
Keesokan harinya, Samuel sudah bersiap-siap ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya. Samuel sedari tadi sudah siap dengan penampilannya.
Samuel tengah menggendong putra mereka yang lagi aktifnya berjalan. Dan hal itu sedikit membuatnya repot. Akan tetapi, dia merasa bahagia melakukannya.
"Sudah, sayang? " tanya Samuel melihat istrinya keluar dari kamar mereka. Karena kamar mereka berada tidak jauh dari posisinya sekarang.
"Sudah mas. Ayuk. " ucap Kinaya melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Samuel. Samuel pun tersenyum dan memberikan kecupan di kening sang istri.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Setibanya mereka di rumah sakit Kinaya langsung di periksa oleh dokter. Dokter mengatakan kandungan Kinaya sangat baik. Jika tidak ada masalah maka 2 bulan lagi Kinaya bisa melahirkan dengan lancar dan normal. Mendengar kabar itu tentu saja pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka tidak sabar menanti buah cinta mereka.
"Baik-baik di dalam sana ya, sayang. Mama dan Papa tidak sabar menunggumu. " ucap Samuel memberikan kecupan di perut besar sang istri. Kinaya pun tersenyum dan mengusap rambut hitam sang suami yang ada di depannya.
Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil. Setiba di dalam mobil Kinaya mengambil Reza di pangkuan Samuel agar pria itu tidak terganggu menyetir.
"Aku mau makan nasi padang dulu, mas. Kita mampir sebentar ya. " ucap Kinaya yang di anggukan oleh Samuel.
Mobil pun membelah jalanan ke arah rumah makan nasi padang yang mewah di sana. Samuel mengambil tempat yang lebih privat sehingga anaknya yang aktif bisa melatih berjalan dengan selalu di dalam pengawasannya.
__ADS_1
"Apa tidak apa-apa Reza di biarkan sendirian, Mas? " tanya Kinaya melihat anaknya yang sibuk sendiri di ujung sofa yang ada di ruangan itu.
"Tidak apa-apa, sayang. Reza harus kita biarkan sendiri agar bisa melatih dirinya. Dia anak cowok dan harus bisa melakukannya sendiri. Agar nanti bisa menjaga adiknya. " ucap Samuel mengusap sayang kepala Kinaya. Mereka pun tersenyum melihat Reza yang terlihat bahagia ketika berhasil berdiri sendiri saat dirinya terjatuh tadi di karpet berbulu.
Beberapa saat setelah itu. Pasangan itu pun selesai makan. Kinaya memutuskan untuk kembali ke rumah. Sedangkan Samuel memutuskan untuk kembali kantor karena ada urusan penting. Sebelum itu, Samuel mengantarkan istrinya pulang dan mengantarkannya sampai masuk ke dalam. L
"Mas pergi dulu. Jika kamu butuh sesuatu bilan saja ke mas, ya. " ucap Samuel.
"Iya, mas. Semangat kerjanya. Aku akan menunggu mas di rumah. " ucap Kinaya mencium punggung tangan Kinaya. Samuel pun tersenyum dan membalas ciuman di seluruh wajah sang istri. Dan terakhir kecupan lembut di perut Kinaya.
Kinaya pun menyibukkan dirinya dengan memperhatikan sang putra yang tengah tertidur siang. Sibuk memperhatikan putranya membuat Kinaya ikut merasakan ngantuk. Kinaya pun tertidur di samping sang putra.
"Sayang. Lagi sendirian ya. " lirih Samuel yang tidak mau mengganggu tidur sang istri. Samuel pun membawa Reza ke luar agar Kinaya tidak terbangun dari tidurnya.
"Bik, titip Reza ya. Saya mau mandi dulu. Kasihan Kinaya nanti terganggu tidurnya. " ucap Samuel memberikan Reza ke Bibik.
Setelah memberikan Reza. Samuel pun kembali ke kamar. Dilihatnya sang istri masih tertidur pulas. Samuel pun tersenyum. Samuel pun memberikan kecupan di kening Kinaya lama.
__ADS_1
Setelah itu, Samuel pun membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Samuel pun kembali ke arah istrinya. Samuel pun berniat membangunkan Kinaya karena tidak baik jika terus-menerus tidur hingga menjelang maghrib untuk orang yang lagi hamil besar.
"Sayang. Bangun yuk. " panggil Samuel dengan lembut. Terlihat Samuel mengusap sayang pipi Kinaya agar wanita itu tidak terkejut dari tidurnya.
"Mas. Jam berapa sekarang, mas? " tanya Kinaya.
"Sudah mau jam setengah 6. Mandi dulu ya. " ucap Samuel lembut. Kinaya pun tersenyum dan bangun dari tidurnya yang di bantu oleh Samuel.
"Mas bantu ya. " ucap Samuel.
"Iya mas. Sekalian gosokkan punggung ku. " kekeh Kinaya yang membuat Samuel mencubit gemas pipi chubby sang istri.
.
.
.
__ADS_1
TBC