Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Tahu sebenarnya


__ADS_3

Di sisi lain, Roy terlihat sudah sampai di kediamannya. Roy langsung masuk ke kamarnya ketika sudah melihat Diana pergi ke kamarnya juga. Roy langsung berbaring di kasurnya. Menelantangkan kedua tangannya.


"Huh. Benar-benar hari yang melelahkan. " seru Roy. Tiba-tiba ponselnya berdering. Awalnya Roy malas untuk mengangkat panggilan tersebut. Karena sudah tiga kali berdering Roy pun dengan terpaksa mengambil ponselnya. Saat dia melihat ID di ponselnya seketika jantung Roy berdetak kencang.


"Kinaya. Kenapa dia menelpon ku. Ini adalah pertama kalinya ia memanggil ku duluan setelah sekian lama kita kenal. Apa yang terjadi kepadanya? " lirih Roy. Roy pun langsung mengangkatnya.


"Hallo Kinaya. Apa yang.... "  ucapnya mengantung karena Kinaya langsung to the point menyampaikan maksud ia menelpon Roy.


"Mari kita ketemuan di kafe XX, kak. " ajak Kinaya. Roy terlihat senang sekali ketika Kinaya mengajaknya keluar. Rasa lelahnya hilang begitu saja ketika mendengar suara wanita itu.


"Baiklah. Jam berapa kita kesana? " tanya Roy.


"Nanti siang, apa kakak ada waktu? " tanya Kinaya.


"Kakak selalu ada waktu untukmu, Kinaya. " balas Roy dengan hangatnya.


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menunggu kakak di kafe XX siang nanti. Aku tutup dulu teleponnya, kak. " seru Kinaya.


"Baiklah. Sampai jumpa nanti. " balas Roy dengan senyuman di bibirnya.


Roy terlihat tersenyum sendiri ketika habis mendapatkan penggilan masuk dari Kinaya. Diana yang mengintip dari pintu kamar hanya bisa mendengar dan menatap kebahagian kakaknya itu. Hatinya sakit ketika melihat perubahan di wajah Roy. Dirinya yang sudah duluan mengenal Roy tidak pernah menerima senyuman tersebut dari Roy.


Diana juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dirinya sadar bahwa dia hanya dianggap adik oleh Roy. Tapi, kenapa dirinya tidak pernah dianggap lebih oleh Roy. Bahkan mereka bukan saudara kandung. Kenapa Roy tidak pernah menaruh perasaan padanya. Semua itu di telan mentah-mentah oleh Diana.


Kamu harus melupakan semuanya, Diana. Dia bukanlah jodohmu. Kamu tidak akan bisa singgah di hatinya. Gumam Diana yang langsung pergi keluar. Diana pun mengambil kunci mobilnya dan pergi ke tempat favoritnya. Di sebuah taman yang dipenuhi oleh bunga mawar.


Satu hal di sini. Bahwa Roy melupakan janjinya bahwa ia akan melupakan Kinaya dan mencoba mendekati Diana. Wanita yang mencintainya lebih dari apapun. Tapi, rasa cintanya yang besar terhadap Kinaya membuat ia lupa dengan janjinya tersebut. Roy bahkan tidak mengingat Diana yang juga berada di kediamannya sekarang. Roy bahkan tidak mengetahui kepergian Diana ke taman. Saat ini Roy hanya bersiap-siap untuk segera pergi ke kafe yang di minta Kinaya untuk bertemu.


Di sisi lain Kinaya sudah mulai bersiap-siap menemui Roy. Hari ini adalah hari libur. Biasanya Samuel akan menemaninya di rumah seharian tapi karena urusan mendadak membuat Samuel harus pergi keluar hari ini. Dirinya awalnya menolak untuk pergi ke kantor. Namun, bujukkan Kinaya membuat Samuel tidak bisa untuk tidak pergi ke kantor kali ini.


"Pergilah, Mas. Aku tidak apa-apa, kok. Tapi, ingat untuk pulang dengan selamat nanti. " seru Kinaya kepada Jaxton yang hendak pergi ke kantor tadi pagi.


"Baiklah. Apa kamu mau sesuatu saat mas pulang nanti? " tanya Samuel. Kinaya pun mengelengkan kepalanya.


"Cukup pulang dengan selamat dan jangan terlalu kelelahan. " balas Kinaya yang membuat Samuel tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Samuel pun meninggalkan kecupan di kening sang istri dan tidak lupa di pipi dan bibir istrinya ia tinggalkan kecupan juga.


"Papa berangkat kerja dulu, sayang. Jangan nakal dan jagalah Mama untuk Papa. " seru Samuel berjongkok di depan Kinaya lalu mengusap lembut perut Kinaya yang masih datar. Satu kecupan lembut pun mendarat di perut Kinaya. Membuat wanita itu mengusap kepala Samuel.


Samuel pun tersenyum dan melambaikan tangannya ketika dia sudah hendak pergi ke kantor.

__ADS_1


Hari sudah menunjukkan waktu makan siang. Sebelum berangkat, Kinaya mendapatkan panggilan masuk dari Samuel. Kinaya pun langsung mengangkatnya.


"Hallo, Nay sayang. Apa kamu sudah makan siang?  " tanya Samuel dengan lembutnya.


"Baru akan pergi makan siang, mas. " balas Kinaya.


"Maaf ya. Mas tidak bisa menemani kamu makan siang kali ini. " seru Samuel penuh dengan penyesalan. Samuel tidak menyadari kata-kata Kinaya yang akan pergi makan siang. Pikirnya Kinaya hanya akan pergi ke meja makan saja. Jadi, Samuel tidak terlalu memikirkan ucapan sang istri.


"Tidak apa-apa, mas. Kalau begitu, aku tutup dulu teleponnya, yah. " seru Kinaya.


"Berikan mas kecupan dulu. " pinta Samuel dengan nada memelasnya.


"Apaan sih, mas. Aku malu. " balas Kinaya.


"Kecupan saja, Nay. Biar mas lebih semangat lagi kerjanya dan menyelesaikan semua pekerjaan ini dengan cepat. " seru Samuel.


Kinaya pun melihat sekelilingnya, ketika sudah merasa aman Kinaya pun memberikan kecupan lembut dengan suara kecilnya untuk menambah sensasi kecupannya.


"Nah gitu dong. Membuat mas lebih semangat lagi nih kerjanya. " ucap Samuel setelah mendapatkan kecupan suara dari Kinaya melalui ponsel.


"Baiklah. Makan yang banyak, Nay. Mas juga akan makan dulu. " seru Samuel.


"Baiklah, mas. Aku tutup dulu yah. " seru Kinaya yang di iyakan oleh Samuel.


Beberapa menit setelah itu. Kinaya datang dan menyusul Roy. Dia duduk di hadapan Roy. Roy dengan hangatnya menatap pujaan hati yang sudah duduk di hadapannya.


"Mari kita pesan makanan dulu. Sebelum membahas pertemuan kita hari ini. " ucap Roy.


"Baiklah, Kak. " balas Kinaya.


"Bagaimana dengan kabarmu belakangan ini, Nay. Kami tahu, mendengar kamu sudah menikah membuat kakak patah hati. Apalagi kakak tidak tahu kalau kamu sudah mempunyai pria yang kamu sukai. " goda Roy yang memang bermaksud mengutarakan isi hatinya.


"Kabarku baik, kak. Maaf karena tidak mengabari kakak tentang pernikahan ku ini. " balas Kinaya.


"Tidak apa-apa. Oh iya, bagaimana dengan rumah tanggamu? Baik-baik saja, kan? " tanya Roy.


"Iya kak. Kami baik-baik saja. Mas Samuel sangat menyayangi dan mencintaiku. Dan kami sedang menunggu calon buah hati kami yang baru beberapa minggu. " seru Kinaya mengusap lembut perutnya. Roy tercengang bahwa saat ini Kinaya sudah mengandung buah hatinya bersama Samuel, suami Kinaya. Terlihat wajahnya yang tidak semangat setelah mendengar itu dari mulut kecil Kinaya.


"Syukurlah. Selamat ya atas calon momongannya. Kakak turut bahagia mendengarnya. " seru Roy yang sebenarnya Dia patah hati dari lubuk hatinya yang paling dalam.

__ADS_1


Pesanan mereka tiba di sela-sela mereka berbicara. Mereka pun menghentikan obrolan nya dan memilih fokus untuk menyantap menu siang hari ini.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Kinaya langsung membahas masalah penting yang ada di pikirannya.


Kinaya menatap ragu kepada Roy. Pasalnya pria di depannya ini terkenal dengan kebaikannya selama ini. Roy dahulunya memang sering membantu Kinaya saat kuliah dulu. Namun, Kinaya tidak pernah menaruh hati padanya. Kinaya menganggap Roy sebagai kakaknya sendiri. Tidak ada perasaan lebih selain perasaan adik kepada kakaknya. 


"Kak. Aku mau bilang sesuatu. Tapi, aku harap kakak tidak marah dengan ucapan ku. Aku hanya ingin mengatakan saja. Apa benar dengan informasi yang aku dapatkan. " seru Kinaya menatap ragu Roy. Roy pun mengernyitkan keningnya.


"Ada apa, Kinaya? " tanya Roy.


"Tapi janji jangan marah dulu. " ucap Kinaya memberikan kelingkingnya. Roy pun tersenyum dan membalas kelingking dari Kinaya.


"Katakanlah, kakak tidak akan pernah bisa marah kepadamu. " balas Roy.


Disaat Roy menerima kelingking Kinaya disaat itu pulalah Samuel melihat sang istri tengah berduaan dengan Roy, pria yang selama ini sudah Samuel ketahui bahwa Roy sangat menyukai sang istri.


Awalnya Samuel tidak berniat datang ke kafe XX, namun karena kesalahan Hiro membuat Samuel harus makan di luar. Lebih tepatnya di kafe XX  saat ini. Saat Samuel masuk dia langsung di suguhkan oleh Kinaya yang sedang bersama Roy. Samuel pun  menahan langkah kakinya dan mencoba melihat apa yang terjadi sebenarnya. Samuel tidak mau kesalahpahaman terjadi di dalam rumah tangganya. Dia tahu bagaimana Kinaya sebenarnya. Sang istri adalah seorang wanita yang sangat menjaga keutuhan rumah tangganya. Jadi, Samuel memikirkan untuk duduk di sebuah kursi yang ada di belakang kursi yang di duduki Kinaya. Tempatnya tertutup oleh sebuah kaca yang hanya di sisi Samuel yang bisa melihatnya. Orang luar tidak akan bisa melihat dirinya.


"Apa--kakak telah menyembunyikan keberadaan Laras? " tanya Kinaya ragu-ragu. Roy langsung memelotot kan matanya. Membuat Kinaya yakin dengan isi pikirannya bahwa memang benar Roy yang telah menyembunyikan Laras.


"Apa benar dengan informasi yang aku dapatkan, kak? " tanya Kinaya lagi karena Roy hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Kinaya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian 😚😙😙

__ADS_1


By : Nadila Sizy


#Kinaya&Samuel_LFR


__ADS_2