
"Aku rasa sudah tidak ada lagi mas. Tapi, aku ingin makan dulu. Kita cari tempat untuk makan dulu ya mas. " ucap Kinaya.
°°°
"Kenapa tidak makan di sini saja. Mumpung kita ada di restoran juga." Ucap Samuel.
"Aku tidak mau makan di sini. Mau makan masakan lokal. " ucap Kinaya. Samuel pun tersenyum.
"Baiklah. Untuk bumil mas angkat tangan. Kalau begitu kita cari dulu ya. " ucap Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa saat. Akhirnya suami istri tiba juga di sebuah restoran nusantara. Berbagai macam menu ditiap daerah tersedia di sini.
Kinaya bahkan sudah mulai ngiler duluan. Bahkan dia hanya melihat gambarnya saja. Samuel pun geleng-geleng kepala melihatnya.
Dasar bumil.
"Mau pesan apa? " tanya Samuel.
"Emm. Aku mau Garang Asam Iga Sapi, Ayam Lodho, Sayur Gurih Rebung dan Petai, dan Rendang Padangnya, mas. " ucap Kinaya yang berhasil membuat Samuel tidak bisa berkutip lagi. Tapi, dia tetap menuruti permintaan istrinya itu. Karena tidak bisa juga menolak. Kehamilan istrinya membuat wanita itu menambah porsi makannya tiap harinya.
"Kamu tunggu sebentar lagi ya. " ucap Samuel mengusap lembut kepala Kinaya.
"Iya, mas. " jawab Kinaya antusias menunggu pesanannya.
Setelah beberapa saat. Pesanan pun datang. Kinaya bahkan sudah siap untuk menyantap makan siangnya. Sebelum benar-benar menyantap makanannya. Samuel pun memberikan kepada Kinaya air putih terlebih dahulu agar makanan yang masuk ke perutnya berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.
"Minum airnya dulu. " ucap Samuel. Kinaya pun nyengir. Dan langsung menerima air putih di tangan Samuel. Dan langsung meneguknya.
"Makasih ya, mas. " ucap Kinaya tersenyum tulus.
"Sama-sama, Nay. Makan yang banyak, ya. " mengusap lembut kepala Kinaya.
Setelah menyelesaikan makan siangnya. Pasangan itu pun segera pergi ke panti asuhan yang dulu di tinggali oleh Kinaya.
Tidak mengambil waktu yang banyak. Kedua pasangan suami istri itu sudah berada di dalam panti asuhan. Mereka langsung di sambut oleh Ibu panti.
"Kinaya izin tidur di sini ya, Buk. Entah kenapa, Kinaya ingin bermalaman di sini. Mungkin ini keinginan si kecil yang ada di perut Kinaya sekarang. Sepertinya si kecil ingin mengetahui bagaimana Ibunya besar di panti ini. " ucap Kinaya yang tengah duduk di samping Ibu panti.
"Iya tidak apa-apa, kok. Di sini adalah rumah kamu juga. kamu besar di sini. Ibu malahan seneng kamu akan bermalaman di sini. Kalau begitu kamu istirahat dulu. Kebetulan kamar kamu yang lama habis Ibu bersihkan. " ucap Ibu panti itu ramah.
__ADS_1
"Makasih ya, Buk. Terima kasih juga karena sudah merawat Kinaya hingga sebesar ini. " ucap Kinaya memeluk Ibu panti tersebut.
"Sama-sama, sayang. Kalau begitu istirahatlah. Kasihan anakmu. Pasti dia kelelahan. Ibu akan membuatkan suamimu minuman dulu. " ucap Ibu panti itu.
"Makasih ya, Buk. Kalau begitu Kinaya dan mas Samuel ke kamar dulu. " ucap Kinaya.
"Sayang. Disinilah Mama tumbuh besar. Di sini Mama tidak pernah merasa kekurangan sedikit pun. Kasih sayang dari Ibu panti tidak pernah Mama lupakan sedikit pun. Semoga kamu menjadi anak yang patuh pada orang tua ya. Semoga kamu menjadi anak yang mengedepankan agamanya. " ucap Kinaya mencium pipi gembul Reza. Samuel yang baru masuk pun mendapati sang istri yang tengah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Apa kamu butuh sesuatu, Nay? " tanya Samuel berjalan mendekati istrinya. Duduk di samping istrinya tersebut. Kinaya pun mendongakkan kepalanya ke atas. Tersenyum untuk menjawab pertanyaan sang suami.
"Apa mas yang merenovasi kamar ini. Terakhir kali aku tidur di sini yaitu saat aku belum menjadi istrimu. " ucap Kinaya menatap suaminya yang telah berada di sampingnya.
Samuel terlihat tersenyum. "Apa kamu suka, Nay? " tanya Samuel. Mengusap wajah bagian kiri Kinaya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Makasih ya. Berkat mas panti ini menjadi tempat yang lebih layak lagi. Anak-anak tidak perlu sempit-sempitan saat tidur. Bahkan, bahan makanan selalu tersedia di dapur. Tidak seperti dulu saat aku kecil. Makan kami pas-pasan. Tapi aku bersyukur. Setidaknya aku memiliki orang-orang yang tulus merawatku dan menyayangiku. " wanita menghambur dalam pelukan Samuel. Dengan tangannya masih mengendong sang anak. Menyandarkan kepalanya di dada pria itu.
"Maafkan mas karena terlambat membawamu ke pelukan mas. Membiarkan kamu hidup pas-pasan seperti yang kamu katakan tadi. Tapi, setidaknya kamu sudah berada di sisi mas sekarang. Dan mas tidak akan membuat kamu kesusahan lagi. " ucap Samuel mencium lama pucuk kepala Kinaya.
Oek.
Bunyi tangisan Reza. Kinaya pun membenarkan duduknya.
"Aku titip Reza dulu mas. Aku mau ke dapur untuk membuatkan susu untuk Reza. " Samuel pun menerima Reza di pelukannya. Kinaya pun pergi ke dapur.
"Sayangnya Papa. Jangan nangis lagi ya. Itu Mamanya sedang menyiapkan susu untuk kamu. " ucap Samuel menenangkan Reza. Samuel pun melangkahkan kakinya ke luar. Pergi ke arah taman. Menikmati bunga-bunga yang sedang bermekaran.
"Jangan nangis lagi ya. Sebentar lagi Mamanya datang. " ucap Samuel meletakkan Reza di pangkuannya.
"Dedeknya kenapa, Om? " tanya anak kecil yang tinggal di panti itu.
"Adeknya lagi rewel sayang. Kakak lagi main apa? " mewakili Reza untuk menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh anak kecil itu.
"Kakak lagi main petak umpet, dek. Adek mau main dengan kakak? " tanya anak kecil itu.
"Bolehkah, kak. Tapi adek mau nunggu mama dulu. " jawab Samuel dengan menirukan suara anak kecil.
"Bunga. Kenapa kamu sendirian, sayang. Di...." ucap Kinaya terpotong.
"Husttt. Diam dulu, kak. Bunga lagi main petak umpet dulu. Jangan keras-keras manggil nama Bunga. " ucap anak perempuan yang bernama bunga itu. Kinaya pun tersenyum mendengar adik kecilnya itu.
__ADS_1
"Ini, mas. " ucap Kinaya memberikan botol susu untuk Reza.
"Makasih, Nay. " jawab Samuel tersenyum.
Anak perempuan itu pun kembali menoleh ke arah Reza.
"Apa ini adeknya Bunga, kak? " tanya Bunga.
"Bunga mau jadi kakaknya? " tanya Kinaya.
"Mau, kak. Adek siapa namanya, kak? " tanya Bunga.
"Nama adek Reza kak. " jawab Samuel tersenyum kepada anak yang bernama Bunga tadi.
"Oke, Reza. Sekarang kamu adalah adikku. Kakak akan menjagamu. " ucap Bunga mencuri ciuman di pipi Reza. Sontak Samuel dan Kinaya tersenyum melihatnya.
Setelah beberapa saat. Reza pun tertidur di gendongan Samuel. Bunga juga sudah kembali dengan teman-temannya.
"Reza di bawa ke kamar saja, mas. " ucap Kinaya.
"Yaudah. Kalau begitu, ayuk kita ke kamar. " ucap Samuel yang di anggukan oleh Kinaya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Nanti malam lanjutnya ya😊
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...
IG : gx_shi7
__ADS_1
Akan ada Visual-visual tokoh novel ini. Dan nantinya juga boleh bertanya-tanya seputar novel atau yang lainnya.