
Siang ini, Samuel terpaksa memutuskan untuk pergi ke kantor. Meninggalkan sang istri bersama putranya. Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu. Jika saja sang asisten bisa menghandle semuanya. Ia pastikan harinya terus bersama keluarga kecilnya itu.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil hitam mewahnya. Jam di pergelangan tangannya pun kini sudah menunjukkan pukul 7 malam. Mobil pun berhenti di depan hotel berbintang. Samuel ada rasa ragu saat memasukinya. Entah kenapa, wajah sang istri selalu terlihat di kelopak matanya. Ada yang mengganjal di hati tapi entah apa. Dan tiba-tiba lamunannya di buyarkan oleh asistennya.
"Nyonya Monic sudah menunggu di dalam, Tuan. " ucap Roy. Samuel pun mengernyitkan keningnya.
"Apa dia sendirian? " tanya Samuel.
"Ada sedikit perubahan, Tuan. Bob selaku sekretarisnya sedang berada di kantor untuk mengambil berkas yang ketinggalan. " balas Roy. Samuel terlihat diam sejenak. Sampai akhirnya dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
"Pastikan semuanya berjalan lancar tanpa ada masalah kedepannya, Roy. Kamu paham maksudku, Kan? " ucap Samuel.
"Baik, Tuan. Saya sudah menyiapkan semuanya. Tuan tidak perlu mengkhawatirkannya. " balas Roy yang di balas senyuman oleh Samuel.
Mereka pun melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan privat yang ada di hotel tersebut. Samuel melihat CCTV di sudut ruangan. Lalu melirik ke arah Roy yang ada di belakangnya. Dilihatnya Roy menganggukkan kepalanya.
Saat masuk ke dalam ruangan. Dilihatnya seorang wanita cantik dengan rambut coklatnya. Lipstik merah dan baju ketat berwarna merah menyala dengan belahan di dadanya. Samuel sudah menduga hal ini. Jika bukan karena pekerjaan dia malas sekali berurusan dengan wanita satu ini.
__ADS_1
"Selamat datang, Tuan Samuel. " sambut Monic dengan sedikit membungkukkan badannya sehingga dua gantungan itu terlihat jelas. Samuel pun memejamkan matanya menahan rasa kesal dengan wanita itu. Monic pun mencoba menarik kursi untuk Samuel. Namun, Roy lebih dulu menarik kursi untuk tuannya. Sehingga Samuel duduk di kursi yang berjauhan dengan Monic. Monic pun menahan geramnya. Dia pun tersenyum paksa agar tidak membuat dirinya merasa canggung.
"Langsung saja ke intinya. Saya tidak punya banyak waktu untuk. Istri saya sedang menunggu di rumah. " ucap Samuel sibuk melihat ke arah berkas di depannya dan sesekali melihat ke arah jam tangannya.
Saat Monic memulai untuk menjelaskan isi kontrak tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan. Roy pun mempersilahkannya masuk. Dan datanglah beberapa pelayan dengan membawa sebotol anggur. Dan makan malam untuk mereka.
"Sepertinya kita bisa menyantap makan malam ini terlebih dahulu, Tuan. " ucap Monic tersenyum mengoda.
"Terima kasih, saya hanya makan malam bersama istri saya. Silahkan Nyonya lanjutkan makan malamnya. " balas Samuel. Monic pun tersenyum kecut.
"Kalau begitu, setidaknya anda bisa mencoba mencicipi anggur ini, Tuan. " balas Monic menuangkan anggur ke gelas Samuel. Samuel ingin menolak, tapi anggur itu terlanjur sudah di tuangkan ke dalam gelas Samuel.
Tiba-tiba Monic menumpahkan anggur ke celana Roy.
"Maafkan saya, Tuan Roy. Saya tidak sengaja. " Monic mencoba membersihkan pakaian Roy. Roy pun berdiri agar Monic tidak menyentuhnya. Roy pun melihat ke arah Samuel. Berniat untuk minta izin ke kamar mandi. Samuel paham Roy tidak yakin meninggalkannya sendirian bersama Monic.
"Bersihkan pakaian mu. Biar aku yang mengurus sisanya. " balas Samuel yakin dengan tatapan mata yang sulit di artikan. Roy pun paham dan meninggalkan Tuannya berduaan dengan wanita pengoda di sampingnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Untuk teman-teman yang penasaran dengan cerita tentang BSI. Dan mana tahu ada yang ingin cari teman. Semoga kita bisa berteman ya. Uni akan meletakkan nomor dan gmail Uni di sini ya
👇👇👇
WA : 083144140996
__ADS_1
G-mail : nadilasa187@gmail.com