
Wajahnya berusaha untuk menahan tawanya. Yah, baru-baru ini Samuel merasakan kesenangan yang luar biasa dari istrinya. Kehamilan sang istri membuat Samuel merasa berguna untuk istrinya itu. Dan tiap harinya Samuel selalu melihat wajah imut Kinaya yang begitu mengemaskan bagi Samuel.
Satu kecupan di bibir Kinaya. Ketika melihat bibir sang istri mengerucut. Bagaimana tidak, Kinaya tidak bisa menolak perintah sang suami. Saat selesai makan malam tadi. 2 orang wanita bertamu di rumahnya. Kinaya bingung keheranan. Pasalnya ia tidak mengenal 2 wanita itu. Dan Kinaya juga tahu Samuel tidak memiliki teman seperti mereka( 2 wanita tadi).
Ketika Kinaya hendak bertanya alasan kedatangan 2 wanita itu, Samuel malah menyuruhku mereka masuk. Membuat Kinaya kesal karena sang suami belum meminta respon darinya. Kinaya tidak bisa berbuat apapun lagi. Kinaya pun menyuruh 2 wanita tadi masuk. Kinaya menyuruh mereka untuk duduk di sofa. Dan Kinaya berpesan kepada ART untuk menyiapkan minuman untuk tamu mereka.
Kinaya menatap Samuel dengan wajah yang penuh oleh rasa kekesalan. Pasalnya suaminya itu tidak menjelaskan apapun padanya. Kinaya yang kesal memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, namun Samuel menahan tangannya hingga wanita itu terduduk di pangkuan Samuel. Samuel tersenyum lalu mengecup bibir Kinaya di depan 2 wanita tadi. Kinaya yang merasa malu hanya bisa memukul pelan bahu Samuel.
"Kenapa pergi, hem? Mas mau bilang sesuatu kepadamu. " seru Samuel meletakkan tangannya di pinggang Kinaya. Memegang erat istrinya. Tidak mau wanita itu pergi darinya.
"Aku ngantuk. Mau tidur dulu. Mas layani saja mereka sendirian. " balas Kinaya yang hendak mau berdiri dan lagi-lagi Samuel malah mempererat pelukannya hingga membuat Kinaya tidak bisa melawannya. 2 wanita di depan mereka hanya bisa tersenyum canggung melihat kedua bosnya yang terus saja menebar kemesraan. Apalah daya mereka yang hanya anak buah dari bos besar di negerinya itu.
"Kenapa cepat sekali tidurnya! Biasanya kita akan menghabiskan malam ini hingga paginya mas terlambat bangun. " goda Samuel yang berhasil membuat Kinaya merona. Kinaya menatap sekilas 2 wanita yang sedang duduk di sofa. 2 wanita itu memberikan senyumannya ketika Kinaya menoleh ke arah mereka.
Kinaya memukul pelan tangan Samuel yang ada di pinggangnya agar pria itu melepaskannya. Namun, Kinaya malah kalah oleh kekuatan Samuel.
"Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang. " goda Samuel lagi. Pukulan pun berpindah di bahu Samuel hingga membuat pria itu tersenyum nakal.
"Apaan sih. Ada orang di sini. " seru Kinaya malu. Kinaya menundukkan kepalanya membuat Samuel semakin gemes.
"Baiklah. Karena kamu mengemaskan maka mas akan menundanya hari ini. " seru Samuel. Samuel pun menoleh ke arah 2 orang wanita di depannya. Samuel masih dengan tangannya memeluk erat Kinaya. Mendudukkan wanita itu di pangkuannya. Lalu Samuel melihat mata cantik sang istri. Kemudian berkata. "Perkenalkan diri kalian. Dialah istriku. Istriku tersayang, belahan jiwa Samuel Malaka Wijaya. " seru Samuel tanpa berpaling dari wajah sang istri. Kinaya tersenyum mendengar ucapan Samuel dia pun meninggalkan kecupan di kening Samuel. Melingkarkan tangannya di leher pria itu.
2 wanita tadi, alias pengawal Kinaya tersebut berdiri dari duduknya. Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing. Kinaya bingung dan menanggapinya dengan senyuman canggung di bibirnya. Lalu Kinaya menoleh ke arah Samuel. Meminta penjelasan dari sang suami. Samuel yang paham pun meninggalkan kecupan di bibir istrinya. "Mereka akan menjadi temanmu. Kamu bisa mengajak mereka kemana-mana. Mereka akan mengikuti apapun perintahmu ke depannya. " seru Samuel. Kinaya memelototkan. Tidak percaya dengan situasi yang sedang di hadapinya. Samuel yang paham bahwa Kinaya akan menyambar nya dengan berbagai pertanyaan. Meminta 2 wanita tadi untuk keluar. Mengusirnya dengan mengibaskan 2 kali tangannya. Meminta mereka untuk memberinya ruang agar berduaan dengan sang istri.
Ketika kedua wanita tadi pergi Kinaya pun turun di pangkuan Samuel. Pria itu tidak menahannya lagi. Sehingga Kinaya duduk rapat di sampingnya. Satu tangan Samuel masih berada di pinggang sang istri. Menunjukkan bahwa dirinya tidak mau berjauhan dari Kinaya.
__ADS_1
Kinaya sendiri melipat tangannya di dada. Lalu menatap tajam ke arah Samuel. Seolah meminta penjelasan.
"Mas. Apa yang kamu lakukan barusan. Apa maksudnya itu? " tanya Kinaya kesal karena Samuel belum juga berniat untuk menjelaskan kepadanya tentang semua hal yang terjadi.
"Kan tadi udah mas jelaskan bahwa mereka bisa menjadi temanmu saat kamu sendirian. Kamu tidak perlu sendirian lagi jika kemana-mana. " jelas Samuel.
"Apa kamu akan mengurungku. Membiarkan mereka selalu di sampingku 24 jam. " seru Kinaya sedih. Samuel pun menangkap kedua pipi Kinaya.
"Bukan begitu. Mas takut kamu akan bosan sendirian di rumah ini. Jika ada mereka kamu kan tidak akan bosan lagi. Lagian mas tidak bisa terus-menerus menemanimu di rumah. Dan tidak bisa juga bagi mas untuk membawamu terus ke kantor setiap hari. Mas takut kamu kelelahan nantinya. " jelas Samuel. Samuel berusaha agar perkataannya tidak menyinggung perasaan sang istri. Namun, apalah daya bahwa Kehamilan Kinaya membuat wanita itu sensitifan. Padahal, Samuel sudah berusaha menjelaskannya dengan tidak menyinggung perasaan sang istri.
"Apa mas sudah lelah bersamaku. Apa mas tidak mau terus-terusan di sampingku. Apa mas sudah tidak menyayangiku lagi? " Tanya Kinaya yang sudah mulai bergelimang air mata.
Samuel menarik Kinaya hingga wanita itu membenamkan wajahnya di dada Samuel. Samuel mengusap punggung Kinaya untuk memberikan kenyamanan pada sang istri lalu berkata di dalam hatinya. Astaga. Bagaimana lagi aku harus menjelaskannya. Aku sudah berusaha agar tidak menyakiti perasaannya. Tapi, ini malah membuatnya khawatir seperti ini.
"Tidak, Nay sayang. Bagaimana bisa mas seperti itu. Hanya saja mas tidak mau kamu kenapa - kenapa ketika mas tidak di sampingmu. Mas akan merasa dirimu aman jika mereka ada di sampingmu. " Mendorong pelan Kinaya. Memegang kedua bahu Kinaya agar dia bisa melihat wajah sang istri. Samuel mengusap pipi Kinaya yang sudah basah karena air matanya tersebut. "Mereka adalah pengawal yang mas utus untuk menjagamu. " Tidak kuat lagi ketika melihat kesedihan di mata sang istri yang membuat Samuel harus berkata jujur di depan Kinaya. "Mereka bisa melakukan segalanya. Bisa menjadi perawatmu, teman dan tentunya menjaga mu agar tidak di lukai oleh orang yang berniat jahat nantinya. Jadi, jangan sedih lagi. Mas tidak kuat melihatmu seperti ini. " seru Samuel tersenyum. Memberikan ketenangan di hadapan sang istri. Kinaya menatap bola mata Samuel yang mana ia melihat keseriusan dan ketulusan di sana.
Samuel tersenyum mendengar pertanyaan Kinaya yang seolah-olah dirinya sudah tidak menginginkan wanita di depannya ini. Padahal tidak, malahan Samuel tidak mau jauh-jauh dari istrinya. Hanya saja dirinya yang sibuk dengan pekerjaan membuat Samuel harus membuat keputusan untuk bisa menjaga istrinya tanpa kehadiran dirinya di samping sang istri. Hal itu dengan cara mencari orang yang bisa ia handalkan untuk menjaga istrinya.
Samuel menarik Kinaya lagi ke dalam pelukannya. Meletakkan dagunya di bahu Kinaya. Memeluk erat tubuh sang istri. "Bahkan berjauhan denganmu membuat mas gila. Bagaimana bisa mas tidak mencintaimu lagi. "Diam sesaat. Mengatur pernafasannya. "Jangan berpikir seperti itu lagi. Berjanjilah. Apapun yang terjadi kedepannya dengan kita. Tetaplah percaya dengan mas. Bahwa mas sangat mencintaimu. Sangat, sangat mencintaimu. Hanya kamu seorang di hati mas ini. " seru Samuel mencium lama leher Kinaya yang ada di sampingnya karena saat ini Samuel tengah meletakkan dagunya di bahu sang istri.
Kinaya sudah mulai tersenyum ketika mendengar kejujuran dari Samuel. Kinaya pun memeluk erat Samuel.
"Lalu, bagaimana dengan tempat tinggal mereka? " tanya Kinaya. Samuel pun menegakkan badannya. Menatap lembut wajah Kinaya.
"Mas tidak mau ada wanita lain di rumah ini. Jadi, mas meminta Rio untuk mencarikan mereka tempat tinggal di dekat kawasan ini. Jika mas sudah berangkat kerja maka mereka sudah boleh datang ke rumah kita. Jika mas sudah ada di rumah maka mereka sudah harus pergi dari sini. " jelas Samuel. Kinaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi mas. Apa aku tidak ada waktu untuk sendirian. Masa mereka terus menemaniku. Jadi, tahanan akunya dong. " seru Kinaya. Samuel menatap lekat wajah sang istri. Sebuah senyuman terbit di bibirnya.
"Mas rasa kamu belum paham dengan apa yang mas jelaskan. Sini, berikan mas ciuman agar mas bisa bersabar untuk menjelaskannya lagi kepadamu. " seru Samuel menyentuh bibirnya agar Samuel mendapatkan ciuman yang mengairahkan di sana. Kinaya malah menganggap serius ucapan Samuel bahwa dirinya di anggap bodoh ketika memahami perkataan Samuel.
"Tidak mau. " seru Kinaya kesal. Memalingkan wajahnya dari Samuel. Menyilangkan tangannya di dada. Samuel yang gemas pun menarik tangan Kinaya hingga wanita itu terjerambah di dada Samuel. Yang mana saat itu Samuel merebahkan tubuhnya di sofa hingga posisi mereka saat ini yaitu Kinaya ada di atas tubuh Samuel. Samuel pun mendekatkan bibirnya di bibir Kinaya hingga mereka menyatu dalam keheningan malam yang sudah mulai gelap.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Kinaya&Samuel_LFR