
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih karena selalu mendukung karyaku πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’...
Samuel membawa Kinaya keliling kota Padang. Malam kali ini Kinaya tidak mau di tinggalin oleh Samuel. Akhirnya, Samuel membawa Kinaya mencari kedai yang menjual buah Kuweni. Samuel kembali lagi ke kedai sebelumnya tapi tidak membuahkan hasil karena buah yang di cari sudah habis. Samuel pun kembali mencari kedai yang baru. Saat Samuel membelokkan mobilnya tiba-tiba Kinaya meminta Samuel untuk menghentikan mobilnya.
"Kita makan itu saja mas. Aku sudah tidak kepengen Kuweni lagi. Aku hanya ingin itu. " tunjuk Kinaya ke sebuah kedai yang terlihat banyak pengunjungnya. Samuel berpikir sejenak. Bukankah Kinaya tidak menyukai makanan tersebut, aku rasa ini pasti permintaan anak yang masih di dalam perutnya, dia persis sama sepertiku gumam Samuel di dalam hatinya. Tersenyum karena kesukaan anaknya sama dengannya.
"Tapi tempatnya penuh, Nay. Kita cari tempat lain saja ya. " Samuel mencoba me test Kinaya. Kinaya pun terlihat mulai memelas. Membuat Samuel yakin ini bukan permintaan istrinya. Lebih tepatnya permintaan sang anak yang belum lahir itu.
"Kalau begitu kita makan di hotel saja. Kita bungkus saja ya. " ucap Samuel pada akhirnya.
"Kamu tunggu di sini saja. Biar mas yang turun sendirian. " lanjut Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Menunggu Samuel membelikan pecel lele. Makanan yang sebelumnya tidak di sukai oleh dirinya sendiri.
"Beli dua atau 3 bungkus ya mas. " teriak Kinaya dari dalam mobil. Samuel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat setelah itu. Samuel pun selesai membeli permintaan istrinya tersebut. Samuel meletakkannya di kursi tengah. Lalu Samuel ikut duduk di samping kursi Kinaya.
"Makasih ya mas. " ucap Kinaya memeluk Samuel lalu memberikan kecupan di pipi pria itu.
"Hem. Apapun akan mas berikan. Tapi, bukannya kamu tidak pernah menyukai makanan tersebut, Nay. Kamu yakin akan memakannya nanti? " tanya Samuel heran.
"Aku juga tidak tahu mas. Mungkin ini keinginan bayi yang masih di dalam perutku ini. " ucap Kinaya mengusap lembut perutnya. Samuel pun tersenyum dan menundukkan kepalanya agar bersitatap dengan perut Kinaya.
"Sayang. Tolong jaga Mamanya yah. Jangan buat Mama menyantap makanan yang aneh lagi kedepannya. Papa akan marah jika kamu membuat Mama susah, hem. " nasehat Samuel. Samuel pun mencium perut Kinaya yang sudah mulai terlihat besarnya.
__ADS_1
"Aku jadi kangen Reza mas. Kapan kita akan balik mas? " tanya Kinaya.
"Lusa akan mas usahakan selesai semuanya. Kamu tunggu sebentar lagi yah. Besok kita akan VC mama untuk melihat keadaan Reza di sana.Β Sekarang udah malam. Takutnya mama sudah tidur di sana. " ucap Samuel lembut sembari mengusap lembut pipi Kinaya. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Samuel pun kembali melajukan mobilnya. Memecah jalanan. Kurang lebih 10 menit mereka pun tiba di hotel.
Samuel dan Kinaya langsung masuk ke dalam hotel. Di loby karyawan hotel sudah siaga menunggu Samuel sehingga Samuel tidak perlu lagi memarkirkan mobilnya. Samuel dan Kinaya langsung masuk ke dalam kamar mereka.
Beberapa saat setelah itu Samuel menyiapkan pecel lele yang sudah mereka beli tadi. Sebelum itu, Samuel di bantu menyiapkan semuanya oleh pelayan hotel. Seperti menyiapkan piring dan alat makan lainnya.
"Makasih, kalian bisa kembali sekarang. " ucap Samuel kepada pelayan hotel.
Samuel pun langsung mendekati Kinaya yang sudah menunggunya di sebuah sofa dekat kamarnya. Terdapat meja minimalis di depan Kinaya duduk sekarang. Samuel pun meletakkan pecel di tangannya di meja tersebut. Terlihat Kinaya mulai tergiur sama menu di depannya. Tidak seperti biasanya yang cuek terhadap makanan tersebut. Kalau Samuel memang menyukai pecel lele karena Kinaya tidak suka membuat Samuel juga tidak pernah menyentuh makanan itu lagi. Semua itu Samuel lakukan semenjak ia menikah dengan Kinaya. Samuel biasanya menyantap makanan yang di sukai oleh istrinya agar ia bisa berbagi makanan dalam satu sendok dan hari ini menjadi kesempatannya untuk bisa lagi menyantap makanan tersebut.
"Biar mas bantu. " ucap Samuel memisahkan daging dari tulang ikannya. Samuel pun tersenyum sembari menunggu Samuel menyelesaikan apa yang telah dilakukannya.
"Buka mulutnya. Biar mas suapin saja. Ini berminyak, Nay. " ucap Samuel menyuapi Kinaya dengan tangannya karena makanan tersebut lebih enak bila di makan dengan tangan apalagi di suapin oleh suami tercinta. Kinaya tidak menolak dan langsung membuka mulutnya. Menerima suapan dari Samuel. Kinaya merasa senang karena makanan yang di inginkannya terkabulkan.
"Baiklah. " ucap Samuel yang sebenarnya menunggu perkataan itu dari Kinaya. Samuel sendiri tidak pernah bilang bahwa ia sangat menyukai makanan tersebut. Samuel khawatir Kinaya akan merasa bersalah. Karena itu Samuel menutupinya dari Kinaya.
"Enak kan mas. Aku tidak tahu bahwa makanan ini sangat enak ternyata. Lain kali aku akan meminta Bi Yas untuk membuatkannya untuk menu makan kita di rumah. " ucap Kinaya yang membuat bola mata Samuel berbinar.
"Ada apa mas? " tanya Kinaya bingung melihat raut wajah sang suami. Samuel pun tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Mas tidak apa-apa kok. Nih, di makan lagi biar anak kita sehat dan pintar seperti Papanya. " ucap Samuel yang berhasil membuat Kinaya menatap tajam Samuel.Β
"Ooh. Jadi menurut mas aku bodoh dan takut nantinya anak kita ketularan bodoh dari Mamanya.Β Jadi begitu maksud dari perkataan mas itu. " ucap Kinaya yang mulai tersulut emosi.
Haih. Salah lagi.
__ADS_1
"Bukan begitu, sayang. Mana berani mas bermaksud seperti itu. Mas hanya menunjukkan perhatian mas pada anak kita jika ia sudah besar nanti. Menunjukkan betapa hebatnya dia nanti seperti mas ini. " membusungkan dadanya ke depan. menunjukkan ke gagahannya di depan sang istri. Kinaya pun mendengus kesal. Samuel pun tersenyum lalu memeluk Kinaya. Meletakkan tangannya di pinggang sangistri.
"Jangan marah terus ya. Ingat! Ada anak kita di sini. " mengusap perut Kinaya. Tersenyum karena masih melihat Kinaya mengendus kesal sembari melipat tangannya di atas dada. Terlihat juga Kinaya memalingkan wajahnya dari Samuel. Samuel pun memegang dagu Kinaya lalu mengarahkan kepadanya wajah istrinya itu ke wajahnya.
"Tatap wajah mas. Hei! Tatap mas, Nay. Atau mas akan melakukan hal yang lebih dari ini. " ancam Samuel yang berhasil membuat Kinaya melihatnya dengan tidak ikhlas. Samuel pun tersenyum lalu menciumi bibir sang istri yang sangat mengemaskan menurutnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
...#Kinaya&Samuel_LFR...