. Baginya, hanya Kinaya seorang yang bisa pantas mendapatkan dan menikmati semua yang dia miliki. Jadi, Samuel akan berubah 360° di depan istri tercinta.


Harga seorang pria akan lebih tinggi bila dia tidak sembarangan menunjukkan senyumannya di depan wanita lain. Seorang pria akan di nilai rendah oleh dirinya sendiri bila mereka bisa membuat wanita lain menyukainya. Kecuali istri atau orang yang dicintainya. Menyukai dalam arti untuk memilikinya seutuhnya. Namun, kita hanya manusia biasa dan tidak bisa menyuruh orang untuk berhenti menyukai kita. Meski begitu kita harus membuat jarak dengan wanita lain agar tidak terjadi kesalahan pahaman. Seperti semut yang akan mendekati gula manis yang ada di dekatnya. Maka, kita harus lebih berhati-hati agar tidak menumpahkan sebiji gula manis hanya untuk mendapatkan lirikan dari si semut yang kita sendiri tidak tahu akan ada berapa semut lagi kedepannya menghampiri kita.

__ADS_1


Samuel dengan dinginnya melangkah masuk ke dalam kantornya. Salah satu tangannya di masukkan kedalam saku celananya dan satu tangannya lagi memegang kertas yang di berikan oleh asistennya saat Samuel masuk ke dalam kantor tadi.


"Apa ini biodata-bidata pengawal wanita yang saya minta semalam ? " tanya Samuel melihat ke kertas yang ada di tangannya. Kakinya terus melangkah ke lift VIP dan asistennya mengikutinya dari belakang.


"Benar Presdir. Ada beberapa pengawal wanita. Mereka sudah berada di ruangan Presdir bersama direktur Jordi. " jelas Hiro  ( Asisten Samuel).


"Baiklah. Undur meeting hari ini dan fokuskan saja pada pemilihan pengawal itu. Saya mau yang terbaik untuk hal ini. Jadi, saya sendiri yang akan memilih nya. " seru Samuel. Samuel pun masuk ke dalam lift VIP. Hiro memberi hormat kepada Samuel. Dia pun menekan tombol lift yang akan di datangkan oleh Samuel.


Di ruangan Presdir.


Lima wanita dengan berpakaian formal dan rapi. Dari kepala sampai kakinya mendominasi warna hitam dan putih. Rambut diikat bawah. Tanpa poni. Wajah mereka di make up se natural mungkin. Tidak ada sedikit pun gaya feminin yang melekat di wajah dan tubuh mereka.


Jordi melihat jam di tangannya. Lalu kembali molek kepada wanita di depannya. Dia bangun dari duduknya dan berdiri tepat di depan para wanita tersebut.


"Presdir akan datang sebentar lagi. Presdir akan memilih satu atau dua di antara kalian berlima. " seru Jordi menatap dingin para wanita di depannya, " saya akan menjelaskan semuanya. " mulai mondar-mandir di depan para wanita itu. " Jangan menatap wajah presdir jika ia tidak meminta. Presdir benci kepada wanita manapun itu kecuali istrinya. Presdir memilih salah satu atau dua dari kalian karena dia ingin istrinya selalu aman saat dia tidak ada di sisi istrinya. Jangan berharap ataupun meminta sesuatu kepada presdir.  Jangan berharap yang lain selain menjaga nyonya tetap aman. Kalian akan aman kalau nyonya baik-baik saja. Jika hal yang tidak diinginkan terjadi maka bersiap-siaplah untuk mendapatkan hasilnya. " berhenti tepat di tengah-tengah para wanita itu.


Krek. Pintu ruangan terbuka.


Samuel masuk ke ruangannya. Dia tidak menoleh sedikit pun kepada wanita di depannya yang sedang memberi hormat. Samuel langsung saja membuka jasnya dan menggantungkannya di tempat gantungan yang ada di ruangan tersebut. Setelah itu Samuel duduk di kursi kerjanya. Samuel menoleh sebentar ke arah Jordi lalu menatap para wanita yang ada di belakang Jordi yang sedang menundukkan kepalanya.


"Saya mau lihat kelebihan mereka. Saya tidak ingin orang bodoh berdiri di samping istri saya. Kejadian beberapa hari yang lalu adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya. Saya tidak mau hal yang sama terulang kembali. Jadi, buktikan bahwa kalian layak berada di samping istri saya. " seru Samuel menatap dingin para wanita di depannya. Menopang dagu dengan kedua tangannya. Seolah tidak mau melakukan kesalahan kedepannya. " Perkenalkan diri kalian. " lanjutnya dengan suara khas tanpa ekspresi sedikit pun. Dingin seperti biasanya

__ADS_1


"Cepatlah perkenalkan diri kalian. Jangan buang waktu berharga Presdir. " lirih Jordi yang masih di dengar oleh Samuel namun di biarkan oleh Samuel. " Kamu. Silahkan duluan. " Jordi menunjuk salah satu pengawal wanita yang ada di ujung barisan.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😙😙


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR

__ADS_1


__ADS_2