
Happy Reading readers πΌπΌπΌ
Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»
Terima kasih πΈπΈπΈ
β’β’β’β’
Malam harinya. Samuel dan Kinaya pergi mengantarkan Reza ke rumah Tuan dan Nyonya Malaka. Mereka langsung di sambut hangat oleh Nyonya Malaka. Tidak ada kecangungan. Tidak ada perbedaan. Tidak ada perselisihan di antara mereka. Hanya ada kehangatan dan kasih sayang di antara mereka.
Kinaya langsung di tuntun duduk di sofa oleh Nyonya Malaka. Sedangkan Samuel melihat kedua wanita yang di cintai itu dari kursi samping sang istri. Tuan Malaka memilih menyibukkan dirinya dengan koran malam hari. Sesekali Tuan Malaka melirik istrinya itu. Ada senyuman di bibirnya.
"Apa kamu menginginkan anak lagi, yank? " tanya Tuan Malaka. "Aku masih kuat kok. Bahkan aku masih bisa memberikan 1 atau 2 anak lagi. " ucap Tuan Malaka. Seketika Nyonya Malaka menatap tajam ke arah Tuan Malaka.
"Apaan sih. Malu dilihattin oleh anak-anak. Udah tau juga masih saja seperti anak kecil. " jawab Nyonya Malaka. Sedangkan Tuan Malaka hanya tersenyum sinis kepada istrinya. Kesempatannya untuk berduaan kali ini terganggu oleh kehadiran anak kecil di rumahnya.
"Berapa lama kalian akan di sana? " tanya Tuan Malaka.
"Mungkin sekitar 3 atau 4 hari, Pa. " jawab Samuel.
"Kamu harus ingat! Istrimu sedang hamil sekarang. Buat dirinya merasa bahagia tanpa ada kelelahan di tubuhnya. Paham? " ucap Tuan Malaka.
"Iya, Pa. Aku akan menjaga menantumu itu. Tidak akan aku biarkan dia kelelahan. " ucap Samuel tersenyum kepada istrinya.
"Kamu mau kemana? " tanya Samuel ketika melihat istrinya berdiri.Β
"Aku ke kamar mandi dulu mas. " jawab Kinaya.
"Mas akan ikut denganmu. " ucap Samuel.
"Tidak perlu mas. Aku bisa sendiri. Mas di sini saja menemani Papa. " ucap Kinaya. Samuel pun menatap tajam ke arah Kinaya. Membuat Kinaya tidak bisa menolak lagi.
Samuel pun tersenyum setelah Kinaya mengizinkannya untuk menemaninya, lalu mengikuti langkah Kinaya ke kamar mandi yang ada di kamar mereka di sana.
β’β’β’
Setelah urusan Reza selesai. Samuel pun memutuskan untuk segera pulang ke mansion mereka.
__ADS_1
Di dalam kamar Kinaya langsung menyiapkan kebutuhannya ke Padang. Beberapa jas kerja milik Samuel Kinaya paking. Hal itu tidak di ketahui oleh Samuel karena pria itu sedang sibuk di ruang kerjanya. Setelah selesai Kinaya pun menyusul Samuel ke ruang kerja. Kinaya melihat Samuel sedang sibuk dengan komputernya.
"Mas. Jangan terlalu kelelahan. Aku takut mas Kenapa - napa. " ucap Kinaya ketika ia sudah berada di depan Samuel. Samuel pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada sang istri.
"Mas tidak apa-apa, Nay sayang. Sebentar lagi semuanya akan selesai. " jawab Samuel. Kinaya pun menghela napasnya lalu berjalan ke arah Samuel.
"Ini sudah malam, mas. Kita ke kamar yuk. "Ajak Kinaya manja. Samuel terlihat menghela napasnya.
"Hah. Baiklah, ayuk. " Samuel berdiri lalu menuntun Kinaya ke kamar mereka. Setibanya di kamar Samuel merebahkan tubuh Kinaya di kasurnya.
"Mas mah cuci tangan dulu. " ucap Samuel yang di anggukan oleh Kinaya.
β’β’β’
Pagi harinya, Samuel dan Kinaya sudah bersiap-siap ke bandara. Mereka di temani oleh Hiro selaku sekretaris Samuel. Dan kali ini pandangan Kinaya tertuju ke arah wanita yang ada di samping Hiro.
"Siapa wanita itu mas? " tanya Kinaya. Samuel menoleh ke arah tunjukkan Kinaya. Seketika raut wajah Samuel mendingan.
Kenapa dia ada di sini? tanya Samuel tanpa suara. Hanya menatap tajam ke arah Hiro. Hiro yang peka pun langsung mengambil tindakan.
"Maaf Tuan, Nyonya. Perkenalkan, dia adalah Serli. Adik perempuan saya. Dia ingin pergi menemani saya kali ini. " jawab Hiro. Samuel pun mengernyitkan keningnya. Bagaimana bisa Hiro mengambil keputusan sendiri.
"Maafkan saya, Tuan. Adik saya takut sendirian. Karena itu saya membawanya. " jawab Hiro merasa bersalah.
"Mas. Tidak apa-apa. Nanti aku kan ada temannya. Biarkan saja dia ikut ya. " ucap Kinaya lembut.
"Terserah. " Samuel langsung menarik Kinaya untuk naik ke dalam jet pribadinya. Setibanya di dalam Samuel pun mengatakan tidak boleh orang lain masuk ke dalam dengan alasan tidak mau di ganggu waktunya bersama sang istri. Hiro pun paham lalu Hiro mencarikan Serli tiket pesawat. Serli menurut dan membiarkan semua yang telah Hiro lakukan padanya.
Beberapa jam setelah itu. Jet pribadi milik Samuel berhenti di Banda Internasional Minangkabau. Setelah itu, Samuel langsung memilih untuk pergi ke Pangeran Beach Hotel. Merupakan hotel terbaik di sana. Samuel memilihkan kamar presidential room yang ada di lantai tertinggi.
Setibanya di dalam kamar Kinaya langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya. Sedangkan, Samuel memandangi istri tercintanya itu. Setelah itu Samuel pun mendekat.
"Istirahatlah. Kamu pasti lelah kan. " ucap Samuel. Kinaya pun menganggukkan kepalanya.Β "Bagaimana kalau setelah ini kita keliling. Apa kamu mau, Nay? " tanya Samuel.
"Lihat dulu nanti mas. Sekarang aku hanya mau istirahat dulu. Temani aku ya. " Kinaya memelas dengan wajahnya yang mengemaskan menurut Samuel. Samuel pun tersenyum lalu ikut berbaring di samping Kinaya. Memeluk istrinya dengan tubuh menyamping. Memeluk pinggang Kinaya.
"Yasudah, tidurlah dulu. Nanti baru kita pikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. " ucap Samuel memeluk sang istri. Kinaya tidak menjawab lagi tapi malah membenamkan wajahnya di dada kekar Samuel. Samuel pun tersenyum lalu mencium pucuk kepala Kinaya. Mereka pun menghabiskan waktunya dengan bemalas-malasan di kasur yang empuk. Sampai akhirnya hari sudah menunjukkan pukul 3 sore hari. Kinaya sudah terbangun dari tidurnya nyenyak itu. Mendapati sang suami masih memeluknya dengan erat membuat Kinaya senang dan bahagia. Kinaya pun meninggalkan kecupan di bibir Samuel. Setelah itu Kinaya memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai mandi. Kinaya memilih bersantai sembari melihat dari kejauhan kota Padang dari balkon kamarnya. Kota yang penuh dengan kehangatan masyarakatnya yang ramah. Kenyamanan dan keramaian bersatu padu. Daerah yang tidak memandang level mereka yang berbeda. Semua setara di sana. Keramahan sungguh mendominasi.
Grab. Tiba-tiba tangan kekar Samuel memeluk Kinaya dari belakang.
"Sejak kapan kamu bangun, Nay? " tanya Samuel.
Kinaya tersenyum. "Barusan mas. Mas bersih-bersih gih. Aku mau kita jalan-jalan dulu. Jalan-jalan sore dengan suami tercinta. " ucap Kinaya melingkarkan tangannya di leher Samuel. Samuel merasa di goda oleh Kinaya. Samuel pun mengendong tubuh Kinaya ke kasur mereka. Dan mulailah penyatuan tubuh mereka. Menikmati waktunya dengan sebaik mungkin.
"Mas akan mandi dulu. Setelah ini mas akan mengajakmu jalan-jalan. " ucap Samuel.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu mas? " tanya Kinaya.
"Itu akan mas lakukan besok.Β Kamu tidak perlu mencemaskan nya. " ucap Samuel mencium kening dan bibir Kinaya dengan lembut.
.
.
.
.
.
Bersambung.
INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Di sini akan ada Visual - visual para pameran novel ku. Dan nanti boleh bertanya-tanya seputar Update novel kesayangan kalian.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan. Aku pada kalian πππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
...#Kinaya&Samuel_LFR...