Belenggu Seorang Istri

Belenggu Seorang Istri
Mimpi Indah


__ADS_3

Malam yang membahagiakan untuk Kinaya dan Samuel. Dimana merupakan hari dan kabar yang ditunggu-tunggu oleh pasutri itu. Dimana mereka bisa mendengar kabar menggembirakan bagi mereka. Saking gembiranya mereka sampai lupa untuk mengabarkan orang rumah. Bahkan Samuel hanya sibuk mengelus perut Kinaya yang masih datar. Kinaya sendiri juga lupa untuk memberikan kabar menggembirakan itu karena selalu mengelus perutnya dengan bersandar di dada Samuel, begitu juga Samuel yang mengelus perut sang istri dengan satu tangan memeluk sang istri. Sampai akhirnya ponsel Samuel berdering membuat Samuel menoleh di meja yang ada disampingnya lalu mengambil benda pipih itu.


Samuel melihat dan matanya membulat sempurna karena melihat ID sang mama tertera disana. Samuel pun dengan senyum mengembang setelah mengingat bahwa Kinaya saat ini sudah hamil, dia pun ingin memberitahukan kabar gembira itu. Samuel pun meletakkan benda pipih itu ke telinganya dan tiba-tiba dia menjauhkan ponselnya dari telinganya. Kinaya sendiri bingung melihat Samuel seperti itu.


" Ada apa mas? Siapa yang menelpon? " tanya Kinaya. Samuel pun menoleh kearah Kinaya.


" Entahlah mama tiba-tiba saja meneriaki mas! " jawab Samuel bingung dengan tatapan aneh ke ponselnya.


" Coba mas tanya apa yang terjadi sebenarnya. "


" Baiklah. Kamu istirahatlah dulu. Mas akan bicara sama mama." seru Samuel lembut. Kinaya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat ke arah Samuel.


Samuel pun kembali mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.


" Iya ma! Kenapa mama berteriak seperti tadi, aku juga bisa dengarkan mama kok. " seru Samuel melirik sang istri.


" Kenapa kamu tidak bilang? Mama langsung menelpon kamu setelah mama dapat kabar selamat dari rumah sakit bahwa istrimu sudah hamil cucu pertama mama." seru Sang mama di seberang. Samuel heran siapa yang memberitahukan kepada mamanya. Apa dokter itu pikir Samuel.


" Aku lupa ma. Saking bahagianya membuat aku lupa mengabarkannya ke mama. Maaf ya ma." seru Samuel penuh penyesalan.


" Mama tidak butuh maafmu. Besok kamu bawa istrimu kerumah utama. Kalau tidak mama marah sama kamu. Sekarang biarkan istrimu istirahat dulu karena ini adalah kehamilan pertamanya, dia pasti mudah lelah saat ini. Kalau begitu mama tutup teleponnya. " seru mama memutus sepihak panggilannya. Setelah mendengarkan mamanya Samuel berpikir bahwa Kinaya belakangan ini memang mudah lelah. Bahkan tadi sore saja juga seperti itu. Samuel pun memutuskan untuk tidak terlalu membuat Kinaya banyak bekerja lagi, dia takut terjadi sesuatu pada Kinaya dan calon anaknya.


" Mas." panggil Kinaya yang melihat Samuel yang sedang termenung. Samuel pun menoleh dan melihat Kinaya sedang menatapnya. Samuel pun tersenyum dan mendekatkan dirinya di samping Kinaya. Memeluk Kinaya dan meletakkan kepala sang istri di dadanya.


" Istirahatlah Nay. Kamu butuh istirahat yang banyak saat ini. "seru Samuel mengusap kepala Kinaya yang bersandar di dadanya. Kinaya pun tertidur setelah mendapat belaian dari Samuel. Samuel sendiri masih belum bisa tidur, dia masih memikirkan peraturan baru untuk Kinaya kedepannya. Karena ini kehamilan Kinaya yang sudah lama ditunggu-tunggu. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada istrinya ini nanti.


Setelah mendapatkan ide Samuel pun sudah mulai memejamkan matanya dengan kepala Kinaya yang sedang bersandar di lengannya. Sebelum benar-benar tidur Samuel memberikan sebuah kecupan selamat malam di seluruh wajah Kinaya, tidak lupa dia juga memberikan selamat malam pada sang anak dengan menciumi perut sang istri yang masih datar.


" Selamat tidur anak ayah, ayah sayang kalian berdua." Dia segera memeluk sang istri, memeluk tubuh sang istri dan membenamkan kepalanya Kinaya di dekapannya.


Pagi sudah menampakkan wajahnya. Kinaya terbangun dari tidurnya. Dia mendapati Samuel yang memeluk erat dirinya, seakan tidak mau lepas darinya. Kinaya berusaha menjauhkan tangan Samuel dari perutnya namun pegangan erat Samuel membuat Kinaya tidak bisa melepaskan pelukan Samuel.


" Mas. Aku mau mandi. Lepaskan dulu tanganmu mas. " seru Kinaya pasrah karena sudah tidak bisa melawan kekuatan Samuel yang memeluknya erat. Samuel pun membuka matanya dan melihat Kinaya yang terlihat kesal padanya. Samuel tersenyum dan semakin memeluk erat istrinya bahkan dia menarik Kinaya agar lebih mendekat dengan dirinya.

__ADS_1


" Mas. Aku bilang lepaskan. Aku mau mandi mas." seru Kinaya kesal dengan Samuel.


" Sebentar lagi Nay. Mas masih ngantuk." seru Samuel manja.


"Kalau begitu mas tidur aja sendiri. Aku mau mandi dulu dan menyiapkan sarapan untuk mas." seru Kinaya. Samuel pun membulatkan matanya dan menatap istrinya.


" Kamu tidak boleh kerja lagi. Sarapan biar ART yang menyiapkannya. " seru Samuel menatap lekat wajah Kinaya. Kinaya pun mengernyitkan keningnya mendengar kalimat suaminya.


" Loh kenapa bisa begitu mas! Aku mau masak sendiri untukmu. "


" Mas tidak mengizinkanmu lagi untuk menyiapkan makanan. Kamu istirahat saja di kamar. " seru Samuel penuh penekanan.


" Tapi kenapa mas? Aku mau melakukannya sendiri. " seru Kinaya tidak terima.


" Ini untukmu juga Nay sayang. " balas Samuel memeluk istrinya.


" Aku tidak mau." seru Kinaya menggigit lengan Samuel. Kinaya pun mengambil kesempatan lari dari pelukan Samuel.


" Auuuhh. Nay kamu mau kemana? " seru Samuel mengusap lengannya yang digigit oleh Kinaya.


Samuel menghela napasnya dan memilih duduk di kasur. Dia tidak bisa masuk ke kamar mandi karena Kinaya menguncinya dari dalam.


Setelah beberapa menit akhirnya Kinaya keluar dari kamar mandi. Dia melihat Samuel yang masih duduk di kasur.


" Kamu nggak kerja mas?" tanya Kinaya yang sedang mengerikan rambutnya dengan handuk kecil.


" Tidak Nay. Mas mau menemani kamu hari ini. " seru Samuel.


" Emang aku kenapa? Kenapa harus ditemani? " seru Kinaya bingung. Saat ini Kinaya tidak sadar bahwa ia sudah mengandung anaknya. Kabar bahagia kemarin seolah mimpi indah baginya. Dia berpikir tadi malam hanya sebuah mimpi saja hingga akhirnya Samuel membuyarkan nan katanya mimpi itu menjadi kenyataan.


" Mas mau menemani kamu dan anak kita Nay." seru Samuel memeluk Kinaya dari belakang dengan kepala dia sandarkan di bahu Kinaya dan tangannya mengelus perut Kinaya yang masih datar. Kinaya sedih dan bahagia karena mimpinya dan keinginannya selama ini untuk menjadi seorang ibu hampir terwujud. Dia meneteskan air matanya yang tanpa disadari lolos begitu saja. Samuel yang mendengarkan isak Kinaya dia pun membalikkan tubuh istrinya agar menghadap kearah nya. Samuel memegang dagu Kinaya dan menatap lekat istrinya.


" Kenapa hum? "seru Samuel.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka mas. Aku pikir tadi malam hanya sebuah mimpi indah yang seolah mengejek ku karena tidak bisa memberikanmu seorang anak, tapi aku bahagia karena semua itu bukanlah sebuah mimpi tapi benar adanya seorang calon bayi kita di dalam sini." seru Kinaya mengelus perutnya. Samuel tersenyum mendengar perkataan Kinaya. Dia juga tidak habis pikir bahwa dia akan menjadi seorang ayah. Dia akan memiliki anak dari wanita yang sangat dia cintai. Samuel pun memeluk Kinaya erat kedalam pelukannya.


" Kita akan menjaganya bersama. Sekarang kamu tunggu mas mandi dulu. Jangan keluar dari kamar ini. Mas tidak mau bantahan. " seru Samuel pergi meninggalkan Kinaya dan berlenggang ke kamar mandi. Kinaya pun mematuhi perintah Samuel. Dia memilih duduk di sofa dekat tempat tidurnya. Dia mengambil ponsel Samuel dan mengotak-atik ponsel Samuel. Setelah beberapa menit Samuel pun selesai dengan mandinya. Kinaya pun meletakkan ponsel Samuel ke tempat semula dan membantu memilihkan baju untuk suaminya.


" Kamu duduk saja Nay. Biar mas ambil sendiri." seru Samuel menarik pinggang Kinaya dan mendudukkan Kinaya di sofa.


" Tapi aku kan biasa membantu kamu mas! " seru Kinaya.


"Mas tidak mau kamu kelelahan Nay." balas Samuel.


" Aku tidak apa-apa mas. Justru aku akan mudah letih bila tidak melakukan apa-apa. " balas Kinaya.


" Tapi mas takut kamu kelelahan Nay. "


" Aku akan istirahat bila sudah mulai kelelahan mas. Kamu tenang saja, tidak apa-apa kok. " balas Kinaya tersenyum. Kinaya pun mengambilkan baju Samuel di lemari besar milik mereka.


" Ini mas." Kinaya memberikan baju Samuel.


" Makasih Nay. Setelah ini kita akan kerumah sakit untuk memeriksa dan menanyakan apa-apa saja yang tidak boleh kamu lakukan. Mas tidak mau mengambil resiko untuk kalian. Habis itu kita kerumah utama karena mama sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu. " balas Samuel mengambil baju dari tangan Kinaya.


" Emm...iya mas..aku juga hampir lupa untuk memberikan kabar bahagia ini pada mama." seru Kinaya.


" Yaudah. Mas ganti baju dulu atau kamu mau membantu mas memakaikannya. " goda Samuel membuat Kinaya mundur 2 langkah.


" Tidak mau. Mas masuk sana sendiri." seru Kinaya mendorong Tubuh Samuel ke ruang ganti. Samuel sendiri hanya tersenyum karena berhasil membuat mengoda Kinaya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2