Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Merasakan


__ADS_3

Selang tidak lama masuklah 2 orang pria bertampang garang. Mereka membawa seorang pria yang sudah sempoyongan saat berjalan. Pria itu di tarik paksa agar melangkahkan kakinya. Wajah dan tubuhnya sudah mendapati luka kasar. Darah ada di mana-mana. Ada beberapa pukulan di  lengan dan kakinya. Hal itu terlihat dari memar yang terlihat jelas bila hanya di lihat sekilas. Wajahnya seperti habis mendapati pukulan keras beberapa kali di pipi, bibir dan di pinggiran matanya.


2 pria bertubuh kekar itu membawa pria yang sudah bertaruh hidup dan mati tersebut di hadapan Samuel. Mendorongnya hingga tersungkur keras ke lantai. Samuel hanya diam saat pria itu sudah bersimpuh di depannya. Menatapnya dengan tatapan dingin yang bisa membuat orang kehilangan keberaniannya, bahkan hanya sekedar untuk menatapnya saja membuat orang tidak berani untuk melakukannya.


Samuel terdiam. Terbayang kejadian beberapa hari yang lalu. Yang membuat hidupnya seolah berada di ujung dunia. Menjauhi dirinya dari sang istri tercinta. Samuel membayangkan saat di mana ia membawa Kinaya ke pantai. Saat sang istri meminta di belikan air kelapa muda. Saat itu Samuel tidak menyadari. Sesaat dia lengah terhadap kesehatan sang istri. Saat membelikan Kinaya air kelapa muda Samuel terlalu fokus memperhatikan Kinaya dari kejauhan. Dia pikir firasat buruknya tersebut terjadi saat dia jauh dari istrinya. Nyatanya di depannya lah firasat buruk itu berlangsung. Hal itu membuat Samuel merasa tidak becus menjaga sang istri. Dia sudah melemparkan ketidakbecusannya kepada dirinya sendiri. Sampai akhirnya Samuel menemukan pelaku yang meracuni istrinya. Dia pun tidak memberikan pengampunan terhadap orang yang meracuni sang istri. Dia langsung meminta Rio untuk menghukum orang tersebut. Menyiksanya sampai orang tersebut tak berdaya. Bahkan untuk menatapnya saja.


Saat itu, dimana Samuel menghampiri sang istri saat dirinya sudah memesan air kelapa muda pesanan sang  istri. Samuel tidak berpikir panjang. Dia langsung menghampiri Kinaya dan tidak menyadari ada seorang wanita yang berpakaian tertutup dengan masker di hidungnya. Wanita tersebut menyodorkan amplop berwarna coklat kepada si pedagang. Di amplop itu berisikan uang yang cukup banyak. Pedagang itu terkejut saat melihat banyaknya lembaran uang di dalamnya.


Awalnya pedagang itu menolak, namun dia teringat dengan kesusahan hidupnya. Dia pun menerima dan menyetujui apa yang di suruh wanita asing tadi. Seketika wanita itu menaruh bubuk racun ke dalam air kelapa yang sudah di pesan oleh Samuel. Pedagang itupun memberikannya kepada Kinaya. Selang tidak lama Kinaya dan Samuel sudah pergi dari tempat ia berteduh tadi. Pedagang tadi berhela nafas lega. Dia mengusap dadanya yang sudah gelisah dan ketakutan. Sekaligus dirinya juga merasa aman bahwa Kinaya baik-baik saja. Tapi, dia tidak tahu bahwa racun yang sudah dia masukkan tadi ternyata akan bereaksi setelah satu jam masuk ke dalam tubuh Kinaya. 


Dia mengaku menyesal di dalam hatinya. Dia sudah salah karena sudah di butakan oleh masalah yang telah menimpa dirinya sendiri. Saat itu dia sudah terlena saat melihat uang dalan jumlah banyak di depannya. Di hatinya dia tidak pernah sedikit pun berniat menyakiti seseorang. Karena hal itu rasa penyesalan menjelar di hatinya. Yang mana dia sudah membuat dirinya dan juga keluarganya berada di ambang kematian. Lebih tepatnya di dalam ancaman Samuel.


Samuel menatap dingin pria yang sudah cukup umur di depannya. Rahangnya mengeras. Bergerak seirama dengan kemarahannya. "Siapa! Siapa yang menyuruh mu? Jangan membuatku hilang kesabaran.  " seru Samuel. Mata tajam yang penuh kemarahan tidak lepas dari pandangan pria paruh baya itu, " kau tahu, aku paling benci melihat istriku terluka. Bahkan, seujung kuku saja sudah membuatku gila. " Samuel mulai hilang kendali.  " kau tahu itu artinya apa.  " sarkas Samuel mendekati pria paruh baya itu. Menarik kerah bajunya lalu mendorongnya ke lantai dengan sangat kasar. Membuat pria paruh baya tersebut  terjatuh dengan tubuh yang menahan rasa sakit di sikunya yang duluan mengenai lantai. Pria paruh baya itu mencoba menahan rasa sakitnya dengan segera bangun dan bersimpuh di hadapan Samuel. Dia penuh dengan rasa penyesalan di hatinya. Sedangkan Samuel kembali ke tempat duduknya. Samuel mencoba menahan emosinya agar tidak melakukan hal lebih lagi. Mengingat saat ini Kinaya hamil dan dia tidak mau tangannya kotor karena membuat orang terbunuh di tangannya. Samuel tidak mau anak yang ada di dalam kandungan Kinaya akan melakukan hal yang sama kedepannya.


"Katakan. Siapa yang menyuruh mu? " seru Samuel lagi.


Pria paruh baya itu bangun dan bersimpuh di hadapan Samuel.

__ADS_1


"Maafkan saya, Tuan. Maafkan saya. " Serunya penuh penyesalan. Pria paruh baya itu mencoba melancarkan ucapan yang keluar di mulutnya. " Saya terpaksa melakukannya. Saya  sangat membutuhkan uang wanita itu saat itu. Saya tidak tahu kalau hal yang sudah saya lakukan membuat istri tuan terluka. Saya mengaku salah,  Tuan. Tolong maafkan saya. " seru pria paruh baya itu dengan penuh rasa penyesalan. Samuel yang mendengar kata wanita, dia pun menatap tajam pria di depannya.


"Wanita! Jadi, dia seorang wanita? " tanya Samuel.


" Be -- Benar, Tuan. Tapi, wajahnya tertutup cadar sehingga saya tidak mengenali wajahnya. "


"Untuk apa kamu melakukannya?  Apa kamu pikir nyawa istri saya cuman senilai selembaran


Uang yang kamu dapat. Bahkan saya bisa membunuh seluruh keluarga mu kalau hal buruk terjadi pada istri saya.  " ucap Samuel. Sontak tubuh pria paruh baya itu gemetar ketakutan mendengar ucapan Samuel.


"Bayi! " lirih Samuel. Mendengar kata 'bayi ' tiba-tiba hati Samuel sedikit melunak. Dia merasakan kasih sayang dari pria di depannya. Samuel menempatkan dirinya di posisi pria di depannya. Dia mungkin juga akan melakukan hal yang sama. Melakukan segala cara untuk menyelamati anaknya agar tetap bisa hidup di sampingnya. Menikmati hidup di dunia ini bersama keluarga dan teman-temannya.


Samuel berdiri dari duduknya. Lalu berdiri tepat di depan pria paruh baya itu. "Sekarang kamu harus membayar semuanya. Kamu akan menjadi anak buahku. Jika kamu melakukan kesalahan ataupun memberontak, maka nyawa keluarga mu taruhannya. " seru Samuel yang langsung berlenggang keluar dan pergi meninggalkan bangunan tua bekas Belanda tersebut.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR

__ADS_1


__ADS_2